BerandaKulinary
Rabu, 17 Mar 2026 18:58

Manisan Berlapis yang Hangatkan Perayaan Idulfitri di Turki: Baklava!

Baklava menjadi hidangan manis yang dinikmati saat Hari Raya Idulfitri di Turki. (Arlafoods)

Baklava, pastry berlapis berisi kacang dan sirop manis, menjadi hidangan khas Idulfitri di berbagai negara Timur Tengah dan Mediterania dengan sejarah panjang sejak masa Ottoman.

Inibaru.id - Di banyak rumah di Timur Tengah dan kawasan Mediterania, meja makan di ruang tengah saat perayaan Idulfitri nggak lengkap tanpa sajian manis yang berlapis-lapis. Saat tamu datang bersilaturahmi, tuan rumah kerap menghidangkan kue berlapis yang dikenal sebagai Baklava ini.

Sepotong kecil baklava atau kue pastry renyah yang dipenuhi kacang cincang dan sirop madu adalah bentuk penghormatan untuk tamu. Setiap gigitannya menghadirkan kemewahan; perpaduan tekstur yang rapuh dan lengket, dengan aroma harum dari rempah.

Baklava dikenal sebagai salah satu dessert paling populer di kawasan Timur Tengah, Balkan, hingga Anatolia. Kue ini dibuat dari lapisan tipis adonan phyllo yang disusun berlapis-lapis, diisi kacang seperti pistachio, walnut, atau almond, lalu dipanggang hingga keemasan.

Setelah keluar dari oven, baklava disiram cairan gula atau madu yang telah diberi aroma lemon, kayu manis, atau air mawar. Hasilnya adalah manisan yang kaya rasa dan sangat aromatik. Tekstur renyah dari phyllo berpadu dengan isian kacang yang gurih serta sirop manis yang meresap hingga ke setiap lapisan.

Dari Zaman Ottoman

Di negara seperti Turki, baklava bahkan dianggap sebagai salah satu kuliner nasional kebanggaan. Kota Gaziantep terkenal sebagai pusat baklava terbaik, terutama karena penggunaan pistachio berkualitas tinggi dari wilayah tersebut.

Konon, memang dari negeri itulah baklava berasal. Kudapan manis ini acap dikaitkan dengan dapur kerajaan pada masa Kekaisaran Ottoman. Dalam tradisi istana Ottoman, baklava bukan sekadar makanan penutup, tapi juga simbol kemewahan.

Hidangan ini disiapkan dengan teknik rumit yang membutuhkan ketelitian tinggi untuk membuat lapisan phyllo yang sangat tipis.

Pada masa itu, baklava bahkan menjadi bagian dari ritual istana yang dikenal sebagai Baklava Alayı, sebuah prosesi di mana baki-baki baklava dibagikan kepada para prajurit elit setelah bulan Ramadan. Tradisi ini memperlihatkan bagaimana makanan dapat memiliki makna sosial dan simbolik yang kuat.

Menyebar ke Berbagai Negeri

Dari era Ottoman, baklava menyebar hingga Yunani dan kawasan Balkan. (Pixabay/Engin Akyurt)

Seiring waktu, resep baklava menyebar ke berbagai wilayah yang pernah berada dalam pengaruh Ottoman, dari Yunani hingga kawasan Balkan. Setiap tempat kemudian mengembangkan versinya sendiri.

Meski prinsip dasarnya sama, baklava memiliki banyak variasi. Di Yunani, baklava sering menggunakan walnut dan sirop madu yang lebih kuat aromanya. Sementara di Lebanon, versinya lebih ringan dengan tambahan air bunga jeruk atau air mawar.

Sementara itu, baklava pistachio menjadi yang paling terkenal di Turki. Lapisan phyllo yang sangat tipis membuat kue ini terasa ringan meskipun kaya mentega dan sirop manis.

Bentuknya pun beragam: ada yang dipotong segitiga, persegi, hingga gulungan kecil. Namun, apa pun bentuknya, ciri khasnya tetap sama—lapisan pastry tipis yang menyimpan rasa manis di dalamnya.

Manisnya Silaturahmi

Dalam perayaan Idulfitri, baklava sering disajikan bersama teh atau kopi. Tamu yang datang akan ditawari potongan kecil baklava sebagai simbol keramahan dan kegembiraan setelah sebulan berpuasa.

Di banyak keluarga, membuat baklava juga menjadi aktivitas bersama. Menyusun lembar demi lembar phyllo, menaburkan kacang, dan memotongnya sebelum dipanggang membutuhkan kesabaran.

Namun, justru di situlah letak kehangatannya. Proses panjang yang dilalui bersama-sama membutuhkan bentuk kerja sama yang solid untuk menghasilkan manisan yang bisa dinikmati bersama.

Pada akhirnya, baklava bukan hanya dinikmati karena rasanya yang bikin nagih, tapi juga cerita tentang perjalanan budaya, kerja sama antarkeluarga, dan bagaimana makanan bisa menghubungkan masa lalu dengan tradisi yang terus hidup hingga hari ini. (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: