BerandaTradisinesia
Selasa, 1 Mar 2021 14:30

Gotong-royong Masih Mengakar, Warga Sukarela Evakuasi Truk di Karanganyar

Warga Karanganyar mengevakuasi truk yang terperosok di lahan pertanian. (Fajar.co.id)

Di media sosial, viral video yang menunjukkan warga Karanganyar Jawa Tengah mengevakuasi truk terperosok sedalam 50 meter di lahan pertanian. Hal ini menunjukkan kearifan lokal masyarakat Indonesia yang gemar gotong-royong.

Inibaru.id – Budaya gotong-royong agaknya telah mengakar di Indonesia. Wujudnya macam-macam, mulai dari tradisi Nganggung di Bangka, Marsialapari di Mandailing, hingga Sinoman di Jawa. Bahkan, di tengah masyarakat yang modern yang katanya mulai mementingkan diri sendiri, masih ada saja yang menerapkan gotong-royong di lingkungannya.

Hal ini salah satunya dilakukan warga Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Jawa Tengah. Dalam sebuah unggahan video di medsos, puluhan warga dari kecamatan yang berbatasan dengan Jawa Timur itu tampak berbondong-bondong mengevakuasi sebuah truk tangki yang terperosok ke lahan pertanian.

Pada medan dengan kemiringan yang cukup curam, truk ramai-ramai ditarik warga agar bisa kembali ke jalan. Sebagian warga menarik menggunakan tali tambang, sisanya mendorong truk agar segera keluar dari lahan pertanian warga tersebut. Di antara mereka, ada pula yang memberi komando.

Video yang viral di media sosial itu mendapat apresiasi dari warganet. Truk yang terperosok sejauh 50 meter itu pun akhirnya bisa dikembalikan ke jalan.

Kasubag Humas Polres Karanganyar Iptu Agung Purwoko mengatakan, proses evakuasi ini berlangsung pada Minggu (28/2/2021) sekitar pukul 13.00 WIB. Sebelumnya, truk dengan plat nomor AD 1973 ini terperosok karena sopir kehilangan kendali.

Nggak ada korban pada insiden itu. Iwan, si pengemudi, hanya mengalami luka pada bagian tangan dan kaki. Saat ini lelaki 28 tahun itu tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Solo.

Budaya Itu Masih Ada

Gotong-royong masih jadi budaya masyarakat Indonesia. (Okezone)

Budaya gotong-royong yang masih kentara di kalangan masyarakat Tanah Air ini tentu saja menjadi angin segar bagi kita. Masyarakat Jawa, misalnya, dulu mengenal istilah: Sepi ing pamrih, rame ing gawe. Artinya, kalau mengerjakan sesuatu, lakukan dengan sebaik mungkin.

Di negeri ini, gotong-royong memang menjadi salah satu budaya yang telah ada sejak lama. Solidaritas ini sudah dilakukan turun-temurun, khususnya untuk pekerjaan yang dirasa penting bagi semua orang, semisal mem[erbaiki saluran irigasi, mendirikan rumah, dan lain-lain.

Di Jawa, gotong-royong ini sangat terasa pada kegiatan kerja bakti, yang di Jawa yang biasa dikenal sebagai sambatan. Saat kerja bakti, warga satu kampung akan bersama-sama membersihkan lingkungan atau membangun fasilitas umum.

Selain fasilitas umum, bentuk sambatan di Jawa juga dilakukan saat ada yang akan menggelar hajatan. Bersama-sama, mereka berbagi peran. Nantinya ada yang bertugas memasak, menerima tamu, mencuci piring, hingga melayani para tamu. Semuanya dilakukan dengan sukarela alias cuma-cuma.

Nggak hanya offline, kegiatan gotong-royong juga dilakukan masyarakat Indonesia secara daring. Survei dari Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index 2018 mengungkapkan, Indonesia menempati urutan pertama sedunia dalam urusan membantu orang, berdonasi, dan keikutsertaan menjadi sukarelawan.

Jadi, kalau kita melihat video gotong-royong warga Karanganyar yang mengevakuasi truk terperosok, sebenarnya ini nggak mengagetkan, ya Millens. Kamu harus bangga, dong! (Ayo/IB09/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Hipdut, Perpaduan Hip-Hop dan Dangdut yang Dekat dengan Gen Z

8 Sep 2026

20 Kisah Perjuangan Bakal Diangkat Kemenbud ke Layar Lebar

9 Sep 2026

Jalan Pantura, Jalur Bersejarah yang Menjadi Urat Nadi Pulau Jawa

10 Sep 2026

Masuk Usia 17 Tahun, Warga Bakal Punya Rekening Berisi Rp50 Ribu

11 Sep 2026

First Look Film Animasi Timun Mas Dirilis, Bawa Dongeng Jawa ke Animasi Modern

12 Sep 2026

Mengulik Asal-usul Nama Pekalongan, dari Joko Bau hingga Naskah Sunda Kuno

14 Sep 2026

Purbaya Dicopot, Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru

15 Sep 2026

25.000 Tahun Lalu, Manusia Purba Sulawesi Redakan Sakit Gigi dengan Pinang

16 Sep 2026

Film Empat Musim Pertiwi Jadi Wakil Indonesia di Oscar 2027

17 Sep 2026

Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba di Tanjung Priok

18 Sep 2026

Gatot, Jajanan Gunungkidul yang Konon Berasal dari Gaplek “Gagal Total”

19 Sep 2026

Jejak Yerusalem dalam Nama Kudus hingga Dijuluki Yerusalem van Java

21 Sep 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: