BerandaTradisinesia
Senin, 7 Mar 2021 13:30

Baju Bodo, Busana Tertua Nusantara yang Berevolusi karena Islamisasi

Baju Bodo, baju adat perempuan Bugis yang legendaris. (Indonesiakaya)

Baju Bodo merupakan pakaian adat suku Bugis-Makassar. Diperkirakan, baju Bodo adalah salah satu busana tertua di dunia. Klaim ini didukung oleh sejarah kain Muslin yang menjadi bahan dasar baju bodo.

Inibaru.id - Ada begitu banyak sebutan untuk Baju Bodo ini, seperti kain Muslin (Eropa), Maisolos (Yunani Kuno), Masalia (India Timur), atau Ruhm (Arab). Baju ini kali pertama diperdagangkan di Kota Dhaka, Bangladesh, berdasar pada catatan pedagang Arab bernama Sulaiman pada abad ke-19.

Sementara itu, pada 1298, dalam buku The Travel of Marco Polo, Marco Polo mendeskripsikan kalau kain Muslin dibuat di Mosul (Irak) oleh para pedagang yang disebut Musolini.

Tapi, kain yang berasal dari kapas pilihan yang ditenun dan dijalin dengan benang katun ini telah lebih dulu dikenal masyarakat Sulawesi Selatan. Ada pun masanya yaitu pada pertengahan abad ke-9. Hm, jauh banget kan sebelum dikenal masyarakat Eropa pada abad ke-17?

Perlu kamu tahu, kain ini dikenal di Prancis pada abad ke-18. Jadi, klaim Baju Bodo sebagai busana tertua di dunia tampaknya masuk akal.

Ciri dan Transformasi Kain Muslin

Warna setiap Baju Bodo mewakili usia dan level sosial pemakainya. (Tribunnews)

Kain Muslin mempunyai rongga-rongga dan jarak benang-benangnya renggang. Nggak heran jika kain ini terlihat transparan. Karena itulah, kain Muslin cocok dipakai di daerah tropis atau daerah-daerah yang beriklim panas.

Kata “bodo” berarti pendek. Yap, kamu bisa melihat lengan baju ini pendek. Dahulu, kaum perempuan memakai Baju Bodo tanpa baju dalaman sehingga lekuk-lekuk dada pemakainya akan terlihat. Pada bagian pinggang ke bawah, dipakailah sarung.

Seiring masuknya pengaruh Islam di daerah ini, Baju Bodo juga mengalami penyesuaian. Meski masih transparan, masyarakat mulai memakai dalaman dengan warna senada yang lebih terang. Bagian bawahnya mengenakan sarung sutra dengan warna senada atasan.

Sarung ini terbuat dari benang biasa atau sutra asli yang berasal dari berbagai serat seperti serat alam, serat pisang hutan, dan serat akar anggrek liar. Dasar warna sarung ini biasanya hitam, cokelat tua, atau biru tua. Sarung yang dibuat dengan warna mengilap disebut Lipa Sabbe.

Motif yang menjadi ciri khasnya adalah corak kotak-kotak besar atau kecil dengan hiasan emas pada garisnya.

Aturan Dalam Baju Bodo

Baju bodo kini mulai berevaluasi. (Pinterest)

Dalam mengenakan baju bodo, orang nggak bisa sembarangan. Ada aturan yang harus dipatuhi seperti warna, usia, dan kasta pemakainya. Untuk perempuan berusia 10 tahun, mengenakan baju warna jingga, usia 10-14 tahun memakai jngga dan merah darah, dan mereka yang berusia 17-25 tahun memakai baju berwarna merah darah.

Kemudian, warna-warna tertentu juga identik dengan strata sosial seseorang. Para inang dan dukun memakai warna putih, putri bangsawan memakai hijau, dan para janda memakai warna ungu.

Biasanya, para perempuan akan memakai baju bodo ketika mengikuti acara pernikahan. Namun, kini banyak acara yang menganjurkan memakai pakaian ini seperti lomba menari dan menyambut tamu kehormatan.

Di kampung-kampung Bugis, Makassar, yang nggak terlalu “peduli” dengan tren mode, Baju Bodo masih tetap dipakai para pengantin perempuan ketika menikah. Nggak cuma mempelai perempuan, ibu pengantin, pendamping, dan para pagar ayu juga memakainya.

Tren boleh berganti, tapi baju tradisional tetap di hati. Betul nggak, Millens? (Ind,Pan,Lon/IB21/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: