BerandaPasar Kreatif
Senin, 14 Mar 2021 14:00

Kios Obat Kuat di Pinggir Jalan Hanya Pajangan, Persaingan Sesungguhnya di Dunia Maya

Ilustrasi - Kios obat kuat di pinggir jalan tampak selalu sepi tapi bisa bertahan sampai lama dan makin menjamur. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kalau melihat kios obat kuat yang nggak pernah ramai, mungkin kamu mengira nggak ada yang beli. Eits, jangan salah, perdagangan sesungguhnya ada di dunia maya.<br>

Inibaru.id - Konsep toko bisnis ini mirip-mirip. Bentuk rukonya kecil dan hanya dilapisi dinding seadanya. Tampilan warnanya pun selalu ngejreng dan cerah. Nyaris nggak pernah yang bernuansa gelap. Di dalam ruko ini juga selalu terpampang sebuah etalase kecil layaknya konter-konter pulsa. Itu pun nggak pernah dijaga secara serius.

Sudah paham dengan gambaran itu tadi sebagai tempat apa? Kalau belum, ada tanda yang paling menonjol di depannya, yakni sebuah tulisan “Viagra” yang besar dan dilengkapi lampu neon box sederhana yang cukup untuk menerangi kios kecil itu. Yap, nggak salah lagi, itu semua adalah gambaran dari kios obat kuat.

Saya awalnya penasaran, mengapa kios obat kuat punya ragam serupa. Ada lagi, meskipun tampaknya sepi, dan jarang ada kendaraan pembeli terparkir di depannya, namun kios itu bisa bertahan bertahun-tahun dan semakin menjamur. Sungguh misterius!

Ilustrasi - Kios obat kuat di pinggir jalan hanya pajangan. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Sampai kemudian suatu ketika ada teman saya yang entah mungkin mendapatkan wangsit dari mana lalu memutuskan berjualan obat kuat.

“Kios-kios di jalan itu cuma buat pantas-pantas saja. Buat nunjukin kalau 'ini lo aku jual obat kuat beneran, bukan nipu', tapi perdagangan yang sebetulnya ada di dunia maya,” ujar temanku yang ingin disebut dengan Rofiq saja saat saya hubungi via gawai pada Rabu (17/2/2021).

Menurut Rofiq, bisnis obat kuat secara daring ada hubungannya dengan iklan-iklan menggangu yang suka muncul tiba-tiba kalau kamu sedang buka website, ya seperti iklan judi juga. Nah, di bagian itulah para pedagang saling bersaing sekalipun misalnya punya paguyuban yang sama.

Untuk bersaing di kanal daring, seorang penjual harus punya ahli website yang mumpuni. Jasa mereka berguna untuk berebut rating di toko online, baik itu web atau e-commerce.

“Bayangkan, teman-temanku yang ada di bisnis ini hanya lulusan SMA tapi berani bayar anak IT sebulan Rp 3 sampai Rp 5 juta. Itu juga tergantung pada rating yang diinginkan,” terang Rofiq.

Pedagang obat kuat rela bayar mahal anak IT agar dagangannya laris. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Para pedagang ini juga bertarung di toko online. Agar dagangannya selalu dilihat oleh pembeli, setiap penjual nggak cukup punya 1 akun saja. Kata Rofiq, satu penjual bisa punya puluhan bahkan sampai ratusan akun.

Kebetulan, Rofiq menjual obat kuat saja, untuk menambah durasi dan menambah ukuran alat vital. Rekan sekaligus pesaing Rofiq, ada yang juga menjual alat bantu kepuasan.

“Harganya mahal dan yang jualan juga banyak, jadi untungnya nggak bisa dipastikan,” ujar Rofiq ketika ditanya kenapa enggan menjualnya juga.

Jualan di Sosmed

Kalau tadi Rofiq jualan lewat pasang iklan dan toko belanja online, berbeda dengan teman saya satunya lagi yang ingin disebut dengan Yanuar. Dia pernah berjualan obat kuat secara daring namun lewat kanal media sosial.

Yanuar berjualan lewat Facebook. Di Facebook ini dia menggunakan fasilitas “Facebook Ads”, atau pengiklanan di Facebook. Waktu itu, hasil dari jualan obat kuat lewat Facebook sungguh menggiurkan, namun akhirnya dia berhenti karena Facebook lebih kritis dalam memfilter dagangan seseorang.

Sosmed bisa juga untuk jualan obat kuat. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)<br>

“Sekarang nggak bisa pasang karena Facebook ketat. Bisa pun mati satu tumbuh seribu,” terangnya saat dihubungi lewat pesan singkat pada Minggu (7/3).

Lebih detail Yanuar menjelaskan kalau pada dasarnya dagang obat kuat di media sosial manapun kalau lewat Ads, akan selalu kesulitan. Kebanyakan yang jual hanya secara organik, dengan akun-akun biasa. Atau bisa juga diendorse seseorang. Namun sebetulnya lewat ads itu punya kelebihan tersendiri meskipun harus bayar terlebih dahulu.

“Kalau lewat ads, data-datanya jelas, mulai dari kalkulasi harga, berapa jumlah orang mengecek dagangan kami, berapa presentase ketertarikan warganet pada produk kami,” jelasnya.

BTW, kamu pernah menyangka nggak kalau perdagangan obat kuat sampai sebegitunya, Millens? (Audrian F/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: