BerandaPasar Kreatif
Jumat, 27 Jan 2022 08:00

Hotel dari Kontainer di Semarang, Tetap Adem dan Nyaman, kok!

Hotel Kontainer Rejomulyo tampak dari depan. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)

Peti kemas bekas banyak dipermak menjadi kantor, kios, hingga hunian. Belakangan, bangunan berbentuk balok itu juga dijadikan hotel, salah satunya hotel dari kontainer di Semarang yang ternyata tetap adem dan nyaman untuk ditinggali.

Inibaru.id – Hotel bukanlah semata tempat tidur, karena bagi sebagian orang, menginap di hotel adalah pengalaman yang sama pentingnya dengan berkunjung ke tempat wisata. Nggak sekadar bersih dan nyaman, mereka juga acap menjadikan "unik" sebagai salah satu kriterianya.

Pengusaha penginapan pun berlomba-lomba membangun hotel dengan konsep yang unik. Sayangnya, nggak jarang keunikan itu mengesampingkan segi kenyamanan. Imbasnya, staycation yang seharusnya menyenangkan malah berakhir menyebalkan.

Inilah yang membuat saya cukup hati-hati dalam mencari tempat menginap, termasuk saat memilih hotel untuk staycation di Kota Semarang awal tahun ini. Kriteria pertama haruslah unik, maka pilihan pun jatuh pada Hotel Kontainer Rejomulyo.

Tempatnya agak jauh dari pusat kota, berdiri mencolok di kompleks perumahan di Keluharan Rejosari, Semarang Timur. Kali pertama melihat bangunan hotel yang sebagian besar terbuat dari kontainer kargo, saya memincingkan mata. Serius dari kontainer?

Kontainer yang Disusun

Selasar koridor lantai satu Hotel Kontainer Rejomulyo. (Inibaru.id/Kharisma Ghana Tawakal)

Semula, saya berpikir kontainer itu semata eksterior ruangan untuk mempercantik tampilan. Namun, rupanya saya keliru, karena hotel tersebut ternyata memang benar-benar dibangun dari kontainer yang disusun ke atas.

Pemilik Hotel Kontainer Rejomulyo Susanto B mengatakan, penginapan yang berlokasi sekitar 3 kilometer ke arah timur dari pusat kota tersebut sengaja dirancang agar menyerupai tumpukan kontainer warna-warni laiknya di pelabuhan.

"Sekitar 90 persen bangunan ini adalah kontainer," terang lelaki berkacamata tersebut sembari mempersilakan saya masuk, Senin (3/1/2021). "Tambahan lain hanya batu dan semen untuk menempelkan dan memperhalus bangunan."

Susanto mengaku mengonsep sendiri hotel tersebut. Konsep bangunan empat lantai ini, lanjutnya, sejatinya muncul tanpa terencana. Dia mengungkapkan, hotel itu tadinya merupakan bangunan satu lantai dengan enam kamar yang akan dipakainya untuk usaha kos-kosan.

Mantan Calon Kos-kosan

Hotel Kontainer Rejomulyo pada malam hari. (Hotel Kontainer Rejomulyo)

Hingga enam bulan setelah pembelian, rumah belum juga dihuni. Susanto bahkan belum sempat mengecek rumah tersebut secara detail. Dia mengaku kepincut pada rumah ini hanya karena letaknya yang strategis dan dekat dengan rumah orang tuanya.

"Niat bikin kos-kosan hilang pas saya melihat ke lokasi, karena ternyata bangunan rumah sudah banyak yang rusak dan keropos," kenang lelaki yang tercatat sebagai direktur sebuah perusahaan kontraktor di Semarang tersebut, lalu tertawa.

Selanjutnya, Susanto mengaku justru menemukan ide baru. Dia teringat obrolan dengan seorang temannya yang pernah berkelakar bahwa kontainer semi-permanen yang biasa ada di kawasan pembangunan bakal cocok untuk tempat usaha.

“Dari obrolan itu saya mikir, kenapa ndak tak bikin hotel (dari kontainer) saja? Kontainer dibikin bertingkat!” cerita Susanto yang kemudian segera menyeriusi becandaan temannya tersebut dan mewujudkannya setahun berselang, yakni pada Maret 2019.

Kontainer yang Sesuai

Susanto B. owner Hotel Kontainer Rejomulyo. (Inibaru.id/Kharisma Ghana Tawakal)

Semula saya berpikir, kontainer nggak bakal cocok untuk bangunan hotel karena terkesan kumuh, berisik, dan pengap. Namun, seolah paham dengan kerisauan saya, Susanto menegaskan bahwa dia sangat memikirkan kenyamanan tamu sebelum memutuskan membangun hotel tersebut.

“Kami pakai kontainer bekas, tapi pilih yang tingginya lumayan, biar (tamu) nggak pengap,” tutur Susanto. "Saya rancang hotel ini dengan menggabungkan konsep minimalis dan industrial, lalu disesuaikan dengan bentuk kontainer yang kotak kaku."

Pada bagian luar, Susanto sengaja mempertahankan bentuk kontainer yang khas, yakni dinding berbahan metal dengan tekstur bergelombang. Namun, nggak demikian dengan bagian dalam, yang dibuatnya menyerupai bangunan berplester seperti kebanyakan rumah.

"Untuk interior, kami lapisi (kontainer) dengan dinding halus, plus balkon untuk lantai dua dan tiga. Saya nggak mau suasana kontainer ada di dalam. Pasti aneh dan nggak afdol. Jadi, (yang terlihat kontainer) cukup bagian luar dan lorong," tandasnya.

Tertarik menginap di sini juga, Millens? Silakan datang langsung atau booking via daring ya. Happy staycation! (Kharisma Ghana Tawakal/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: