BerandaKulinary
Jumat, 17 Mar 2022 13:01

Tahu Petis, Kuliner yang Bikin Istri Sunan Gunung Jati Jatuh Cinta

Tahu Petis, bikin istri Sunan Gunung Jati Putri Ong Tien jatuh cinta. (Inibaru.id/Zulfa Anisah)

Kamu tahu nggak kalau tahu petis, kuliner khas Pantura ini, jadi saksi sejarah kisah romantis Sunan Gunung Jati dan istrinya, Putri Ong Tien. Seperti apa ya ceritanya?

Inibaru.id – Jika bicara soal kuliner khas Pantai Utara (Pantura), nama gorengan tahu petis pasti bakal terpikirkan. Perpaduan tahu yang kriuk dan petis dengan kombinasi rasa manis, asin, dan gurih tentu sangat nikmat. Eh, kamu tahu nggak kalau tahu petis bikin istri Sunan Gunung Jati sampai jatuh cinta?

Omong-omong ya, pada saat Sunan Gunung Jati menyebarkan agama Islam di Cirebon, warga wilayah yang ada di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Timur ini memang sudah memaksimalkan hasil laut yang mereka dapatkan. Salah satunya tentu saja adalah rebon yang kemudian diolah jadi petis.

“Petis dari dulu sampai sekarang bentuknya sama, warnanya terlihat hitam. Nah, di Cirebon, rebon jadi campuran untuk membuat petis,” ujar Opan Rahman Hasyim, filolog dari Cirebon, Minggu (8/7/2018).

Opan juga menjelaskan kalau tahu yang ada di Cirebon sebenarnya nggak jauh beda dengan yang ditemukan di Sumedang atau dari Tegal. Namun, begitu dicocol dengan petis khas Cirebon, rasanya jadi beda dan sangat nikmat.

Saking mantapnya tahu petis Cirebon, istri Sunan Gunung Jati, yakni Putri Ong Tien sampai jatuh cinta dengan kuliner ini. Kabarnya, sang putri nggak pernah lupa mencicipi tahu petis setiap hari.

“Saat kali pertama Putri Ong Tien datang, disambut dengan sangat meriah dengan tarian, musik, hingga makanan. Nah, waktu mencicipi tahu petis Cirebon, langsung jatuh cinta,” terang Opan.

Tahu petis Cirebon memiliki ciri khas tersendiri. (Inibaru.id/Zulfa Anisah)

Oya, Putri Ong Tien Nio bertemu dengan Sunan Gunung Jati saat laki-laki yang bernama Syarif Hidayatullah itu datang ke Istana Dinasti Ming untuk memenuhi undangan Kaisar Hong Gie pada 1471. Keduanya saling jatuh cinta meski sang Kaisar sebenarnya nggak menyetujui hubungan mereka. Namun, dasarnya sudah kadung saling suka, Putri Ong Tien pun menyusul Sunan Gunung Jati dan tiba di Cirebon.

Setiap Daerah Memiliki Tahu Petis Ciri Khasnya Masing-Masing

Selain Cirebon, daerah lain yang juga dikenal memiliki tahu petis yang nikmat adalah Bogor dan Kota Semarang. Khusus untuk Bogor, tepatnya di Cisarua, banyak penjual tahu petis yang memadukan tahu sumedang dengan petis yang mantap. Tekstur petis khas Bogor ini dikenal lebih encer dari yang kamu temui di Semarang atau Cirebon. Selain itu, ada juga campuran cabai di dalamnya sehingga pedas.

Sementara itu, tahu petis Semarang cukup populer sebagai salah satu gorengan yang diburu banyak orang. Maklum, petisnya nggak dijadikan cocolan, melainkan dimasukkan di dalam tahu yang dibelah tengahnya. Jadi, setiap kali kamu menggigit tahu, langsung bisa menikmati gurih tahu dan manisnya petis di mulut.

Biasanya, jenis tahu yang digunakan di Semarang adalah tahu pong. Ciri khas tahu ini kosong di tengahnya, seperti tahu Sumedang namun dengan ukuran yang lebih besar. Ada juga lo penjual yang menggunakan tahu biasa. Tapi nih, apa pun jenis tahu yang dipakai, kalau sudah disisipi petis pasti rasanya juara. Apalagi kalau dimakan dalam kondisi hangat. Beuh.. mantap!

Omong-omong, kamu suka makan tahu petis nggak nih, Millens? (Kom, Sin, Cir/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: