BerandaPasar Kreatif
Jumat, 13 Sep 2018 16:42

Kamu Pengin Terjun ke Dunia Pasar Modal? Pahami Dulu Rambu-Rambu Ini!

Investasi bisa dipantau lewat smartphone. (Inibaru.id/Clara Ariski)

Berinvestasi bukanlah semata membeli sesuatu lalu biarkan investasi tersebut berkembang dengan sendirinya. Ibarat benih pohon, kita nggak bisa membiarkannya tumbuh sendiri. Benih, lahan, pupuk, dan perawatan terbaik perlu kita berikan agar buah yang dihasilkan juga memuaskan.

Inibaru.id – Kesadaran berinvestasi di kalangan anak muda terus bertumbuh. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, hingga akhir 2017 lalu, sekitar 30 persen investor pasar modal berasal dari kelompok usia 18-30 tahun. Tentu saja ini menjadi catatan bagus buat anak muda.

Nah, buat kamu yang pengin memasuki dunia investasi, khususnya pasar modal, cobalah! Namun, jangan asal coba-coba, karena meski hasilnya menggiurkan, risiko yang harus kamu tanggung juga cukup besar, kalau kamu nggak paham. Terus, apa yang harus kamu lakukan?

Pantang Menyerah

Hal paling sulit dalam berinvestasi adalah memulainya. Modal kecil nggak masalah, yang penting kamu mencoba mengawalinya. Atikah Rachmawati, misalnya, selalu berusaha aktif mengikuti pergerakan pasar modal. Gadis yang juga menyukai investasi mata uang virtual (cryptocurrency) itu sempat meraih untung, tapi juga pernah merugi.

“Dalam satu bulan saya pernah mendapat keuntungan hingga berkali-kali lipat. Namun, pernah mencoba lagi malah rugi," tutur dia.

Namun begitu, pengalaman tersebut justru melatih mentalnya dalam mengambil keputusan. Kendati sempat gagal, Atikah mengaku nggak kapok belajar. Menurutnya, berinvestasi juga membawa manfaat lain, semisal meningkatkan rasa percaya diri.

“Saya nggak kapok karena kegiatan ini cukup menjanjikan di masa depan. Daripada waktu saya terbuang buat internetan nggak jelas, mending berinvestasi dan dapat penghasilan.” jelasnya.

Paham Ilmu

Menginvestasikan kekayaan bukanlah perkara mudah, meski nggak bisa dikatakan sulit. Saat berinvestasi saham, misalnya, kamu nggak bisa asal cap-cip-cup, lalu dipilih. Pastikan kamu betul-betul paham kenapa berinvestasi ke saham A, B, atau C.

Hal itu seperti diungkapkan Izhhar Gemilang. Pemuda yang sudah cukup lama berinvestasi di dunia pasar modal itu mengatakan, tiap orang memiliki "gaya"-nya sendiri dalam berinvestasi.

"Kalau saya lebih suka value investing pada saham yang undervalued. Lebih tenang dan nggak perlu modal banyak,” ujar mahasiswa asal Jakarta tersebut.

FYI, dalam dunia pasar modal, sekurangnya ada dua model investasi untuk menentukan saham apa yang pengin kamu beli atau ke emiten (perusahaan pencari modal) kamu akan menginvestasikan uangmu. Keduanya adalah value investing dan growth investing.

Value investing adalah teknik mencari saham yang berbasis analisis fundamental dalam pasar modal. Untuk bisa mendapatkan saham yang murah (undervalued), kamu lebih dulu harus menganalisa rasio pada fundamental perusahaan, harga wajar saham (intrinsic value), dan Margin of Safety (MoS).

Sementara, growth investing adalah teknik mencari saham yang mengutamakan pertumbuhan yang baik dan menjanjikan pada suatu perusahaan. Biasanya, perusahaan yang dipilih sudah memiliki nama dan manajemen yang baik. dan perfomanya hampir selalu konsisten mengalahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) per tahun. Kamu tinggal pilih saja yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Jangan Terlena

Prinsip utama dalam berinvestasi adalah: jangan serakah! Keuntungan dari berinvestasi jangan sampai membuatmu terlena. Lantaran jurus berinvestasi yang cukup luas, sebagian investor biasanya memilih mengalokasikan sebagian keuntungan mereka untuk meningkatkan diri.

Selain membeli buku tentang pasar modal atau mengunduh aplikasi berbayar untuk analisis chart saham, beberapa investor biasanya memilih mengikuti seminar dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuannya di dunia pasar modal. Ini penting, karena semakin tahu cara berinvestasi, kita jadi nggak gegabah dalam menentukan pilihan.

Nah, sudah tahu kan gimana susah dan senangnya jadi investor muda? Kalau tekun belajar, kamu pun bisa mendapatkan banyak manfaat dari investasi seperti mereka. Jadi, tambah lagi semangatmu ya! (Clara Ariski/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: