BerandaTradisinesia
Minggu, 3 Jan 2026 19:21

Bukan Sekadar Hiasan Janur, Ini Makna Mendalam Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Jawa

Kembar mayang. (Shutterstock)

Sering lihat janur kembar di acara pernikahan adat Jawa? Namanya Kembar Mayang! Ternyata, rangkaian janur ini bukan cuma hiasan, tapi punya misi suci sebagai penjaga pengantin dari mara bahaya sekaligus simbol doa agar hidup baru mereka selalu harum dan bermanfaat bagi sesama. Simak filosofinya di sini!

Inibaru.id – Kalau kamu datang ke acara temu manten dalam pernikahan adat Jawa, pandanganmu pasti nggak akan lepas dari sepasang hiasan janur cantik yang dibawa oleh pengiring pengantin. Hiasan itu namanya Kembar Mayang.

Eits, tapi jangan salah sangka, Gez. Kembar Mayang bukan cuma pajangan biar dekorasi kelihatan estetik, lo. Di balik lilitan janur dan dedaunannya, ada doa dan filosofi mendalam yang mengiringi langkah pengantin menuju hidup baru.

Secara fisik, Kembar Mayang adalah rangkaian seni dekorasi yang terbuat dari janur (daun kelapa muda), beragam dedaunan, serta bunga-bungaan yang ditancapkan pada batang pisang. Disebut "kembar" karena jumlahnya harus dua dan bentuknya wajib identik alias sama persis.

Hiasan ini melambangkan mekarnya bunga pinang. Maknanya? Mengantarkan sepasang kekasih untuk mekar dan terjun ke kehidupan bermasyarakat. Harapannya, setelah menikah, mereka bisa jadi orang yang bermanfaat dan berbakti bagi lingkungan sekitarnya.

"Daun Apa-Apa" dan Rahasia di Dalamnya

Kembar mayang terdiri atas berbagai daun dan bunga. (via RRI)

Ternyata, isian Kembar Mayang itu nggak boleh asal pilih. Ada tiga unsur utama yang punya makna filosofis masing-masing:

Dedaunan (Daun Apa-Apa)

Terdiri dari daun beringin, alang-alang, cikra-cikri, puring, hingga daun emas. Ini melambangkan pengayoman dan kekuatan menghadapi rintangan.

Janur
Dibentuk jadi berbagai rupa, mulai dari model keris, pecut (cemeti), kupat luar, sampai walang-walangan (belalang). Semuanya adalah simbol perlindungan dan kesiapan mental.

Bunga

Biasanya memakai bunga pandan putih (pudak) yang harum dan bunga merak (potro menggolo). Tujuannya agar nama baik pengantin selalu harum di mata masyarakat.

Oh iya, Kembar Mayang juga selalu ditemani kelapa hijau yang airnya dikenal sebagai penangkal racun. Ini adalah simbol doa agar rumah tangga mereka terhindar dari segala macam "racun" atau mara bahaya.

Simbol Penjaga dan Pembeda Baik-Buruk

Dalam adat Jawa, Kembar Mayang dianggap sebagai "saksi" sekaligus penjaga. Penempatannya pun nggak sembarangan, lo. Harus ada di sisi kiri dan kanan pengantin.

Filosofinya keren banget: Sisi kanan melambangkan segala hal yang jujur, suci, dan baik. Sementara sisi kiri melambangkan hal-hal buruk atau batil yang harus dihindari. Dengan adanya Kembar Mayang di kedua sisi, pengantin diingatkan untuk selalu memilih jalan kanan (kebaikan) dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Jadi, Kembar Mayang adalah doa visual agar pengantin bisa saling menjaga, menyerap kebaikan, dan membuang jauh-jauh hal buruk dalam hidup mereka. Sebuah warisan budaya yang penuh makna ya, Gez!

Gimana, makin tertarik nggak nih buat pakai adat Jawa di hari bahagiamu nanti? (Siti Zumrokhatun/E05)


Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mencicipi Rasa Legendaris Roti Jadoel Bu Djumery Salatiga

22 Des 2025

Fenomena 'Honjok', Gaya Hidup Sendirian yang Semakin Populer di Korea Selatan

22 Des 2025

Membantu Anak Belajar Bahasa: Strategi Efektif untuk Diterapkan sejak Dini

22 Des 2025

Reuni Sekolah dan Konser Tunggal Maestro Akustik Jubing Kristianto di Semarang

22 Des 2025

Kuy Liburan! KAI Daop 4 Kasih Diskon 30 Persen buat 24 KA Ekonomi

22 Des 2025

Resolusi Tahun Barumu Ganti Warna Rambut? Kenali Dulu Risikonya Biar Nggak 'Zonk'!

22 Des 2025

Meski Gen Z Semakin Cashless, Aturan Ungkap Pembayaran Tunai Nggak Boleh Ditolak

23 Des 2025

Daftar Kota yang Penurunan Muka Tanahnya Makin Parah, Bandung Ternyata Masuk!

23 Des 2025

Yang Tersisa setelah Mengikuti Long March 'Semarang Climate Strike' di Kota Lunpia

23 Des 2025

Kebijakan 'Gemar' dan Tantangan Keterlibatan Ayah dalam Pendidikan Anak

23 Des 2025

Libur Nataru 2025: Stasiun Daop 4 Semarang Diserbu Puluhan Ribu Penumpang, Kamu Salah Satunya?

23 Des 2025

Indonesia Bisa Ikuti Cara India Biar Harga Listrik Murah Lewat Energi Surya

23 Des 2025

Banyak Wisatawan ke Jogja Pas Libur Nataru, Akamsi Pilih di Rumah Saja

24 Des 2025

Jajanan Khas Musim Dingin di Korea yang Wajib Dicoba

24 Des 2025

Menelusuri Kretek Kudus dalam Catatan Jurnalis Legendaris Parada Harahap

24 Des 2025

8 Cara Mengajarkan Disiplin pada Balita dan Kapan Bisa Diterapkan

24 Des 2025

Mengenal Cloud Dancer; Warna Putih 'Awan Menari' yang Bakal Menghiasi Tahun 2026

24 Des 2025

Cortisol Face Viral di Tiktok, Benarkah Stres Bikin Wajah 'Chubby' dan Bengkak?

24 Des 2025

Kampanye Lingkungan, Warga Semarang Bikin Pohon Natal dari Bahan Daur Ulang

25 Des 2025

Semarang Nggak Adakan Pesta Kembang Api Tahun Baru, Warga: Sebaiknya Begitu

25 Des 2025

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: