BerandaKulinary
Sabtu, 5 Sep 2025 15:01

Cocok untuk Gaya Hidup Sehat; Nikmati Kopi Tanpa Takut Deg-degan dengan Decaf Coffee

Ilustrasi: Diproses untuk mengurangi kandungan kafein, decaf coffee cocok untuk kamu yang acap deg-degan setelah menikmati minuman pahit ini. (Shutterstock via Livescience)

Kenali decaf coffee, kopi tanpa kafein yang tetap nikmat untuk disesap, nggak bikin deg-degan, dan cocok untuk gaya hidup sehat. Cari tahu proses, manfaat kesehatan, hingga alasan kenapa decaf cocok untukmu.

Inibaru.id - Bagi Ferbriansyah, kopi adalah ritual pagi yang pantang tergantikan yang sudah dilakukan sejak SMA. Namun, tahun lalu lelaki 29 tahun itu terpaksa nggak menyentuh minuman pahit ini lantaran selalu merasa deg-degan setelah menyesapnya.

Istrinya yang melihat Frbri, sapaan akrabnya, menjadi kurang bersemangat karena nggak bisa ngopi lagi pun memberi saran untuk mencoba kopi tanpa kafein. Dia kemudian merekomendasikan satu merek kopi legendaris dari tanah kelahirannya yang mengklaim memiliki spesifikasi tersebut.

"Istriku kan dari Bandung. Nah, dia bilang, di dekat rumahnya ada satu pabrik kopi terkenal yang mengklaim hanya menyediakan kopi dengan sedikit kafein, yang kemudian aku tahu namanya decaffeinated coffee," tutur Febri via pesan suara, Kamis (4/9/2025). "Aku coba dan lumayan ngefek, sih!"

Yap, buat kamu yang menyukai aroma kopi tapi acap terganggu dengan rasa deg-degan yang muncul sebagai dampak dari kafein, decaffeinated coffee atau lebih populer dengan sebutan kopi decaf memang bisa menjadi solusi. Apakah itu?

Mengenal Kopi Decaf

Perlu kamu tahu, produk yang disebut sebagai kopi decaf biasanya telah mengalami proses pengurangan kafein hingga 97 persen atau lebih. Meski begitu, bukan berarti sensasi meminum kopi lengkap dengan rasa pahit dan rasa harumnya otomatis ikut lenyap.

Proses pengurangan kafein tetap mempertahankan sebagian besar rasa dan aroma khas biji kopi. Menurut penjelasan dari National Coffee Association (NCA) AS, proses decaf biasanya dilakukan dengan menggunakan air, pelarut organik, atau karbon dioksida untuk menghilangkan kafein.

Ilustrasi: Berbeda dengan kopi biasa yang bisa mengandung kafein hingga 140 miligram, produk decaf biasanya hanya memiliki sekitar 2-5 miligram per cangkir. (Mtpak.coffee)

Secangkir kopi decaf tetap mengandung sejumlah kecil kafein, yakni sekitar 2–5 miligram per cangkir. Jumlah ini jauh lebih kecil dibandingkan kopi biasa yang rata-rata mengandung 70–140 miligram kafein tiap cangkirnya.

Kopi decaf cocok untuk mereka yang sensitif terhadap kafein, penderita mag, atau yang sehari-hari memiliki gangguan tidur karena fungsi utama kafein memang membuat kita terjaga. Inilah yang membuat produk-produk ini banyak direkomendasikan sebagai salah satu minuman pengukung gaya hidup sehat.

Tidak Mengurangi Manfaat Kesehatan Kopi

Selain yang berhubungan dengan kafein, kopi decaf terbukti tetap memiliki unsur-unsur penting yang diyakini sebagai "manfaat minum kopi untuk kesehatan". Artinya, kendati biji kopi mengalami proses reduksi kafein, sebagian besar kandungan lain akan tetap melekat pada produk tersebut.

Kamu mungkin sudah tahu manfaat kesehatan apa saja yang bisa didapatkan dengan meminum kopi secara rutin. Menurut penelitian yang dipublikasikan di BMJ (2017), kopi mengandung antioksidan yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit hati, diabetes 2, serta gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Namun begitu, ada satu catatan penting yang perlu kamu ketahui, yakni bahwa rasa kopi decaf bisa saja sedikit berbeda dengan kopi biasa karena proses dekafeinasi dapat mengurangi sebagian senyawa yang memberi karakter khas pada kopi. Namun, sepertinya hal ini nggak menjadi masalah untuk Febri.

"Aku sudah beberapa bulan terakhir hanya minum kopi decaf karena sebetulnya nggak terlalu membutuhkan kafein. Aku hanya suka sensasi ngopinya. yang bahkan bisa kulakukan pada malam hari, hal yang nggak bakal berani kulakukan dengan kopi biasa," tandasnya.

Bagi kamu yang ingin tetap berada di lingkaran pencinta kopi tetapi sedang berusaha menjaga pola hidup sehat, kopi decaf bisa jadi pilihan yang bijak. Kamu bisa menikmatinya dengan cara yang sama seperti kopi biasa tanpa merasa khawatir deg-degan setelahnya. (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengintip Sisi Lain Nusakambangan yang Indah di Pantai Bantar Panjang

11 Jan 2026

Waroeng Sate Pak Dul Tjepiring, Tempat Makan yang Juga Museum Mini

11 Jan 2026

Bahaya yang Mengintai saat Anak Terlalu Cepat Diberi Gawai

11 Jan 2026

Lebih dari Menikmati Kopi, 'Ngopi' adalah tentang Koneksi dan Ekspresi Diri

11 Jan 2026

Sungai Finke Sudah Mengalir Sebelum Dinosaurus Lahir

11 Jan 2026

Musim Hujan Bikin Para Ibu Gampang Capek dan Baperan? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

11 Jan 2026

Menilik Keindahan Curug Merak di Kabupaten Temanggung

12 Jan 2026

Cara Naik Kereta 36+3 di Jepang yang Santai dan Kaya Pemandangan Indah

12 Jan 2026

Belenggu Musim Baratan bagi Nelayan; Gagal Melaut dan Terjerat Lintah Darat

12 Jan 2026

Koperasi hingga Budi Daya Ikan, Upaya Pemkot Bantu Nelayan Semarang hadapi Paceklik

12 Jan 2026

3 Kode dari Tubuh Kalau Kamu Alami Intoleransi Gluten!

12 Jan 2026

Akses Jalan Mulai Terbuka, Desa Tempur Jepara Perlahan Bangkit Pascalongsor

12 Jan 2026

'Project Y', Film Korea Terbaru yang Duetkan Aktris Papan Atas Korea Han So-hee dan Jun Jong-seo

13 Jan 2026

Cerita Legenda Puncak Syarif di Gunung Merbabu

13 Jan 2026

Merti Sendang Curug Sari dan Kampanye 'Nggodog Wedang' Warga Pakintelan Semarang

13 Jan 2026

In This Economy, Mengapa Orang Masih Berburu Emas meski Harga Sudah Tinggi?

13 Jan 2026

Riset Ungkap Kita Sering Merasa Kebal dari Dampak Perubahan Iklim

13 Jan 2026

Bolehkah Makan Malam Cuma Pakai Buah?

13 Jan 2026

Sebenarnya, Boleh Nggak Sih Merokok di Trotoar Kota Semarang?

14 Jan 2026

Paradoks Memiliki Anak di Korea, Dianggap Berkah Sekaligus Kutukan Finansial

14 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: