BerandaIslampedia
Minggu, 18 Nov 2017 10:28

Memeluk Islam Sesuai Kesepakatan Suku

Anak-anak Orang Rimba yang pindah Islam dan belajar mengaji. (AFP)

Demi memiliki KTP, Yusuf dan kelompoknya akhirnya memilih memeluk Islam.

Inibaru.id – Nguyup, Kepala suku adat Celitai, bagian dari Suku Anak Dalam yang sejak lama mendiami hutan di Jambi, akhirnya memilih berpindah agama bersama sejumlah kelompoknya. Ia memeluk Islam dan berganti nama menjadi Muhammad Yusuf. Namun, ada kisah memilukan di balik hijrahnya itu.

Dilansir dari BBC Indonesia, Jumat (17/11/2017), Yusuf mengatakan, sekira dua tahun lalu hutan dan kawasan gambut di Jambi menalami kebakaran. Luas areanya mencapai 21.000 kilometer persegi atau 30 kali Singapura.

"Saya takut, kami semua merasa sangat ngeri pada api dan asap di sekeliling kami," kenang Yusuf.

Guna menghindari api, dia dan sebagian besar anggota sukunya kabur ke desa terdekat, sedangkan lainnya lari jauh ke dalam hutan di taman nasional.

"Keputusannya saat itu sangat berat dan sulit. Namun, kami merasa tidak punya pilihan jika kami ingin maju,” jelasnya.

Di desa tempat mereka berlindung itulah proses masuk agama Islam dimulai.

"Setelah beberapa lama, kami ingin mengirim anak-anak kami ke sekolah, tapi guru di sekolah ingin melihat akta kelahiran mereka. Untuk memperoleh akta kelahiran harus ada akta perkawinan dan untuk mendapat akta perkawinan harus memeluk agama yang diakui negara," ungkapnya.

Sebelum MK memutuskan penghayat kepercayaan bisa masuk kolom KTP November lalu, Indonesia hanya mengakui enam agama secara resmi, yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

"Kami lalu mengadakan pertemuan suku dan membahas agama apa yang kami pilih. Kami lalu memutuskan memilih Islam," jelas Yusuf.

Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi mengatakan, Suku Anak Dalam atau Orang Rimba merupakan salah satu suku asli Indonesia yang rawan punah dan sangat menderita.

"Mereka telah sampai pada titik keputusasaan dan mereka melihat bahwa memeluk salah satu agama yang diakui negara mungkin akan menolong mereka keluar dari situasi yang sangat, sangat buruk. Ini masalah bertahan hidup."

Masyarakat di Sumatra yang mayoritas Muslim menjuluki Orang Rimba dengan nama “Kubu”. Antropolog yang sempat tinggal bersama Orang Rimba selama bertahun-tahun, Butet Manurung, mengatakan, mereka disebut begitu karena dianggap belum menjadi manusia.

"Itu artinya mereka sangat kotor, mereka sampah, bahkan jangan dilihat karena terlalu jijik. Kubu juga bisa bermakna primitif, bodoh, dan bau busuk. Evolusinya belum sempurna," terang Butet. (OS)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Wali Kota Agustina Akui Sempat Kewalahan Menangani Banjir Semarang

21 Feb 2026

Bukan Cantik Berwarna-warni, Anggrek Misterius di Hutan Merapi Ini Justru Beraroma Ikan Busuk!

21 Feb 2026

Statistik Catat Hanya Ada 2.591 Tunawisma di Seluruh Jepang

22 Feb 2026

Boleh Nggak Sih Pulang Setelah Tarawih 8 Rakaat di Masjid Lalu Witir di Rumah?

22 Feb 2026

Bersiap Sambut Pemudik, Jateng Akan Kebut Perbaikan Jalan

22 Feb 2026

Arus Mudik Lebaran 2026 dalam Bayang-Bayang Cuaca Ekstrem di Jateng

22 Feb 2026

Deretan Poster Humor Ramadan di Mijen; Viral dan Jadi Spot Ngabuburit Dadakan

22 Feb 2026

Manisnya Buah Tanpa Biji dan Perampokan Kemandirian

22 Feb 2026

Meriung Teater Ketiga 'Tengul' melalui Ruang Diskusi Pasca-pentas

22 Feb 2026

Ini Dokumen Wajib dan Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 yang Perlu Kamu Tahu!

22 Feb 2026

Mengapa Orang Korea Suka Minum Alkohol dan Mabuk?

23 Feb 2026

Tren Makanan Kukusan Makin Populer, Sehat bagi Tubuh?

23 Feb 2026

Ratusan Jemaah Tiap Hari, Tradisi Semaan di Masjid Agung Kauman selama Ramadan

23 Feb 2026

Bukan Perlu atau Tidak, tapi Untuk Kepentingan Apa Perusahaan Media Adopsi AI

23 Feb 2026

Menelusuri Jejak Sejarah Intip Ketan, Camilan Warisan Sunan Kudus

23 Feb 2026

Akhir Penantian 8 Tahun Petani Geblog Temanggung Berbuah Embung Manis

23 Feb 2026

Viral, Harga Boneka Monyet Punch Naik Gila-gilaan di Internet!

24 Feb 2026

Negara Mana dengan Durasi Puasa 2026 yang Terlama dan Tersingkat?

24 Feb 2026

Menyusuri Peran Para Tionghoa di Kudus via Walking Tour 'Jejak Naga di Timur Kota'

24 Feb 2026

Antisipasi Banjir, Pemkot Semarang akan Rutin Bersihkan Sedimentasi Sungai

24 Feb 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: