BerandaPasar Kreatif
Kamis, 10 Des 2025 17:12

Pertanian di Jateng Perlu Fokus pada Peningkatan Daya Saing Produk Pangan

Sumanto (berbaju hitam) berharap, pertanian di Jateng bisa difokuskan pada peningkatan daya saing produk pangan. (Istimewa)

Pemerintah Jawa Tengah didorong untuk mengarahkan pembangunan pertanian pada peningkatan daya saing produk pangan melalui teknologi, benih unggul, dan penguatan rantai pasokan untuk mewujudkan visi daerah sebagai Lumbung Pangan Nasional.

Inibaru.id - Pembangunan pertanian saat ini seharusnya lebih difokuskan pada peningkatan daya saing produk pangan. Hal ini sebagaimana dikatakan Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto, belum lama ini.

Menurutnya, strategi ini bukan hanya menjadi langkah hilirisasi yang mampu menaikkan harga jual hasil pertanian, tetapi juga menjadi jalan bagi peningkatan kesejahteraan petani di daerah.

Dalam pandangannya, era globalisasi memberi peluang besar bagi produk pangan, terutama komoditas segar yang kini semakin diminati pasar. Dia menilai, tren konsumen yang bergeser ke bahan yang lebih segar, aman, dan berkualitas, adalah alasan mengapa pembaruan cara pandang dalam pembangunan pertanian ini penting.

"Sektor pertanian tak bisa lagi hanya bicara bagaimana menggenjot hasil panen, tetapi harus ke daya saing, kualitas produk, dan penerapan teknologi pertanian," tegas Sumanto.

Pentingnya Perluasan Adopsi Teknologi

Nggak lupa, dia juga menyebutkan tentang pentingnya perluasan adopsi teknologi di kalangan petani mulai dari penyediaan benih unggul, sistem irigasi modern, hingga perbaikan rantai pasokan pangan.

Menurutnya, hal itu krusial untuk memperkuat posisi petani dalam persaingan global. Sumanto bahkan menyoroti peran balai-balai pertanian di Jawa Tengah yang bisa dioptimalkan menjadi pusat riset dan pengembangan benih.

Balai pertanian bisa dioptimalkan menjadi pusat riset. (Istimewa)

"Balai-balai pertanian ini bisa menjadi tempat riset yang bagus. Sebab, 90 persen keberhasilan pertanian ada pada benihnya," kata dia.

Tanpa inovasi dan dukungan kebijakan yang kuat, lanjutnya, petani berisiko tertinggal dari negara-negara lain yang telah lebih maju dalam penerapan teknologi pertanian. Kondisi ini dapat membuat produk lokal kalah bersaing dan berujung pada stagnasi pendapatan petani.

Visi Menjadi Lumbung Pangan Nasional 

Sumanto juga menyinggung persoalan kesejahteraan petani yang masih terkungkung oleh model pertanian konvensional. Dengan pendapatan yang terbatas, petani sulit terlepas dari jerat kemiskinan.

Dia bahkan menyebut bahwa kantong-kantong kemiskinan di Jawa Tengah saat ini banyak berada di daerah dengan penduduk yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Karena itulah, menurutnya penting untuk memastikan bahwa arah penganggaran daerah masih selaras dengan visi pembangunan pangan provinsi.

“Prioritas anggaran dan kebijakan masih mengacu pada visi-misi gubernur yaitu Jawa Tengah menjadi Lumbung Pangan Nasional,” ujar Sumanto. "Dengan komitmen ini Jawa Tengah bisa terus memperkuat fondasi sektor pertanian sebagai motor pencapaian visi lumbung pangan nasional."

Dia menandaskan, penguatan kapasitas petani dan peningkatan kualitas produksi menjadi kunci agar Jawa Tengah nggak hanya mempertahankan posisinya sebagai daerah agraris, tetapi juga mampu menjadi pusat pangan yang berdaya saing tinggi.

Visi yang menarik. Saatnya rapatkan barisan dan bergerak bersama demi masa depan pertanian Jateng. (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: