BerandaTradisinesia
Sabtu, 24 Jan 2020 20:35

Dari Sudut Pandang Anak Muda Keturunan Tionghoa Semarang, Ini Tradisi Imlek yang Masih Lestari hingga Kini!

Ilustrasi makan bersama. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Seperti Idulfitri bagi umat Islam, Taun Baru Imlek selalu jadi momen yang ditunggu warga Tionghoa, termasuk peranakan Tionghoa di Semarang. Hingga kini, beberapa tradisi bahkan masih disambut dengan antusiasme para pemudanya. Hm, apa saja?

Inibaru.id - Bagi Hermawan Honggo dan Maredonna Sutantio, dua pemuda keturunan Tionghoa asak Semarang yang belum lama ini ditemui Inibaru.id di Gedung Rasa Dharma Semarang, Tahun Baru Imlek hingga kini masih punya arti yang cukup mendalam.

Hermawan mengatakan, Imlek adalah momen bertemu keluarga. Baginya, merayakan tahun baru masyarakat Tionghoa itu perlu, karena sebisa mungkin kesempatan mengumpulkan keluarga itu harus terus dilakukan saban tahun.

”Keluarga harus dijaga, jadi sebisa mungkin tiap tahun di-refresh, dikumpulkan lagi agar tetap bersatu,” tuturnya.

Sementara, Maredonna mengungkapkan, Imlek adalah upaya menunjukkan bakti ke orang tua. Baginya, perayaan yang tahun ini jatuh pada 25 Januari itu merupakan ajang untuk silaturahmi ke teman-teman dan saudara.

Menurut keduanya, Imlek yang sarat tradisi juga masih relevan untuk dijalankan, terlebih untuk generasi milenial yang kerap dianggap kacang lupa kulit. Bukan kaleng-kaleng, keduanya bahkan mengaku masih menjalankan segala ritual dalam tradisi Imlek. Apa saja?

Makan Bersama

Tradisi makan bersama biasanya dilakukan pada malam hari sebelum Imlek. Pada momen ini, seluruh keluarga berkumpul dalam satu meja makan untuk menikmati berbagai hidangan khas Imlek yang sarat makna seperti ikan, ayam, babi, sup lobak, dan sayur lainnya.

Hermawan mengungkapkan, saat ini salah satu tradisi makan bersama yang hilang adalah keberadaan meja makan yang superpanjang. Dulu, saat makan bersama, dirinya memang makan bersama keluarga dari neneknya yang punya 13 anak, sehingga butuh meja yang superpanjang

“Rata-rata orang dulu anaknya banyak, jadi waktu jamuan mejanya panjang. Sekarang, anak paling dua, jadi mejanya beda. Ini yang sudah nggak ada,” kenangnya.

Sujud ke Orang Tua

Seperti sungkem, sujud ke orang tua merupakan tradisi yang wajib dilakukan setiap Imlek tiba.

Pada pagi hari, ungkap Dona, setelah mandi dan mengenakan pakaian baru, anak-anak sujud di depan orang tuanya, mengucapkan selamat tahun baru, dan berdoa.

“Dalam doa biasanya mengucapkan shen ti ji kang (badannya sehat selalu) dan nien nian you yu (setiap tahun ada kelebihan),” ungkap Dona.

Angpau

Angpau atau bingkisan berisi uang biasanya jadi hal yang selalu ditunggu. Setiap anak bakal mendapat angpau dari orang tua atau keluarga yang lebih tua. Namun, kalau sudah menikah, mereka nggak lagi menerima angpau, malah gantian memberi angpau kepada orang tua dan keponakan.

Berkumpul dengan Keluarga Besar

Setelah berkumpul dengan orang tua, biasanya masyarakat keturunan Tionghoa di Semarang, seperti masyarakat Tionghoa kebanyakan, bakal bersilaturahmi ke rumah keluarga dan berkumpul bersama.

Namun, menurut Dona, yang juga diamini Hermawan, berkumpul dengan keluarga besar kini menjadi semakin praktis. Momen ini biasanya dilakukan dengan berkumpul dan santap bersama di restoran atau membayar catering untuk makan bersama di rumah.

"Jika ada yang berhalangan hadir, mereka bisa saling ber-video call," tandas Dona.

Indah banget ya tradisi Imlek ini, Millens? Semoga masih banyak anak muda seperti Dona dan Hermawan yang menganggap penting perayaan Imlek ya! (Zulfa Anisah/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: