BerandaPasar Kreatif
Rabu, 8 Feb 2022 08:25

Pematri Emas, Pekerja Seni Logam Mulia Jalanan

Imbarni, seorang pematri emas yang biasa mangkal di deretan ruko Jl. K.H. Wahid Hasyim atau Kawasan Pecinan Semarang. (Inibaru.id/Kharisma Ghana Tawakal)

Punya perhiasan emas yang hampir patah atau malah sudah patah? Jangan buru-buru dijual deh. Coba dulu perbaiki perhiasan tersebut di pematri emas. Mereka bisa ditemui di jalanan kok. Yuk simak kisah para pekerja seni logam mulia ini menjalankan profesinya, Millens.

Inibaru.id – Perhiasan emas adalah salah satu benda yang bisa ditemui di rumah-rumah di Indonesia. Ada yang sering dipakai, ada juga yang dijadikan simpanan saja. Masalahnya karena berbagai sebab, terkadang perhiasan emas ini jadi rusak atau bahkan patah. Nah, kalau sudah begini, sebaiknya kita segera mencari pematri emas, deh.

Beda dengan emas batangan, perhiasan emas biasanya dibuat tipis dan rentan untuk patah. Gelang, anting, atau kalung bisa saja memiliki kaitan yang tipis dan mudah patah. Kalau sudah begini, pasti langsung pusing, kan, Millens?

Untungnya sih, ya, ada pematri emas yang siap untuk memperbaiki perhiasan-perhiasan emas yang rusak tersebut. Nah, salah satu orang yang sudah lama menjalani profesi ini adalah Imbarni. Kamu bisa kok menemuinya mangkal di depan sebuah toserba yang berlokasi di Jalan K.H. Wahid Hasyim, Kawasan Pecinan Semarang, di gerobak kecilnya.

Meja kerja Imbarni yang penuh dengan beragam alat dan bahan yang digunakan untuk mematri emas. (Inibaru.id/Kharisma Ghana Tawakal)

Imbarni ini sudah sangat berpengalaman dalam dunia pematrian emas. Maklum, dia sudah berkecimpung di dunia logam mulia sejak 1978, lo.

“Saya dulu pergi dari kampung saya dari Trenggalek, Jawa Timur ke Semarang pada 1978. Saya mulai bekerja ikut orang di toko emas,” cerita Barni tentang dari mana keahlian mematri emasnya berasal, Kamis (12/08/2021).

Usai bekerja di toko emas selama 20 tahun, nasib benar-benar mengubahnya. Krisis ekonomi 1998 membuat tempat dia mengadu nasib gulung tikar. Untungnya, Imbarni nggak patah arang dan akhirnya banting setir menjadi pematri emas gerobak di pinggir jalan.

“Sekitar 20 tahun kerja di toko yang dulunya di situ (menunjuk toko di belakangnya). Yang punya kebanyakan main nomor (judi). Padahal tokonya baru saja dilunasin. Eh, waktu tahun 98 malah bangkrut,” lanjut Barni.

Imbarni mencoba menghidupkan besi patri atau blender dengan korek. (Inibaru.id/Kharisma Ghana Tawakal)

Soal berapa tarif yang dikenakan kepada pelanggan yang ingin memperbaiki perhiasan emas yang patah, Imbarni mematok harga Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu untuk sekali patri.

“Harga tersebut tergantung tingkat kesulitan dan patahannya,” tegas Barni.

Barni mengaku pekerjaannya sebenarnya nggak benar-benar susah, termasuk bagi para pemula sekalipun. Meski begitu, tingkat ketelitian yang dibutuhkan memang sangat tinggi.

“Cara patrinya nggak susah untuk saya yang udah pengalaman. Semua bisa kalau mau belajar,” papar Barni.

Soal alat dan bahan yang dia persiapkan untuk pekerjaannya, ada bermacam-macam, Millens. Ada lapisan emas dan perak yang dicampur 1:3, pompa udara, selang, besi patri (blender), bensin, tang, korek, dan kaca pembesar.

Blender atau besi patri yang digunakan untuk menyalurkan api guna meleburkan campuran patri. (Inibaru.id/Kharisma Ghana Tawakal)

Lantas, seperti apa sih proses mematri perhiasan emas yang biasa dia lakukan?

“Pertama, siapkan ulenan emas dan perak yang masih padat dengan perbandingan 1:3. Lalu siapkan semua alatnya. Pompa sejenak untuk menaikkan bensin melewati selang dan blender, kemudian nyalakan api dengan korek. Selanjutnya, arahkan blender yang pucuknya ada api membara. Pastikan pompa bensin stabil dengan kaki,” jelas Barni sembari memberikan contoh langsung bagaimana cara mematri emas.

Terlihat jelas Barni yang sudah berusia 69 tahun ini sangat berpengalaman dalam menjalankan tugasnya. Sayangnya, dia nggak bisa sering-sering unjuk keahlian ini karena pelanggan nggak selalu datang. Dia bahkan mengaku sering nggak mendapatkan satu pelanggan pun selama tiga atau empat hari.

Meski berat, Barni ikhlas menjalankan profesinya. Dia juga bangga karena dengan kegigihannya selama ini, tiga anaknya mampu mengenyam bangku sekolah.

Selang dan pompa yang digunakan sebagai alat untuk menghantarkan bensin sebagai sumber daya utama api dalam mematri emas. (Inibaru.id/Kharisma Ghana Tawakal)

“Bersyukur dari kerjaan utama ini bisa nyekolahin tiga anak, yang terakhir baru saja lulus sarjana tahun ini,” pungkasnya.

Imbarni biasa mangkal dari pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB. Jam kerjanya memang pendek, namun dia nggak mengenal hari libur sama sekali. Untungnya, dia nggak sendirian. Ada rekan-rekan sesama pematri emas, para pekerja seni logam mulia di Kawasan Pecinan yang bisa jadi rekan ngobrol sembari menunggu para pelanggan. (Kharisma Ghana Tawakal/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: