BerandaTradisinesia
Jumat, 29 Jun 2023 11:19

Kala Jawa Terbagi Menjadi Sejumlah Karesidenan

Ilustrasi: Pembagian karesidenan di Jawa. (FB/Pekalongan Info)

Kita tentu masih sering mendengar istilah pembagian wilayah karesidenan di Jawa. Padahal, sistem pemerintahan ini sebenarnya sudah nggak lagi digunakan setelah Indonesia merdeka. Lantas, seperti apa sih dulu saat Jawa masih terbagi menjadi sejumlah karesidenan?

Inibaru.id – Meski sudah merdeka hampir 78 tahun, nyatanya masih ada beberapa hal dari zaman penjajahan yang masih digunakan di Indonesia. Salah satunya adalah penyebutan karesidenan.

Sadar nggak, penentuan huruf depan yang ada di pelat nomor kendaraan di Pulau Jawa sebagian besar masih dipengaruhi oleh pembagian karesidenan pada masa kolonial? Sebagai contoh, penggunaan plat R diberlakukan di wilayah eks-karesidenan Banyumas, H untuk wilayah eks-karesidenan Semarang, dan lain-lain.

Pembagian karesidenan ini kali pertama diterapkan saat Nusantara ada di bawah penjajahan Inggris, tepatnya saat Thomas Stamford Raffles jadi gubernur jenderal pada 1811. Tujuannya tentu saja demi memudahkan pengelolaan wilayah di Jawa.

Meski begitu, jangan kira pembagian residen atau pemilihan kepala residen berlangsung secara demokratis dengan pemillihan umum sebagaimana yang berlaku pada masa sekarang. Dulu, residen dipilih langsung oleh gubernur jenderal dan pasti dipegang oleh orang Eropa. Mereka punya kewenangan di tingkat legislatif, eksekutif, sampai yudikatif.

Para residen inilah yang kemudian memberikan perintah pada bupati-bupati yang masuk dalam wilayah karesidenannya. Nah, para bupati itu bisa berasal dari kalangan pribumi. Meski memimpin daerahnya, mau nggak mau para bupati itu juga harus mematuhi perintah residen.

Peta karesidenan di Jawa pada 1930. (Twitter/Adepedia)

Menariknya saat Belanda kembali mendapatkan kekuasaannya di Nusantara pada 1816, sistem karesidenan ini nggak dihilangkan. Gubernur jenderal van der Capellen bahkan mengukuhkan sistem administrasi tersebut dalam Peraturan Komisaris Jenderal Nomor 3 dengan tanggal 9 Januari 1819. Aturan ini juga dimasukkan dalam Staatsblad nomor 16 tahun 1819, Millens.

Nah, menurut Kompas, (11/7/2022), berikut adalah pembagian administrasi karesidenan yang berlaku di Pulau Jawa kala itu.

  • Bagian barat Jawa: Bantam (Banten), Batavia (Jakarta), Buitenzorg (Bogor), Priangan, Cirebon.
  • Bagian tengah Jawa: Pekalongan, Semarang, Banyumas, Kedu, Yogyakarta, Surakarta, Jepara dan Rembang.
  • Bagian timur Jawa: Surabaya, Besuki, Bojonegoro, Madiun, Kediri, Malang, Madura dan Sumenep.

Setelah Indonesia merdeka, sistem ini memang akhirnya dihapus. Namun, banyak kebijakan yang tetap digunakan dengan mempertimbangkan wilayah karesidenan. Sebagai contoh, pengelolaan jaringan transportasi di Ibu Kota tetap memperhatikan daerah-daerah di sekitar Jakarta yang dulu masuk dalam wilayah Karesidenan Batavia.

Hal serupa juga berlaku di Semarang, tepatnya pada jaringan bus Trans Jateng yang juga menjangkau wilayah sekitarnya seperti Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, dan Grobogan.

Bagaimana dengan di daerahmu, Millens? Apakah masyarakatnya masih sering menggunakan istilah karesidenan? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: