BerandaPasar Kreatif
Selasa, 5 Feb 2018 22:23

Menyulap Seonggok Akar Menjadi Kerajinan Bernilai Seni

Kerajinan akar wangi (tribunnews.com)

Pernah mendengar tanaman akar wangi? Memiliki akar yang berbau harum, tanaman akar wangi selain bisa mencegah banjir juga memiliki banyak manfaat yang bisa menaikkan ekonomi rakyat. Salah satunya yaitu dengan menjadikan akarnya sebagai kerajinan bernilai seni.

Inibaru.id –  Nggak ada rotan akar pun jadi. Pernah mendengar peribahasa tersebut? Nah, peribahasa itu ada benarnya untuk warga Kelurahan Sewu, Jebres, Solo, Jawa Tengah. Mereka memanfaatkan akar wangi untuk membuat kerajinan seni yang unik dan menarik.

Perlu kamu tahu nih, tanaman akar wangi ini berfungsi untuk memperkuat dan mengencangkan tanah. Bahkan menurut penelitian, akar ini mempunyai kekuatan hingga seperempat dari kekuatan baja sehingga tanaman bisa menjadi penahan erosi di daerah rawan longsor.

Selain itu, akar wangi ini juga dimanfatkan sebagai bahan wewangian dan kosmetik. Ini karena akar tersebut menghasilkan minyak yang disebut minyak atsiri.

Nah, dalam perkembangannya, di tangan orang-orang kreatif, kini akar tersebut dapat diolah menjadi berbagai macam bentuk kerajinan yang unik dan menarik. Bermacam bentuk kerajian dengan berbahan dasar dari akar sejenis tumbuhan rumput ilalang itu bisa kamu temui salah satunya di Kelurahan Sewu, Jebres, Kota Solo. Di sana, mereka menyulap akar wangi yang telah mereka tanam sejak 2015 lalu menjadi kalung, boneka, dan aksesori cantik lainnya.

Mereka mampu membuat kerajinan tersebut setelah sebelumnya sukarelawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Sewu mendatangkan instruktur kerajinan akar wangi dari Kabupaten Wonogiri. Ya, instruktur itu diminta untuk mengajarkan cara pembuatan kerajinan dari akar wangi kepada warga Kelurahan Sewu.

Baca juga:
Cari Sangkar Burung? Ke Wirun Saja
Limbah Kulit Kerang Disulap Jadi Kerajinan Ciamik

Mengutip suaramerdeka.com (5/1/2018), semula akar wangi memang sengaja ditanam di daerah tersebut untuk menanggulangi longsor di bantaran Bengawan Solo. Pasalnya, warga sekitar resah terhadap tanah di bantaran sungai yang gampang tergerus arus ketika hujan lebat.

Selain itu, sejak 2015 pembangunan parapet juga berdampak pada kekuatan tanah. Ya, ini karena pembangunan parapet menggunakan berbagai peralatan berat seperti eskavator di pinggir bantaran, menimbulkan getaran.

Nah, karena berdampak pada amblesnya tanah, Sibat Kelurahan Sewu akhirnya menanam tanaman akar wangi guna menguatkan tanah.

Sebelum ditanami akar wangi, awalnya bantaran di daerah itu telah ditanami pohon mangga. Namun ternyata pohon mangga nggak efisien untuk merekatkan tanah. Akhirnya, mereka pun menjadikan penanaman akar wangi sebagai program kerja Sibat yang diajukan ke Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai upaya cepat tanggap warga terhadap lingkungan rawan bencana. Mendapat dana dari PMI Pusat dibantu Zurich Foundation dan IFRC Jenewa, pada 2018 penanaman akar wangi dilakukan ulang agar bisa dipanen pada 2020 nanti.

Terdapat sekitar 200 akar wangi sudah ditanam lagi di bantaran Bengawan Solo kawasan Kelurahan Sewu. Namun penanaman masih akan berlanjut. Diperkirakan bakal ditanami akar wangi mencapai lebih kurang 1.000 tanaman. Menjadi upaya PMI pusat memberdayakan masyarakat yang tinggal di lingkungan rawan bencana, Sibat di Kota Solo menjadi fasilitator berbagai macam kebutuhan dalam menyiapkan dan menjadikan masyarakat yang tangguh serta tanggap terhadap bencana. Alhasil keberadaan Sibat ini menjadi solusi PMI dalam menanggulangi bencana di lingkungan warga.

Terkait hasil kerajinan akar wangi buatan warga Kelurahan Sewu, rencananya nanti hasil kerajinan tersebut akan dijual sebagai bentuk apresiasi kepada warga dan anggota Sibat. Selain dapat dijadikan sebagai sarana untuk memberdayakan masyarakat, hasilnya juga bisa untuk biaya operasional kegiatan penanggulangan bencana Sibat.

Ya, kerajinan akar wangi ini memang memiliki daya jual cukup tinggi. Meskipun termasuk kerajinan tradisional, namun peminatnya cukup banyak. Bahkan ada yang sudah mengekpornya ke luar negeri, lo.

Baca juga:
Kacamata Kayu dari Tegal Ini Sudah Go International
Indrakila, Keju Boyolali Rasa Internasional

Perlu kamu ketahui juga, akar wangi yang baik untuk dijadikan kerajinan adalah yang berusia10 - 12 bulan. Kenapa? Sebab panjangnya sudah mencapai 40 sentimeter sehingga memadai untuk ditenun. Selain itu juga agar mengeluarkan wangi yang tahan lama. Setelah akar wangi di panen dan dibersihkan, akar-akar tadi ditenun. Ukuran akar yang nggak sama besar justru menjadi kelebihan karena menjadikan tenunan bertekstur unik.

Wah, ternyata banyak sekali ya manfaat dari tanaman akar wangi. Nggak hanya bisa mengurangi bencana alam, akar wangi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. (ALE/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: