BerandaKulinary
Minggu, 5 Mei 2018 15:16

Empat Kuliner Tradisional Jepara Ini Eksotis dan Layak Kamu Cicipi

Moto belong. (kooliner.com)

Kuliner-kuliner tradisional khas Jepara ini selain bernama unik dan eksotis juga bakal membuat kunjunganmu ke kota itu bakal lebih berkesan. Apa saja?

Inibaru.id – Kalau ke Jepara, untuk piknik atau urusan bisnis seperti beli perabotan ukir-ukiran atau memborong kain tenun troso, Sobat Millens perlu juga mencicipi jajanan khasnya.

Di salah satu kabupaten di Jawa Tengah itu, kamu bisa menjumpai beragam jenis jajanan tradisional yang eksotis, dan tentu saja kena di lidah kamu, plus kebutuhan perut kamu terpenuhi. Seperti dikutip dari laman visitjawatengah.jatengprov.go.id (12/9/2017), tiga di antara jajanan itu adalah horog-horog, moto belong, dan rondo royal. Dari namanya saja sudah terdengar eksotis, bukan?

Oya, jangan lupa seruput  satu minuman khas Jepara yang berdaya sebagai jamu. Namanya juga eksotis: adon-adon coro.

Horog-Horog

Horog-horog (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Camilan ini terbuat dari tepung pohon aren. Tergolong penganan langka karena tak mudah dijumpai selain di Jepara.

Perlu kamu tahu, horog-horog sudah populer semenjak masa Revolusi Indonesia, antara 1945-1950. Umumnya, penganan ini dikudap bareng sate kikil, soto, bakso, gulai, dan sayur pecel. Kadang-kadang, horog-horog diberi santan dan sedikit gula pasir layaknya bubur. Bagi masyarakat Jepara, jajanan ini jadi sumber karbohidrat pengganti nasi atau lontong.

Keunikannya bisa dijumpai dari cara pengambilan bubuk dari pohon arennya. Biasanya para pembuat horog-horog akan menggunakan sisir sehingga tepungnya berbentuk butiran kecil menyerupai busa styrofoam yang kenyal dengan rasa sedikit asin. Tepung aren ini setelah dibersihkan, kemudian dikukus hingga matang dan setelah didinginkan, horog-horog akan bertekstur kenyal.

Tapi untuk bikin horog-horog kadangkala perlu upaya superkeras, Millens. Pasalnya, untuk memperoleh pohon aren, orang Jepara akan berburu sampai ke luar daerah seperti ke Rembang, Pati, dan Blora.

Moto Belong

Moto Belong (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Penganan yang disebut juga moto blong ini mudah dijumpai di pasar- pasar tradisional di Kabupaten Jepara. Penamaannya berasal dari ungkapan Jawa “moto” (mata) dan “belong” (melotot).  Wajar saja, bentuk camilan ini memang menyerupai mata yang sedang melotot.

Penasaran cara bikinnya? Simpel kok: parut singkong dan peras lalu isilah dengan pisang. Proses pembalutan pisang dengan parutan singkong akan membentuk kapsul. Biasanya pembuatnya akan menggunakan pewarna untuk membuat jajanan ini lebih menarik. Ketika akan disantap, moto belong dilengkapi parutan kelapa, gula, dan garam.

Rondo Royal

 

Rondo royal (seputar-jateng.com)

Monyos yang memiliki nama keren rondo royal ini terbuat dari tepung beras yang diisi dengan tape lalu digoreng. Cita rasanya unik karena perpaduan rasa asin, asam, dan manis. Paduan rasa itu yang lalu diasosiasikan dengan janda genit. Ya, rondo royal diterjemahkan sebagai janda yang royal atau genit. Agak kurang nyaman ya sebutan itu. Tapi nggak perlu dibahas lebih jauh. Maklum, nama itu populer dan diterima khalayak penikmat camilan ini.

Nah, camilan ini asyik disantap saat masih panas. Di Jepara, kamu mudah menjumpai para pedagang rondo royal di pasar-pasar tradisional.

Adon–Adon Coro

Adon-adon coro (seputar-jateng.com)

Ini minuman jamu yang berisi campuran rempah-rempah, antara lain pandan, merica bubuk, kayu manis, cengkih, dan lengkuas yang disiram dengan santan, jahe, gula merah, dan air. Rasanya pedas di lidah, hangat di tenggorokan dan perut, mirip dengan wedang jahe. Salah satu penjual adon-adon coro berada di pelataran sekitar Shopping Centre Jepara, di sebelah utara Alun-alun Kota Jepara.

Nah, Sobat Millens, berkunjung ke Jepara bakal lebih makjleb di dalam hati bila kamu sempat mencicipi satu atau semua camilan khas itu. (IB02/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: