BerandaKulinary
Senin, 29 Okt 2017 02:54

Meracik Bawang Putih, Jadilah Kopi

Yokimoto Shimotai (Brilio.net)

Kopi tanpa kafein ini lahir dari ketidaksengajaan akan hangusnya bawang putih.

Inibaru.id – Minuman kopi yang diracik dari biji kopi yang digiling itu sudah jumud. Bagaimana bilakopi terbuat dari bawang putih? Inovasi yang tentu saja bukan hal lumrah bagi kebanyakan penyuka kopi.

Dilansir Brilio.net dari Odditycentral (21/10/2017), inovator kopi nyeleneh ini adalah Yokimoto Shimotai, pemilik kedai kopi di Prefektur Aomori, Jepang.

Sebenarnya pembuatan kopi berbahan dasar bawang putih ini terjadi secara tidak sengaja sekitar 30 tahun yang lalu.

Baca juga:
Keren! Teknik Seduh Kopi Khas Indonesia Ini Sudah Dikenal Ratusan Tahun
Lima Kopi Khas Indonesia Ini Wajib Dinikmati

Ketika itu Shimotai yang sedang menikmati makanan direstoran, dia membakar steak dan bawang putih secara bersamaan. Sayang, bawang putih yang ia panggang justru hangus. Tapi, ia menemukan sesuatu yang menarik dari bawang putih yang hangus tersebut. Ia mencium ada aroma yang unik dari bawang putih.

Tertarik dengan aroma bawang putih yang hangus, dia lalu menumbuknya dengan sendok dan mencampurnya dengan air panas. Tak dinyana, aroma dan rasa minuman itu sangat mirip dengan kopi. Ia pun mencatat penemuannya tersebut.

Setelah itu, kopi bawang putih buatannya harus vakum karena Shimotai masih sibuk bekerja. Barulah saat ia sudah pensiun, pria ini kembali mengembangkan penemuan uniknya tersebut.

Baca juga:
Menyesap Kopi Lintong yang Mulai Mendunia
Minuman Penuh Khasiat Ini Jadi Warisan Budaya Nonbenda

Berkomitmen untuk mengubah minuman anehnya menjadi produk komersial, Yokitomo Shimotai menghabiskan bertahun-tahun untuk mengoptimalkan formula tersebut. Sekitar lima tahun yang lalu, dia akhirnya mencapai hasil yang diinginkannnya.

“Minuman yang saya buat mungkin yang pertama di dunia dari jenisnya. Ini tidak mengandung kafein sehingga sangat baik bagi mereka yang ingin minum kopi pada malam hari atau wanita hamil,” terang Shimotai.

Kopi kreasinya itu pun sukses digandrungi orang-orang. Kini, shimotai bahkan sudah memiliki kedai sendiri di daerah kota Ninohe, Prefektur Aomori. Shimotai juga menjual kopi tersebut dalam bentuk bungkusan dan kantung. Ia membanderolnya dari harga 2,8  dolar AS per bungkus.

Patut diikuti inovasinya. (EBC/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Viral Buku 'Broken Strings, Begini Tanggapan Orang Tua yang Memiliki Anak Remaja

17 Jan 2026

Lebih dari Merajut Kerukunan, Tradisi Nyadran Perdamaian di Temanggung Digelar Demi Menjaga Alam

17 Jan 2026

Perselingkuhan dan Judol, Pemicu Ribuan Istri Gugat Cerai Suami di Semarang

17 Jan 2026

Perbarui Eksonim, Indonesia Revisi Penulisan Nama Sejumlah Negara Asing

17 Jan 2026

Begini Pola Pelaku Child Grooming di DIY Menguasai Korbannya

17 Jan 2026

Menyisir Jejak Pangeran Samudra, Bangsawan Majapahit yang Abadi di Puncak Kemukus

17 Jan 2026

Trik Menyimpan Pisang Biar Nggak Cepat Membusuk

18 Jan 2026

Enak dan Mengenyangkan, Begini Cerita Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh Pakis, Magelang

18 Jan 2026

Ratusan Ribu Keluarga Belum Punya Rumah, Apa Rencana Pemkot Semarang?

18 Jan 2026

Ketika Wayang Klithik Menolak jadi 'Artefak' Budaya

18 Jan 2026

Gawat! Dijajah Spesies Asing, Jumlah Serangga Lokal Anjlok

18 Jan 2026

Parenting Tipe C, Gaya Asuh Fleksibel yang Bikin Anak dan Orang Tua Lebih Bahagia

18 Jan 2026

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: