BerandaKulinary
Selasa, 23 Jun 2025 18:06

Masih Digemari, Gethuk Dalangan Kudus Siapkan 1.000 Porsi tiap Hari

Gethuk Dalangan disajikan dalam pincuk dengan kelapa parut dan juroh alias kinca. (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Dibanderol miring, lapak Gethuk Dalangan hampir nggak pernah sepi antrean. Dalam sehari, sekitar 1.000 porsi bisa ludes terjual. Apa yang membuat tempat ini istimewa?

Inibaru.id - Dengan kecepatan Suwarni melayani pembeli yang datang silih berganti. Antrean masih panjang, sedangkan getuk yang menjadi dagangannya tinggal tersisa separuhnya. Di belakangnya, Budi dan Rokhimah, anak dan menantunya, juga nggak kalah cekatan menyiapkan getuk untuk memudahkan kerja sang ibu.

Di tengah semakin menjamurnya kuliner modern yang didominasi masakan pedas dan cepat saji, Gethuk Dalangan milik Suwarni masih tegak berdiri. Nggak cuma bertahan, lapak yang berlokasi di gang sempit di Kelurahan Barongan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu juga masih digandrungi pembeli.

Hal ini terlihat dari antrean panjang yang mengular sedari pagi dan seakan nggak berhenti hingga dagangan mereka ludes tanpa sisa. Pelanggannya datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak hingga lansia, yang merupakan warga sekitar atau mereka yang sengaja datang untuk mencicipi getuk berusia puluhan tahun ini.

Untuk yang belum tahu, getuk adalah jajanan tradisional yang telah lama menjadi bagian dari masyarakat Jawa. Di pelbagai wilayah, kudapan yang terbuat dari singkong rebus yang ditumbuk hingga halus ini memiliki beragam bentuk dan rasa. Di Kudus, gethuk dalangan termasuk yang paling dikenal masyarakat.

Seribu Porsi per Hari

Suwarni sudah berjualan sejak puluhan tahun lalu. Namun, dia bukanlah generasi pertama, tapi kedua. Budi mengungkapkan, secara keseluruhan lapak yang kini dikenal sebagai Gethuk Dalangan ini telah berusia hampir setengah abad, didirikan oleh neneknya.

"Saya adalah anaknya. Generasi ketiga," kata Budi sembari tangannya tetap sibuk melayani pembeli, belum lama ini.

Suwarni sedang membungkus getuk dengan daun pisang. (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Untuk memenuhi kebutuhan sekitar 1.000 porsi per hari, usaha keluarga ini memang nggak bisa dikerjakan sendiri. Selain Budi dan Suwarni yang masih aktif berjualan hingga sekarang, lapak tersebut juga dijalankan oleh di Rokhimah, adik ipar Budi.

"Kalau sedang ramai, getuk sebanyak 800 sampai 1.000 porsi bisa ludes terjual. Pas sepi, minimal 400-an yang terjual," terang Budi. "Saat pembuatan malah seluruh anggota keluarga ambil bagian."

Murah dan Mengenyangkan

Kebanyakan pembeli Gethuk Dalangan adalah para pelanggan setia mereka. Menurut Rokhimah, selain rasa yang konsisten sejak awal berdiri, lapak ini selalu ramai karena harga getuk yang dijual tergolong murah, antara Rp4.000 hingga 6.000 per porsi yang terdiri atas berbagai macam jenis getuk.

"Permintaan getuk biasanya meningkat menjelang peringatan Maulid Nabi dan selama Ramadan. Pembelinya dari berbagai kalangan, mulai dari pegawai kantor, guru, anak-anak, remaja, dan lain-lain," terangnya.

Getuk, lanjutnya, paling pas dinikmati bersama kopi hangat saat cuaca dingin atau sedang hujan. Namun begitu, bukan berarti kudapan tersebut nggak cocok dinikmati sendirian alias bukan sebagai pelengkap.

"Nikmat di segala situasi. Kalau cuaca panas (dikudap) bersama es. Kalau dingin berarti bareng minuman dingin. Yang jelas, ini mengenyangkan, jadi bisa menjadi penunda lapar," kata dia, berpromosi.

Membeli secara Borongan

Tampak ibu-ibu sedang mengantre untuk membeli getuk. (Inibaru.id/ Alfia Ainun Nikmah)

Sebagian besar pelanggan biasanya membeli getuk secara borongan. Nggak cuma 1-2 porsi. Hal ini juga dilakukan Lilik, seorang pembeli asal Kudus yang sudah menjadi pelanggan setia Gethuk Dalangan sejak lama karena terpikat dengan rasanya yang gurih dan teksturnya yang lembut.

"Saya sering ke sini. Bolak-balik. Ini kebetulan saya beli untuk diri sendiri sekaligus teman-teman kantor," tuturnya. "Yang menyenangkan di sini, meski beli borongan begini, menunggunya nggak lama karena yang mengurusi banyak dan kerja mereka cekatan."

Oya, perlu diketahui, untuk menikmati Gethuk Dalangan, kamu nggak harus datang ke lapak tersebut karena penganan ini juga acap dijajakan penjual jajan tradisional atau sayur keliling. Selain itu, getuk tersebut juga dijual di sejumlah pasar tradisional yang ada di Kudus.

Beberapa pasar yang biasa menjajakan Gethuk Dalangan di antaranya Pasar Kliwon, Bitingan, dan sejumlah pasar tradisional lain yang ada di wilayah Kudus. Jadi, jika terlalu jauh kalau harus ke Dukuh Dalangan, kamu bisa mencari getuk ini di pasar tradisional ya.

Gimana, tertarik menjajal kuliner tradisional legendaris di Kabupaten Kudus ini? Kalau mau beli jangan kesiangan ya, takutnya kehabisan! (Alfia Ainun Nikmah/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: