BerandaKulinary
Sabtu, 18 Jan 2019 11:32

Mulai dari Rare hingga Well Done, Ini Perbedaan Tingkat Kematangan Bistik!

Sajian Blue Label Steak di Scoops and My Story Semarang. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Nggak asal panggang, bistik juga memiliki tingkat kematangan yang berbeda-beda. Tingkat kematangan itu biasanya disesuaikan dengan pemesannya. Berikut lima tingkat kematangan pada bistik.

Inibaru.id- Bagi para penikmat steik atau bistik, mereka pasti mafhum dengan tingkat kematangan bistik. Namun, bagi orang yang baru kali pertama pesan bistik, mereka mungkin bakal bingung dengan istilah seperti rare atau well done.

Kendati sama-sama dari daging yang dipanggang, kematangan bistik memang berbeda-beda. Tingkat kematangan itu juga bakal mempengaruhi rasa bistiknya seperti yang dikatakan Chef Gaga yang mengurusi masalah dapur di Scoops and My Story.

Menurut Chef Gaga, ada lima tingkat kematangan bistik yakni rare, medium rare, medium, medium well, dan well done. Secara berurutan, rare dipanggang sebentar sedangkan well done dipanggang lama agar daging matang sempurna.

Tekstur bistik dengan tingkat kematangan medium well di Scoops and My Story. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Kalau kamu suka tekstur yang berminyak atau juicy, tingkat kematangan rare hingga medium bisa jadi pilihanmu. Juicy itu biasanya didapat dari lemak atau darah yang meleleh karena dipanggang. 

Sementara, kalau kamu suka daging yang matang, ya pilihannya ada dua, yakni medium well dan well done. Kedua tingkat kematangan itu sudah tidak menghasilkan daging yang juicy. Namun, daging dengan tingkat kematangan medium well lebih lembut dan ada sedikit daging yang terlihat merah di tengahnya.

Beda Selera

Menyoal tingkat kematangan bistik itu tentu saja berkaitan dengan selera masing-masing. Chef Gaga mengatakan, para pelanggannya di Scoops and My Story cukup variatif.

“Bergantung orang sih pengin tingkat kematangannya gimana. Biasanya medium well, tapi kalau orang bule suka yang rare,” ujarnya.

Daging dengan kematangan medium well masih menyisakan sedikit daging merah di bagian dalam. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Untuk mengetahui sudah seberapa matang daging yang dipanggang, Chef Gaga nggak menerapkan treatment khusus seperti memasang pengingat waktu dan sebagainya.

“Kalau ini pakainya feeling sih, tapi yang pasti kalau well done itu udah keras dagingnya, cuma waktunya nggak tahu pasti,” imbuh Chef Gaga.

Baca juga:
Scoops and My Story, Restoran Lengkap dengan Pemandangan Indah di Semarang
Melahap Ayam Sambal Taichan dalam Sekotak Bento di Scoops and My Story

Ketika berkunjung ke Scoops and My Story beberapa waktu lalu, saya sempat mencoba bistik di sana. Bistik yang saya coba adalah Blue Label 200 gram dengan tingkat kematangan medium well.

Memang benar, tekstur daging pada tingkat kematangan itu sudah agak keras tapi masih empuk sehingga mulut nggak bakal capek mengunyah. Terlebih lagi, daging yang dipakai adalah daging sapi Australia yang terkenal empuk.

Sajian Blue Label Steak di Scoops and My Story. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Bistik tersebut disajikan dengan saus brown mushroom. Rasa bistik yang gurih terasa pas berpadu dengan saus yang asin agak manis itu. Makan juga semakin lezat degan tambahan side dishes berupa My Story Salad dan potato wedges.

Pada hidangan ini, selain dagingnya, saya menggarisbawahi salad yang mereka bikin, terutama dressing-nya. Saus tersebut berasa asam-manis, berwarna kekuningan, dengan tekstur yang nggak sekental mayonaise atau thousand island sauce. Dipadu dengan sayuran seperti selada, jagung, tomat ceri, dan potongan apel, My Story Salad terasa segar.

Tekstur bistik dengan kematangan medium well masih terasa lembut. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Oya, untuk menikmati bistik seberat 200 gram itu, lengkap dengan saus dan dua side dishes, kamu hanya perlu membayar Rp 100 ribu saja. cukup terjangkau, kan?

Gimana, sudah ada gambaran kan tentang tingkat kematangan bistik? Sesuaikan dengan lidahmu ya, Millens! (Ida Fitriyah/E03)

 

Scoops and My Story

Kategori              : Restoran

Alamat                : Jl Rinjani No 132, Gajahmungkur, Semarang

Buka                   : Selasa-Minggu, 11.00-22.00 WIB

Harga Makanan    :  Rp 25.000 s.d. Rp 170.000

Harga Minuman    : Rp 9.000 s.d. Rp 35.000

Harga Gelato        : Rp 23.000 s.d. Rp 63.000

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: