BerandaKulinary
Senin, 4 Jan 2026 11:01

Nikmatnya Rasa Legendaris Lontong Balungan Mbah Rum Kropak di Pati

Lontong Balungan Mbah Rum Kropak di Pati. (Pratama Putra)

Rasa lontong balungan Mbah Rum Kropak konon mirip dengan lontong tuyuhan yang legendaris di Pati.

Inibaru.id - Berburu kuliner legendaris memang selalu punya cerita sendiri. Apalagi kalau hidangan tersebut sudah puluhan tahun bertahan dan jadi rujukan para pecinta masakan tradisional. Salah satu contohnya adalah Lontong Balungan Mbah Rum yang berada di Desa Kropak, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Warung sederhana ini kerap jadi tujuan mereka yang rindu cita rasa masakan Jawa tempo dulu.

Lokasinya memang tidak persis di pinggir jalan besar. Dari pusat Kota Pati, jaraknya sekitar 16 kilometer ke arah selatan. Meski begitu, perjuangan menuju Desa Kropak rasanya sepadan begitu sepiring lontong balungan tersaji di depan mata. Aroma kuah lodeh yang gurih langsung menyambut sejak suapan pertama.

Warung ini dikelola oleh Sindung, yang meneruskan usaha kuliner legendaris ini dari Mbah Rum. Menu andalannya jelas lontong balungan, hidangan yang berbeda dari lontong sayur pada umumnya. Pasalnya, lontong disajikan dengan balungan sapi, tulang besar yang masih menyisakan daging, yang dimasak hingga empuk dan mudah dilepaskan dari tulangnya.

“Nggak cuma balungan, ada babat, kikil, telur, serta tahu,” tutur Sindung sebagaimana dinukil dari Betanews, (14/12/2025).

Isian tersebut kemudian disiram kuah lodeh khas yang kaya bumbu dan santan. Kuahnya tidak terlalu pedas, cenderung gurih dan nyaman di lidah, sehingga bisa dinikmati oleh berbagai kalangan.

Warung Lontong Balungan Mbah Rum Kropak yang masih sederhana. (Ulil Albab)

Tekstur lontongnya juga jadi nilai plus. Dibungkus daun pisang, lontong terasa lembut dan tidak keras. Ketika dipadukan dengan balungan yang empuk serta kuah lodeh yang medhok, sensasinya benar-benar mengenyangkan sekaligus bikin nagih. Tak heran jika menu ini kerap disebut sebagai “makanan berat” yang cocok disantap saat siang hari.

Soal harga, lontong balungan Mbah Rum terbilang ramah di kantong. Satu porsi dibanderol sekitar Rp25.000. Makanya, jangan heran jika setelah buka pada pukul 11.00 WIB, nggak butuh waktu lama warung ini dijejali pembeli dan akhirnya kehabisan menu, deh.

Sayangnya, jumlah pelanggan warung ini mulai menurun dalam beberapa tahun belakangan. Di masa jayanya dulu, Sindung bisa menghabiskan 100 kilogram balungan per hari. Kini, dia rata-rata hanya bisa menghabiskan 20 kilogram saja. Meski angka tersebut sebenarnya sudah menunjukkan tingginya minat orang-orang untuk datang mencicipi lontong balungan.

Salah seorang pengunjung, Rizal Wibisono, mengaku puas dengan rasa lontong balungan di sini. Menurutnya, perpaduan gurih kuah dan empuknya balungan terasa pas. Bahkan, sensasi menggerogoti balungan mengingatkannya pada masakan-masakan rumahan zaman dulu.

“Memang perlu usaha ekstra untuk datang ke sini. Apalagi dari Pasar Winong jaraknya juga masih sekitar 7 kilometer. Tapi, rasa lontong balungannya memang enak, mengingatkan pada lontong tuyuhan. Balungannya juga empuk,” ungkapnya.

Bagi kamu yang sedang singgah di Pati atau sengaja berburu kuliner khas daerah, Lontong Balungan Mbah Rum Kropak layak masuk daftar kunjungan. Sederhana, apa adanya, tapi kaya rasa dan cerita. Yuk kapan nyobain, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Wali Kota Agustina Akui Sempat Kewalahan Menangani Banjir Semarang

21 Feb 2026

Bukan Cantik Berwarna-warni, Anggrek Misterius di Hutan Merapi Ini Justru Beraroma Ikan Busuk!

21 Feb 2026

Statistik Catat Hanya Ada 2.591 Tunawisma di Seluruh Jepang

22 Feb 2026

Boleh Nggak Sih Pulang Setelah Tarawih 8 Rakaat di Masjid Lalu Witir di Rumah?

22 Feb 2026

Bersiap Sambut Pemudik, Jateng Akan Kebut Perbaikan Jalan

22 Feb 2026

Arus Mudik Lebaran 2026 dalam Bayang-Bayang Cuaca Ekstrem di Jateng

22 Feb 2026

Deretan Poster Humor Ramadan di Mijen; Viral dan Jadi Spot Ngabuburit Dadakan

22 Feb 2026

Manisnya Buah Tanpa Biji dan Perampokan Kemandirian

22 Feb 2026

Meriung Teater Ketiga 'Tengul' melalui Ruang Diskusi Pasca-pentas

22 Feb 2026

Ini Dokumen Wajib dan Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 yang Perlu Kamu Tahu!

22 Feb 2026

Mengapa Orang Korea Suka Minum Alkohol dan Mabuk?

23 Feb 2026

Tren Makanan Kukusan Makin Populer, Sehat bagi Tubuh?

23 Feb 2026

Ratusan Jemaah Tiap Hari, Tradisi Semaan di Masjid Agung Kauman selama Ramadan

23 Feb 2026

Bukan Perlu atau Tidak, tapi Untuk Kepentingan Apa Perusahaan Media Adopsi AI

23 Feb 2026

Menelusuri Jejak Sejarah Intip Ketan, Camilan Warisan Sunan Kudus

23 Feb 2026

Akhir Penantian 8 Tahun Petani Geblog Temanggung Berbuah Embung Manis

23 Feb 2026

Viral, Harga Boneka Monyet Punch Naik Gila-gilaan di Internet!

24 Feb 2026

Negara Mana dengan Durasi Puasa 2026 yang Terlama dan Tersingkat?

24 Feb 2026

Menyusuri Peran Para Tionghoa di Kudus via Walking Tour 'Jejak Naga di Timur Kota'

24 Feb 2026

Antisipasi Banjir, Pemkot Semarang akan Rutin Bersihkan Sedimentasi Sungai

24 Feb 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: