BerandaHits
Kamis, 13 Nov 2024 16:54

Lindungi Anak dari Judol, Meutya Hafid: Pengawasan Ibu Sangat Diperlukan

Menteri Komdigi Meutya Hafid saat mengunjungi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Intiland Teduh dan SMA 92 Jakarta di Semper Barat, Jakarta Utara, Selasa (12/11). (Antara/Livia Kristianti)

Menurut Menteri Komdigi Meutya Hafid, ibu memiliki peran pengawasan yang sangat penting untuk melindungi anak dari ancaman judi online (judol).

Inibaru.id - Keberadaan situs judi online (judol) yang menjamur masih menjadi keprihatinan masyarakat. Judi berbasis online ini nyatanya nggak cuma menyasar golongan dewasa, anak-anak hingga remaja juga terindikasi melakukan praktik judol.

Fakta ini makin bikin miris usai terkuak bahwa beberapa oknum pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Republik Indonesia yang harusnya menutup situs judol justru menjadi bekingan para pemilik situs.

Meski masih menjadi tantangan, Kemkomdigi terus memperkuat upaya memberantas judi online dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

Pada Selasa (12/11/2024), Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, mengunjungi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Intiland Teduh dan SMA 92 Jakarta di Semper Barat, Jakarta Utara. Kunjungan ini bertujuan untuk berdiskusi dan menyosialisasikan bahaya judi online serta pentingnya literasi digital dalam menjaga keamanan masyarakat di ruang digital.

Dalam acara tersebut, Meutya menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya para ibu, dalam melindungi anak-anak dari ancaman judi online.

"Pengawasan dari alat saja tidak cukup. Pengawasan paling efektif harus datang dari keluarga, terutama dari para ibu yang memiliki kepekaan terhadap kondisi di rumah," ujar Meutya dalam acara bertema Literasi Digital: Pencegahan dan Penanganan Judi Online di Lingkungan Masyarakat.

Metrotvnews (12/8/2024) melaporkan bahwa berdasarkan laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sepanjang 2024, sebanyak 197.054 anak terlibat judi online dengan nilai transaksi Rp293,4 miliar dan sebanyak 2,2 juta kali transaksi. (Medcom)

Meutya mendengarkan langsung curahan hati para ibu yang terdampak judi online, yang sering kali berujung pada kerusakan dan ketidakstabilan dalam keluarga.

"Dari diskusi ini, kita melihat betapa besar dampak negatif judi online terhadap keluarga dan masyarakat. Ini bukan masalah pribadi saja, melainkan masalah bangsa yang perlu diatasi dengan tindakan tegas. Negara hadir untuk mendengarkan masyarakat," tegasnya.

Kemkomdigi berkomitmen memperluas Program Literasi Digital yang ditujukan kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih inklusif, termasuk pelatihan khusus untuk ibu rumah tangga, pelajar, dan kelompok rentan lainnya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang penggunaan internet yang bijak, mengenali risiko di dunia digital, serta menghindari bahaya judi online dan pinjaman ilegal.

Dalam kunjungan ke SMA 92 Jakarta, Kemkomdigi memperkenalkan Program Tematik Academy yang meliputi pelatihan dasar keamanan siber bagi siswa, serta pelatihan khusus untuk tenaga pendidik agar mereka mampu melindungi siswa dari risiko judi online.

"Generasi muda perlu dibekali pemahaman yang kuat tentang keamanan digital untuk melawan kejahatan siber yang berpotensi merugikan mereka," tambah Meutya.

Langkah-langkah ini mendapat dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan sektor swasta.

Hadir dalam acara tersebut Inspektur Jenderal Kemkomdigi Arief Tri Hardiyanto, Dirjen Aplikasi Informatika Hokky Situngkir, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Prabu Revolusi, Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi, dan Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim.

Dengan upaya kolaboratif ini, Kemkomdigi berkomitmen untuk menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan produktif, serta menempatkan negara sebagai pelindung dan pendengar bagi masyarakat dalam menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks.

Semangat untuk memerang judol memang nggak boleh kendor ya, Millens? Yuk, lindungi keluarga terdekat dari bahaya judi apa pun bentuknya! (Siti Zumrokhatun/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: