BerandaTradisinesia
Selasa, 15 Jun 2020 15:37

Agar Harpa Rahang Bambu Terus Mengalun

Sekotak makan berisi harpa rahang sering dibawa Iwennk ke mana-mana untuk dikenalkan. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Satu hal yang pengin dilakukan oleh Erwin Rizki (Iwenk), dia bertekad menjaga kelestarian musik tradisional harpa rahang bambu yang sudah jarang ditemui. Tekad itu dia wujudkan dengan tindakan-tindakan regenerasi yang nggak pernah lelah, baik secara pribadi maupun komunitas. Bagaimana Iwenk melakukannya ya?

Inibaru.id – Pada Maret 2009 lalu berdiri kelompok musik hardcore bernama Karinding Attack di Bandung. Awal mulai memang belum keren, tapi saat ini kelompok tersebut telah keluar masuk negeri-negeri lain di negara Eropa. Dari sinilah loncatan awal yang menjadikan karinding atau yang secara umum dikenal dengan nama harpa rahang diketahui banyak orang.

Menurut pegiat harpa rahang bernama Iwenk, aktor seperti Karinding Attack inilah yang membuat karinding bisa dikenal publik luas, termasuk anak muda dengan semua upaya pelestariannya.

Selain lewat kemunculan Karinding Attack, karinding dapat bertahan pula karena komunitas. Iwenk bersama dua orang temannya Ibnu dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa dan Nabil dari UIN Sunan Kalijaga membuat komunitas Suku Karinding Jogja (Sukarjo). Tepatnya April 2019, kelompok yang bertujuan untuk melestarikan karinding ini dibentuk.

“Sukarjo terbentuk karena kegelisaahanku sendiri, di mana orang sukanya beli-beli-beli, nggak ada regenerasi dan pengrajin karinding. Di sini bambu dan alatnya disediakan sendiri. Ngumpul-ngumpul di kos sebulan dua kali,” kata pemuda asal Semarang itu.

Iwenk dengan harpa rahang bambu hasil buatannya. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Selain acara kumpul-kumpul, Sukarjo juga menyelenggarakan workshop untuk orang-orang yang tertarik belajar dan membuat karinding. Hasil dari workshop ini cukup efektif, beberapa orang sudah ada yang bisa membuat karinding sendiri.

Komunitas semacam Omah Guyub yang berada di Kasongan, Yogyakarta menjadi tempat Iwenk berproses. Di komunitas inilah berbagai jenis seniman berkumpul, Iwenk menggambarkan Omah Guyub sebagai “orang seni betulan”. Yakni mereka yang dengan segala keterbatasan memunculkan berbagai imajinasi liar. Merespon sesuatu menjadi sesuatu.

Jalan lebih sunyi lain yang dilakukan Iwenk adalah dengan membawa sekotak karinding seukuran box makan ke manapun dia pergi.Dia kemudian menarasikan alat itu kepada orang lain. Menurutnya hal tersebut lebih progresif daripada menjual karinding. Nggak hanya di dalam negeri, Iwenk memiliki mimpi pula untuk memperkenalkannya ke luar negeri sebagaimana yang dilakukan Karinding Attack.

Jenis harpa rahang lain dari Vietnam yang dibuat dari logam. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)<br>

“Bagiku karinding progres banget karena tersebar di seluruh dunia. Di Eropa, Amerika, Jepang, Kazakhstan, seluruh dunia ada,” ujarnya.

Bagi Iwenk, melestarikan nggak cukup dengan hanya membeli, tapi juga membuat. Dengan menjadi pengrajin, seseorang akan lebih intim dengan apa yang dibuatnya. Keterbukaan pikir pun juga terjadi.

Kamu berminat melestarikan karinding atau jenis harpa rahang lain juga, Millens? Kalau iya, jangan cuma membeli ya, tapi jadilah pengrajin, he-he. (Isma Swastiningrum/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: