BerandaKulinary
Senin, 4 Jan 2026 13:00

Pulang dan Bernostalgia di Beberapa Toko Roti Legendaris Semarang

Ilustrasi: Kota Semarang memiliki sejumlah toko roti legendaris, dari era kolonialisme hingga dekade 1970-an. (Unsplash/Jakub Zerdzicki)

Ada yang berdiri pada era kolonialisme hingga dekade 1970-an, sejumlah toko roti ini berhasil membangkitkan kenangan bagi mereka yang pernah tinggal di Kota Semarang; memantik nostalgia dan menggerakkan pikiran untuk kembali lagi saat ada kesempatan.

Inibaru.id - Di tengah menjamurnya bakery modern dengan konsep kafe estetik di Kota Semarang, pilihan Eny nggak pernah teralih tiap kali pulang ke kampung halamannya tersebut. Pun demikian pada libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini.

Sehari setelah menginjakkan kaki di Kota Lunpia, perempuan bernama asli Siti Nur Aeni tersebut langsung mengajak suaminya ke Excellent Bakery. Bertempat di jangtung kota, tepatnya di Jalan Imam Bonjol, Eny selalu membeli menu yang sama di toko roti yang buka sejak 1950 tersebut.

"Yang pertama sudah pasti roti sobek zadulnya. Yang kedua adalah es krim cup-ya yang klasik. Lembut dan manis. Serasa bernostalgia, karena dulu aku juga sering diajak ibu dan ayah ke tempat itu," tutur perempuan 38 tahun yang saat ini tinggal di Jakarta tersebut, Selasa (30/12/2025).

Excellent Bakery & Ice Cream memang menjadi langganan masyarakat Semarang, termasuk yang sudah nggak lagi berdomisili di kota ini, karena konsistensi rasanya yang terjaga. Selain roti sobek, beberapa pilihan yang menjadi favorit pelanggan lama antara lain warmbol semir, room horn, dan bluder smoked ham.

Shanti Nurahmi, karyawan swasta yang saat ini tinggal di Kota Pekalongan, juga mengaku suka berburu roti legendaris di bakery lawas tiap kali berkunjung ke Semarang. Selain Excellent, dia juga kadang ke Roti Sanitas.

Untuk yang belum tahu, Roti Sanitas telah berdiri sejak 1920. Berlokasi di Jalan MT Haryono, Semarang Tengah, Sanitas adalah saksi hidup perubahan zaman. Usianya yang lebih dari satu abad nggak membuatnya tergeser. Justru kesederhanaan dan resep lama yang dipertahankan menjadi daya tarik utama.

"Kalau ke Sanitas aku ada beberapa pilihan seperti roti kismis (krenten), roti isi keju, dan roti bakso. Kadang roti lain juga. Pilihannya banyak. Saat masuk toko dan mencium aroma roti di situ tuh serasa melangkah ke masa lalu," sebutnya belum lama ini.

Berdiri sejak Era Kolonialisme

Excellent Bakery & Ice Cream menjadi langganan masyarakat Semarang sejak lama karena konsistensi rasanya yang terjaga. (Instagram/excellentbakery)

Berbeda dengan teman-temannya yang suka Yogyakarta, perempuan yang menghabiskan masa kuliah di Kota ATLAS ini mengaku mencintai segala hal tentang Semarang, khususnya toko roti lawasnya yang cukup banyak; karena sejak kecil dia memang penggemar roti, kue, dan keik.

"Yang agak baru ada Wonder (Wonder Bakery) sama Dyriana (Dyriana Bakery & Cafe). Dulu, waktu kuliah sering ke dua tempat tersebut, beli snack dus-dusan untuk acara di kampus. Kalau sekarang, ke sini untuk beli oleh-oleh orang kantor atau rumah, karena harganya paling affordable," tuturnya, lalu tergelak.

Masyarakat Kota Semarang patut bangga karena kota ini memiliki sejumlah toko roti lawas dengan menu-menunya yang konsisten hingga sekarang. Di samping Roti Sanitas yang didirikan pada masa kolonialisme, ada Toko Oen di Jalan Pemuda yang juga konon berdiri pada masa tersebut.

Mengutip Inibaru.id, pemilik Toko Oen Megaputri Megaradjasa mengatakan, toko roti tersebut kali pertama berdiri di Yogyakarta pada 1910. Cabang pertama kemudian dibuka di Batavia (Jakarta) pada 1934. Dua tahun kemudian, Toko Oen Semarang dan Malang didirikan.

"Tapi karena sebagian besar keluarga pindah ke Belanda, toko utama di Yogyakarta dijual. Pun demikian dengan cabang Jakarta dan Malang," tuturnya pada 2021 lalu. "Saya generasi ketiga. Pendirinya oma (nenek) saya, Liem Gien Nio. Mereknya diambil dari nama opa (kakek) saya, Oen Tjoen Hok."

Selain roti dan keik, andalan utama Toko Oen adalah es krim zadulnya. Setali tiga uang, menu terakhir itu juga menjadi andalan Excellent Bakery, sebagaimana dikatakan Eny. Toko tersebut berdiri pasca-kemerdekaan dan masih bertahan hingga sekarang.

Toko Baru yang Juga Lawas

Meski berasal dari Salatiga, Wonder Bakery termasuk salah satu toko roti yang melekat di hati warga Semarang. (Wonder Bakery)

Wonder Bakery dan Dyriana Bakery & Cafe menjadi dua toko roti legendaris yang juga memunculkan nostalgia untuk masyarakat Kota Lunpia. Meski terhitung baru karena baru muncul pada era 1970-an, keduanya terhitung zadul karena telah berhasil melintasi generasi.

Wonder bukan toko roti asal Semarang, tapi telah menempati ruang bagi warga kota ini setidaknya sejak dekade 1970-an. Tampilan roti ini sederhana, tapi cukup memukau dari segi rasa. Yang menarik, roti-roti yang dijual di tempat ini juga terbilang murah.

Sementara itu, Dyriana berdiri sekitar dekade 1980-an. Terbilang baru, tapi merekomendasikan roti legendaris di Semarang tanpa menyebutkan nama toko yang berlokasi di Jalan Pandanaran itu memang terasa aneh. Beberapa menu favorit di tempat ini antara lain roti pisang kampung, roti sobek ayam, dan bolu ipon.

"Untuk oleh-oleh, paling gampang memang ini (Dyriana). Lokasi strategis, pilihan banyak, harga oke, dan kualitas tidak diragukan," sebut Anwar Maulana, mahasiswa asal Cilacap yang saat ini tengah menempuh pendidikan di sebuah kampus negeri di Semarang.

Deretan toko roti yang disebutkan di atas tentu saja belum semuanya. Di bilangan Menteri Supeno ada Posin Bakery, toko roti berangka tahun 1976 yang semula bernama Imperial Bakery. Selanjutnya ada Virgin Cake & Bakery yang meski "baru" berdiri pada 1999 telah memiliki sejumlah cabang di Semarang.

Apa pun pilihannya, keberadaan sejumlah bakery legendaris ini telah menjadi jalan pulang dan benang merah untuk mereka yang tinggal di perantauan. Kalau kamu, manakah toko roti yang paling memantik nostalgia tentang Kota Semarang? (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Banyak Wisatawan ke Jogja Pas Libur Nataru, Akamsi Pilih di Rumah Saja

24 Des 2025

Jajanan Khas Musim Dingin di Korea yang Wajib Dicoba

24 Des 2025

Menelusuri Kretek Kudus dalam Catatan Jurnalis Legendaris Parada Harahap

24 Des 2025

8 Cara Mengajarkan Disiplin pada Balita dan Kapan Bisa Diterapkan

24 Des 2025

Mengenal Cloud Dancer; Warna Putih 'Awan Menari' yang Bakal Menghiasi Tahun 2026

24 Des 2025

Cortisol Face Viral di Tiktok, Benarkah Stres Bikin Wajah 'Chubby' dan Bengkak?

24 Des 2025

Kampanye Lingkungan, Warga Semarang Bikin Pohon Natal dari Bahan Daur Ulang

25 Des 2025

Semarang Nggak Adakan Pesta Kembang Api Tahun Baru, Warga: Sebaiknya Begitu

25 Des 2025

Indonesia Jadi Negara dengan Jumlah Coffee Shop Terbanyak di Dunia

25 Des 2025

Penuh Syukur; Natal Perdana Gereja Blenduk Semarang seusai Rehabilitasi

25 Des 2025

Masih Betah Jomlo? Data BPS Ungkap 71 Persen Pemuda Indonesia Belum Minat Nikah!

25 Des 2025

Sering Kumpul Bareng Circle Ternyata Bisa Bikin Otak Makin Encer, Kok Bisa?

25 Des 2025

Wisata Baru Tapi Lama di Ibu Kota; Planetarium Jakarta

26 Des 2025

Mengenal Stress Ball, Benda yang Selalu Dibawa Rose BLACKPINK dan Karina Aespa

26 Des 2025

Dari Jurnalistik ke Musik; Perjalanan Karier Maestro Akustik Jubing Kristianto

26 Des 2025

Menurut Sejarah, Secara Ilmiah Melahirkan Bisa Memperpendek Usia Ibu

26 Des 2025

Dosis Minimal Ngakak untuk Kesehatan Jantung

26 Des 2025

Bunglon Berubah Warna Bukan Cuma Buat Ngumpet, Lo!

26 Des 2025

Spot Mencari Sunrise Pertama Tahun Baru 2026 di Kota Semarang

27 Des 2025

Hasil Survei Tunjukkan Warga Korea Jadi Lebih Kaya, Tapi Semakin Nggak Bahagia

27 Des 2025

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: