BerandaKulinary
Rabu, 8 Jan 2019 11:00

Menelusuri Asal Usul Sayur Kol, Lalapan Favorit Masyarakat Indonesia

Dua warna kol, ungu dan putih. (123rf.com)

Pencinta sambal tentunya jarang melewatkan sayur kol sebagai lalapan. Kriuk-kriuk sayur ini memang bikin makan makin lahap. Tapi, tahukah kamu kalau sayur kol bukanlah tanaman asli dari Indonesia?

Inibaru.id – Sayur kol menjadi lalapan yang nggak pernah absen ketika sambal terhidang. Selain digunakan sebagai lalapan, sayur ini juga kerap digunakan sebagai bahan tambahan dalam sop, capcay, tongseng, dan masakan lain. Tapi, tahukah kamu dari mana asal sayur ini?

Kendati menjadi sayur favorit masyarakat Indonesia, sayur kol ternyata berasal dari Eropa, lo. Dalam serat Centhini, bangsa Eropa diketahui membawa pelbagai jenis sayuran seperti kol, nanas, kentang, buncis, wortel, dan peterseli pada abad 17. Orang Belanda mengolah sayur kol menjadi aneka masakan seperti stamppot, boerenkool, dan zuurkol. Sayur ini disukai lantaran mengandung kadar air yang tinggi.

https://www.drweil.com/wp-content/uploads/2016/12/diet-nutrition_recipes_green-cabbage-and-mushrooms_3000x2000_000030535264-1024x768.jpg

Sayur kol kerap menjadi pendamping sambal. (drweil.com)

Dalam perkembangannya di Indonesia, sayur kol diolah menjadi sop hingga isian tahu. Sebagian orang pun suka menyantap sayur ini dengan cara digoreng terlebih dahulu. Orang Sunda nyaris nggak pernah meninggalkan sayur kol dalam makanan mereka sehingga sebagian orang mengira sayur ini adalah tanaman lokal Jawa Barat.

Bicara soal gizi, sayur kol mengandung vitamin C, K, B1, B6, folat, karbohidrat, protein, kalsium, dan kalium. Zat-zat tersebut dikabarkan berguna untuk menghambat perkembangan sel-sel kanker. Disebutkan juga kalau kubis ungu memiliki aktivitas antioksidan 6 kali lebih tinggi dibanding saudaranya, kubis putih.

Gimana? Kamu termasuk orang yang suka makan sayur kol nggak, Millens(IB15/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: