BerandaPasar Kreatif
Sabtu, 13 Mar 2026 16:08

Pendapatan Desa hingga Miliaran, Pemdes Beri THR Lebaran untuk Warga Sriwulan

Pendapatan asli Desa Sriwulan, Limbangan, Kendal yang mencapai miliaran rupiah sehingga mampu memberi THR warganya salah satunya berasal dari keuntungan mengelola destinasi wisata Kalikesek. (Era-pos)

Sebanyak 225 KK di Desa Sriwulan menerima THR Rp1 juta yang bersumber dari pendapatan objek Wisata Kalikesek.

Inibaru.id - Raut bahagia tampak di wajah warga Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, saat memasuki aula balai desa pada Rabu (11/3) siang. Mereka yang baru datang segera menempatkan diri di deretan kursi yang sudah disiapkan panitia.

Suasana balai desa terasa hangat, penuh obrolan ringan dan canda tawa. Dengan sabar, mereka menati agenda utama yang paling ditunggu-tunggu, yakni pembagian tunjangan hari raya (THR) dari Pemerintah Desa (Pemdes) Sriwulan untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.

Nggak lama, peristiwa yang ditunggu-tunggu datang juga. Diiringi tepuk tangan riuh, perangkat desa pun membagikan THR kepada 225 keluarga yang hadir, masing-masing sebesar Rp1 juta. Khozin, salah seorang penerima THR mengatakan, dananya diambil dari pendapatan Bumdes.

"Sebagian dari hasil pengelolaan objek wisata Kalikesek yang sepanjang 2025 menghasilkan keuntungan sekitar Rp1,4 miliar," sebutnya.

Lelaki bersahaja itu mengatakan, pembagian THR dari Pemdes Sriwulan ini sudah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut. Dia mengaku bahagia dan bersyukur atas uang "bagi hasil" yang diterimanya tersebut, karena menurutnya cukup jarang pemda memberikan THR untuk warganya.

"Dari sekian banyak desa, mungkin hanya di Sriwulan ini warga menerima THR sebesar ini," ucap Khozin seraya tersenyum.

Untuk Persiapan Lebaran

Seorang warga menunjukkan pemberian THR dari Pemdes Sriwulan, Limbangan, Kendal. (Inibaru.id/ Sundara)

Rencana Khozin, sebagian dari uang tersebut akan diberikan kepada orang tuanya, sedangkan sisanya bakal dipakai untuk memenuhi kebutuhan keluarganya pada perayaan Idulfitri nanti. Berkat THR itu, dia jadi bisa mempersiapkan lebaran dengan lebih baik.

Sebagai pekerja serabutan dengan penghasilan yang nggak menentu, sebelum ini laki-laki berusia 43 tahun itu mengaku sangat jarang menyiapkan hal khusus untuk merayakan Idulfitri. Dia mengatakan, uang yang ada lebih sering diprioritaskan untuk kebutuhan dapur ketimbang membeli baju baru saat lebaran.

"Dulu, menjelang lebaran, kalau mau beli sesuatu, misalnya baju baru, harus pikir-pikir dulu. Nah, berkat THR ini saya jadi bisa memberi orang tua dan membeli baju baru untuk anak dan istri," ungkapnya.

Khozin mengatakan, saat ini dirinya kerap diminta bantuan Pemdes Sriwulan untuk ambil peran sebagai petugas keamanan di Kalikesek, terutama saat ramai pengunjung. Dia mengaku senang melakoni pekerjaan tersebut karena merasa dipercaya.

Kebahagiaan serupa juga dirasakan Suharti. Perempuan yang membesarkan dua anak sebagai orang tua tunggal tersebut juga merasa senang dengan THR yang diterimanya itu. Dia mengatakan sudah memiliki rencana akan membelanjakannya untuk apa.

"THR saya akan dipakai untuk membeli baju baru anak. Selain itu, sangat bermanfaat juga untuk belanja berbagai kebutuhan lebaran seperti beras dan camilan," ungkapnya.

Tanpa Kriteria Khusus

Acara pembukaan pembagian THR di gedung Aula Desa Sriwulan. (Inibaru.id/ Sundara)

Meski nggak terlibat langsung dalam pengelolaan wisata Kalikesek, Suharti yang berprofesi sebagai penjahit mengaku bangga dengan keberadaan destinasi wisata murah meriah tersebut. Ramainya pengunjung membuat roda perekonomian warga desa turut menjadi lebih hidup.

Sementara itu, Kepala Desa Sriwulan Sulistyo mengatakan bahwa program pembagian THR bagi warga ini bukanlah yang pertama. Program ini sudah berjalan selama tiga tahun terakhir dengan nominal bantuan yang terus meningkat, seiring bertambahnya pendapatan desa.

"Seluruh warga Sriwulan mendapatkan THR tanpa kriteria khusus," sebutnya seusai pembagian THR.

Dia menambahkan, pembagian THR tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk membantu warga memenuhi kebutuhan menjelang Idulfitri, mengingat sebagian besar masyarakat Sriwulan bekerja sebagai buruh tani.

"PAD (pendapatan asli desa) itu sebenarnya bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan desa. Namun, kami mendapat masukan dari BPD dan tokoh masyarakat, sebaiknya ada sebagian anggaran yang dibagikan kepada warga dalam bentuk THR," ucapnya.

Sedikit informasi, sepanjang 2025, total PAD yang dihasilkan Bumdes Sriwulan mencapai sekitar Rp5,6 miliar. Dari jumlah tersebut, wisata Kalikesek menyumbang sekitar Rp1,4 miliar. Selain sektor wisata, Bumdes juga mengelola berbagai usaha.

"Di samping pengelolaan wisata Kalikesek, Bumdes Sriwulan juga mengurusi perdagangan perlengkapan pertanian, penyewaan gedung, dan koperasi desa. Ke depan, desa juga sedang menyiapkan unit usaha baru yang fokus pada pengelolaan sampah," paparnya.

Dampak Positif Kalikesek

Seorang warga terlihat semringah setelah menerima THR dari Pemdes Sriwulan. (Inibaru.id/ Sundara)

Menurut Sulistyo, berkembangnya wisata Kalikesek memberikan dampak besar terhadap peningkatan pendapatan desa. Dana tersebut kemudian dialokasikan untuk berbagai program seperti kesehatan, pendidikan, hingga pembagian THR untuk warga.

Sejak dibuka pada 2022 dan dikembangkan meniadi destinasi wisata, Kalikesek memang semakin dikenal luas oleh masyarakat. Sedikit gambaran, rata-rata pengunjung harian di destinasi wisata sungai itu bisa mencapai sekitar 3.000-5.000 orang.

"Pada momen tertentu seperti Libur Tahun Baru 2026 lalu, kami mencatat ada 10 ribu pengunjung ke Kalikesek," ujar Sulistyo dengan bangga. "Data itu berasal dari tiket yang terjual. Ramai, karena harga tiket masuknya cuma Rp2.000."

Sulistyo menuturkan, untuk momentum Libur Lebaran 2026 ini, harga tiket masuk Kalikesek bakal dinaikkan menjadi Rp5.000. Kenaikan ini dimaksudkan untuk memberikan tambahan bonus bagi warga yang tetap berada di desa selama libur lebaran.

"Hanya kenaikan sementara. Setelah lebaran, harga tiket akan kembali normal seperti semula," tutupnya.

Berkat usaha desa yang berjalan baik, warga pun kecipratan dampak positifnya. Memang seperti itulah sebaiknya usaha desa bergerak. Selamat belanja lebaran ya, Warga Sriwulan! (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Wayang Klithik, Wayang Kayu Pipih yang Lahir dari Tradisi Jawa dan Bunyi "Klithik"

27 Agu 2026

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026

28 Agu 2026

ARTOTEL Gajahmada Semarang Hadirkan “Layers of Living”, Pameran Dua Seniman dengan Perspektif Berbeda

28 Agu 2026

Berburu Barang Antik di Solo? Ini 3 Tempat Favorit yang Wajib Dikunjungi Kolektor

29 Agu 2026

Komdigi Larang Operator Hanguskan Sisa Kuota Internet Pelanggan

31 Agu 2026

Manuskrip Al-Qur’an Berusia 180 Tahun dari Aceh Mulai Didigitalisasi

1 Sep 2026

Transaksi Indonesia-Singapura Bisa Pakai Rupiah dan Dolar Singapura Tanpa US$

2 Sep 2026

Prabowo Targetkan Tutup 700 BUMN hingga Akhir 2026

3 Sep 2026

Saat Serayu Jadi Pengantin dalam Prosesi Manten Gethek

4 Sep 2026

Kali Odo Semarang, Sungai yang Justru Deras saat Kemarau

7 Sep 2026

Hipdut, Perpaduan Hip-Hop dan Dangdut yang Dekat dengan Gen Z

8 Sep 2026

20 Kisah Perjuangan Bakal Diangkat Kemenbud ke Layar Lebar

9 Sep 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: