BerandaInspirasi Indonesia
Kamis, 21 Feb 2018 04:56

Widodo, Kepedulian Lingkungan, dan Pemberdayaan Ekonomi Warga

Ketua Kelompok Tani Sendang Mulyo Celep, Widodo (kanan), bersama anggota kelompok tani menangkap indukan gurami di kolam komunal yang terletak di Dukuh Nusupan RT 015, Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Sragen. (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

Widodo bersama warga lain “menyulap” bendungan penuh sampah itu jadi kolam gurami yang menyejahterakan warga. Aksi pembedayaan lingkungan dan ekonomi yang pantas diteladani.

Inibaru.id – Saat itu belum tahun 2005. Widodo (56), warga Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Sragen, Jawa Tengah gelisah melihat sampah memenuhi Bendungan Nusupan yang ada di desanya. Dia yang tinggal sekira 100 meter di bibir bendung itu mengetahui, sebagian besar warga Celep dan desa-desa sekitar seperti Pengkok, dan Karangpelem demen membuang sampah ke bendungan tersebut.

Widodo sadar, bendungan yang dibangun pada 1995 itu mengairi 280 hektare lahan pertanian dan menjadi tempat tangkapan air dari hulu aliran Sungai Mungkung. Kalau banyak sampah seperti itu, bagaimana air akan lancar ke lahan pertanian?

Widodo lalu berikhtiar mengumpulkan para pemuda di sekitar Bendungan Nusupan, khususnya di RT 015 Desa Celep. Dia mengajak mereka untuk peduli sungai. Omong gampangnya, dia ajak mereka untuk bersama-sama membersihkan sungai.

Mudahkah langkah Widodo? Nggak gampang-gampang banget. Seperti dikutip dari solopos.com (11/3/2017), dengan pendekatan cukup lama, Widodo baru berhasil mengetuk hati pemuda Nusupan untuk membersihkan sungai.

Baca juga:
Menghayati Sosok Andri Rizki, Pendiri YPAB yang Sempat Putus Sekolah
Yohana Febrianti Hera, Tiada Batas untuk Keterbatasan

Bendungan yang penuh dengan sampah itu pun bersih. Upaya Widodo nggak berhenti sampai di situ saja, Millens.  Dia menaburkan bibit ikan gurami, nila, gabus, dan lele sampai puluhan ribu ekor secara bertahap.

“Sekarang kesadaran warga terbangun. Mereka yang memancing juga ikut menjaga kebersihan sungai. Saya kalau malam hari juga kadang di sungai. Ada warga yang buang sampah langsung saya sorot dengan senter dan saya dekati supaya tidak buang sampah ke sungai. Sekarang yang mancing ikan tidak hanya warga Kedawung, dari Solo, Karanganyar, dan Sragen Kota banyak yang mancing di bendungan ini dan pasti dapat ikan. Siapa pun tidak boleh menangkap ikan dengan mengobati atau menembak,” ujar Widodo.

Bendungan Nusupan sudah bersih dari sampah. Air mengalir lancar ke lahan-lahan pertanian. Di dalam perairannya pun banyak ikan yang bisa dipancing. Kesadaran warga untuk nggak buah sampah di bendungan pun sudah tinggi.

Cukup? Belum. Masih ada aksi inspiratif Widodo yang pantas diceritakan. Ya, setelah memberdayakan warga untuk program kali bersih, Widodo mencoba mengajak warga untuk membudidayakan ikan gurami. Dia memanfaatkan lahan yang nggak produktif dan berbukit di pinggiran sungai. Nah, bersama 10 warga lainnya dia membangun kolam komunal untuk budidaya ikan gurami sejak 2005.

Upaya Widodo dan warga berbuah hasil. Jumlah kolam menjadi 24 unit pada 2008 setelah mereka membentuk Kelompok Perikanan Sendang Mulyo Celep. Perlu kamu tahu, Widodo belajar dari buku tentang budidaya gurami. Untuk penangkaran bibit, dia bahkan belajar sampai Banjarnegara dan Banyumas.

Awalnya, Widodo yang juga Kepala SDN 3 Celep itu menetaskan 100 ribu butir telur gurami. Sebanyak 70% telur itu menetas namun akhirnya mati semua setelah diguyur hujan. Dia nggak mau menyerah begitu saja. Dia menetaskan lagi 50 ribu butir telur dan bisa menetap 70%. Percobaan kedua itu berhasil dan terus berkembang menjadi indukan. Kini, Widodo memiliki 150 ekor indukan gurami dan bisa memutus mata rantai bibit gurami dari Banjarnegara dan Banyumas.

Kini, tempatnya jadi jujugan orang-orang yang butuh bibit gurami. Nggak hanya dari daerah Soloraya (eks-Keresidenan Surakarta-Red), tapi juga dari Blora, Salatiga, dan bahkan Jawa Timur. Bahkan ada kelompok perikanan dari luar Jawa yang mencari indukan ke Sragen.

Baca juga:
Bisnis Oke, Berbagi Keterampilan juga Yes
Ki Rizky: Muda-muda Pintar Mendalang

Nggak hanya tempat mencari bibit gurami, permintaan gurami siap konsumsi pun datang dari banyak tempat termasuk Semarang dan Jogja.

Tokoh masyarakat Desa Celep, Kedawung, Suyadi Kurniawan, menyampaikan keberhasilan Kelompok Tani Sendang Mulyo patut jadi contoh dalam pemberdayaan masyarakat khususnya di bidang perikanan untuk mengentaskan kemiskinan.

Setuju, Pak Suyadi. Apa yang dilakukan Widodo, dan  tentu juga orang-orang Celep patut banget diteladani. Buahnya terpetik bagus: lingkungan terjaga dan perekenomian warga juga terangkat. Hebat! (EBC/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: