BerandaPasar Kreatif
Sabtu, 9 Jan 2026 13:01

Bukan 'si Mapan', Gen-Z Dominasi Tabungan Emas Pegadaian selama 2025

Potret petugas Pegadaian Cabang Depok Kota Semarang saat melayani nasabah. (Inibaru.id/ Sundara)

Alih-ali milenial yang acap dianggap sebagai 'si mapan', justru gen-z yang tahun ini mendominasi Tabungan Emas Pegadaian; menandakan adanya keinginan yang besar untuk investasi di kalangan generasi muda dengan rentang usia 18-27 tahun tersebut.

Inibaru.id - Seiring dengan perkembangan zaman, zelenial atau gen-z, golongan yang selama ini dianggap sebagai "anak muda", saat ini rupanya nggak lagi sekadar menjadi penonton di dunia investasi.

Data dari Pegadaian menunjukkan bahwa sekarang mereka justru menjadi kelompok utama yang mendominasi sekaligus mendorong pertumbuhan tabungan emas di Indonesia. Hal tersebut terlihat dari adanya lonjakan pengguna tabungan emas secara signifikan pada rentang usia sangat muda, yakni antara 18-27 tahun.

Pegadaian menyebutkan, nasabah yang termasuk golongan gen-z tersebut mencatatkan pertumbuhan tahunan yang cukup fantastis, yakni mencapai 116 persen. Pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dibanding kelompok usia lainnya.

Milenial yang acap disebut sebagai kelompok usia mapan hanya mengalami pertumbuhan 49 persen, sedangkan generasi gen-x dan baby boomer di bahwah kedua kelompok tersebut. Hingga akhir 2025, total pengguna tabungan emas Pegadaian di seluruh Indonesia telah mencapai 4,85 juta nasabah.

"Pertumbuhan luar biasa di kalangan gen-z ini mencerminkan pergeseran paradigma investasi di Indonesia," tutur Kepala Divisi Bisnis Bulion PT Pegadaian, Kadek Eva Suputra dalam pernyataan tertulis yang diterima Inibaru.id, Kamis (8/1/2026).

Financial Planning sejak Dini

Dia menilai, pergeseran paradigma tersebut telah membuat generasi muda kini nggak mau hanya menjadi penonton, tapi pelaku aktif yang sadar akan pentingnya financial planning sejak dini. Menurut Kadek, investasi emas dipilih karena sifatnya aman.

"Emas adalah aset safe haven, yang kini dikemas secara modern melalui platform digital," klaimnya. "Sebagai digital native, dominasi mereka juga didorong preferensi terhadap layanan yang praktis, cepat, dan berbasis mobile."

Lonjakan minat gen-z terhadap tabungan emas nggak lepas dari kemudahan yang ditawarkan aplikasi Tring! by Pegadaian. Proses pembukaan akun hingga pembelian emas bisa dilakukan dalam hitungan menit secara real-time, sehingga kaum muda yang menyukai efisiensi bisa menabung tanpa prosedur rumit.

Selain kemudahan teknologi, edukasi finansial yang masif dilakukan melalui media sosial seperti Tiktok, Instagram, dan Youtube juga turut mendorong kesadaran kalangan muda untuk mulai berinvestasi.

"Meningkatnya literasi keuangan membuat mereka lebih proaktif menyiapkan dana darurat sekaligus merencanakan investasi jangka panjang untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global di masa depan," paparnya.

Komitmen untuk Layanan Terbaik

Dengan visi "The Leader in Gold Ecosystem", Pegadaian terus berupaya melakukan inovasi untuk menyediakan instrumen investasi yang aman, likuid, dan mudah dijangkau. Harapannya, transformasi digital ini bisa menjembatani akses lintas generasi, khususnya kaum muda menuju kemandirian finansial.

Hal tersebut sebagaimana dikatakan Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil XI Semarang, Edy Purwanto, yang juga menyebutkan bahwa data tersebut adalah bukti bahwa gen-z telah melek investasi, terutama tabungan emas.

Maka, dengan adanya edukasi yang berkelanjutan, dia yakin akan lebih masyarakat yang menggunakan produk Tabungan Emas Pegadaian.

"Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan menghadirkan layanan digital agar semakin mudah diakses, sehingga lebih banyak masyarakat menggunakan produk Pegadaian," tandasnya.

Wah, gebrakan gen-z memang nggak ada habis-habisnya ya, Gez? Nggak cuma nimbun emas di gim, golongan kita ternyata suka nabung emas di Pegadaian juga, nih! Ha-ha. (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar AS Sentuh Rp17.500, Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

13 Mei 2026

Rahasia Sehat dari Isi Piring Warna-Warni

13 Mei 2026

Jamu, Warisan Leluhur yang Tetap Relevan di Tengah Gaya Hidup Modern

14 Mei 2026

Saat Rupiah Melemah, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

15 Mei 2026

Rahasia Matematika di Balik Motif Batik, dari Simetri hingga Pola Fibonacci

16 Mei 2026

ARTOTEL Gajahmada Semarang Hadirkan Pameran Seni Kontemporer “Episentrum”

16 Mei 2026

Nyandhang Tradisi untuk Menjaga Ingatan Batik Kudus

18 Mei 2026

9 WNI dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza Dicegat Israel, Ada Wartawan Media Nasional

19 Mei 2026

Margin Kian Tipis, Banyak Seller Mulai Tinggalkan Marketplace

20 Mei 2026

SMA Negeri 1 Kemalang Resmi Berdiri, Anak Lereng Merapi Tak Perlu Sekolah Jauh Lagi

20 Mei 2026

Jateng Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Media Lokal di Era Digital

21 Mei 2026

Di Tengah Gempuran AI dan Buzzer, Media Lokal Diajak Kembali ke Jurnalisme Publik

22 Mei 2026

Jejak Panjang Pecel, Lotek, dan Gado-Gado: Saat Salad Nusantara Punya Cerita Peradaban

22 Mei 2026

BI Jateng Ingatkan Bahaya Penipuan Digital di Tengah Tren Transaksi QRIS

23 Mei 2026

Belajar dari Estonia, China, dan Singapura dalam Membangun Infrastruktur Digital

23 Mei 2026

Walkot Semarang Resmi Luncurkan LOFF 2026, Perkuat Ekosistem Perfilman Kreatif

24 Mei 2026

Peluang “Godzilla El Nino” 2026 di Indonesia Relatif Kecil, Ini Kata BRIN

25 Mei 2026

Jadi Wisudawan Terbaik UNRIYO, Pemuda Asal Semarang Ini Ingin Ciptakan Banyak Peluang Kerja

25 Mei 2026

Sebelum Nasi Mendominasi, Leluhur Kita Sudah Diversifikasi Pangan Sejak Dulu

26 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: