BerandaTradisinesia
Sabtu, 13 Mei 2022 18:25

Filosofi Rumah Joglo, Dari Pendapa hingga Ruang Utama

Atap rumah joglo menjadi ciri khas dari bangunan adat ini. (Facebook/Rumah Joglo)

Joglo merupakan rumah adat khas Jawa Tengah dan Yogyakarta. Omong-omong, kamu tahu nggak kalau di setiap ruangan di rumah joglo punya filosofinya tersendiri?

Inibaru.id – Rumah joglo adalah rumah adat dari Jawa Tengah yang umumnya dibangun menggunakan kayu jati. Selain dianggap sebagai salah satu warisan leluhur, rumah Joglo juga menjadi daya pikat Provinsi Jawa Tengah, lo.

Ciri khas utama dari rumah joglo terlihat pada atap yang berbentuk tajug atau mirip dengan atap piramida yang mengerucut. Katanya sih, bentuk ini menyerupai gunung, tempat yang dianggap sakral oleh orang-orang pada zaman dahulu.

Keunikan rumah joglo lainnya juga bisa dilihat dari arsitekturnya yang memiliki nilai estetika tersendiri. Joglo lebih dari sekadar hunian, melainkan menjadi simbol dari hubungan antar-manusia yang tinggal di dalamnya. Apa saja sih maknanya?

Pintu, Soko Guru, dan Alasan Mengapa Menghadap ke Selatan

Kalau kamu mengecek bagian depan rumah joglo, bakal terlihat pintu dengan jumlah tiga dengan pintu utama di bagian tengah. Pintu-pintu ini menggambarkan kedekatan dan keterbukaan antara penghuni rumah dengan tamu.

Empat pilar utama yang menjadi penyangga rumah joglo. (Twitter/Silvestra Kanza)

Kalau kamu sudah masuk ke dalamnya, terlihat empat pilar utama yang menjadi penyangga utama rumah atau yang biasa disebut dengan soko guru. Tiang utama ini masing-masing mewakili arah angin, yaitu barat, utara, selatan, dan timur.

Sebagian besar rumah joglo dibangun dengan bagian depan menghadap ke selatan. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan. Konon, arah selatan ini melambangkan kerakyatan atau pengayom bagi rakyat kecil. Maklum, pada zaman dahulu, orang yang mampu memiliki rumah joglo adalah masyarakat yang status sosialnya tinggi dan kemampuan ekonominya lebih.

Keunikan arsitekturnya punya makna tersendiri. (Instagram/Dekorasirumahjawa)

Susunan Rumah Joglo

Omong-omong ya, bila di bedah, susunan rumah Jawa ini meliputi pendhapa, pringgitan, dalem, dan dapur. Pendhapa merupakan bagian Joglo yang lazim dipakai untuk menjamu tamu, tempat untuk mengadakan pertemuan, pesta, ataupun pertunjukan. Terkadang, ruangan ini bahkan digunakan sebagai tempat gamelan. Struktur pendhapa yang terbuka memiliki makna bahwa orang Jawa memiliki sifat yang terbuka dan ramah.

Sementara itu, pringgitan merupakan ruangan yang digunakan sebagai pengantar sebelum memasuki dalem ageng yang menjadi pusat rumah Jawa. Bagian ruang tengah ini juga digunakan untuk menerima tamu yang hubungannya lebih dekat dengan pemilik rumah.

Setelah pringgitan, kamu bakal bertemu dengan bagian dalem rumah joglo yang merupakan bagian utama rumah. Fungsinya sebagai tempat tinggal pada rumah adat joglo. Biasanya sih, terdapat kamar-kamar yang disebut senthong yang terdiri dari bilik-bilik saja. Keadaan dalem yang tertutup menggambarkan privasi yang lebih tertutup, berkebalikan dengan pendhapa yang terbuka.

Yang terakhir adalah dapur sebagai tempat untuk meramu bumbu, memasak, dan sebagai tempat sisa makanan atau sayuran. Pada zaman dahulu, dapur dianggap sebagai tempat kegiatan para wanita.

Oya, kalau dilihat dari desainnya, ada beberapa jenis rumah joglo yang tersebar di Jawa Tengah maupun Jogja, lo, Millens. Jenis-jenisnya antara lain rumah joglo pengrawit, jompongan, limasan lawakan, semar tinandhu, mangkurat, sinom, dan hageng.

Kalau di tempatmu tinggal, apakah masih ada rumah joglo? (Kom, Bpa, Tir/IB32/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: