BerandaInspirasi Indonesia
Kamis, 20 Sep 2017 17:36

Top! Mahasiswa Kita Juara Kompetisi Video PBB

Suasana di Cisarua Refugee Learning Centre, Cisarua, Bogor, Jabar, yang jadi subjek video pemenang kompetisi tahunan PBB. (Foto: cisarualearning.com)

Suara mahasiswa kita tentang pengungsi bakal didengar masyarakat dunia lewat video yang jadi juara di kompetisi tahunan PBB.

Inibaru.id – Mahasiswa kita tercatat kembali mendulang prestasi top di kancah internasional. Tim yang terdiri atas empat mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) itu menjuarai kompetisi video "2017 UNESCO Youth Multimedia Contest" untuk kategori usia 20-24 tahun. Mereka adalah Anggi Nurqonita, Bimo Arief Wicaksana, Fitri Aulia Ikhsani, dan Irene Angela.

Kompetisi gelaran US Federation of UNESCO Clubs and Association ini mencakup bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan di bawah naungan PBB. Seperti dilansir VOA Indonesia, kompetisi tahunan kali ini diikuti remaja dari 76 negara dengan mengangkat topik pengungsi dan solusi yang diperlukan. Pendapat remaja mengenai pengungsian dan solusinya dipresentasikan dalam video pendek.

Baca juga: Sabet Berbagai Penghargaan Film Internasional, Irhamni Bikin Bangga Indonesia

Video karya Irene dan tim mengambil subjek taman pendidikan pengungsi asal Timur Tengah dan beberapa negara lain yang ada di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Video berdurasi kurang dari lima menit itu diberi judul “Alternative-to-Detention: Where Youth and Children Refugees Can Still Dream High”.

“Memang lagi hot banget kan belakangan ini masalah pengungsi yang ditolak di mana-mana dan sebagainya. Nah, kami mengambil tema tentang satu sekolah untuk pengungsi yang ada di daerah Puncak di Cisarua. Kami bahas di situ, gimana caranya (memberdayakan) para refugee ini tanpa menyusahkan negaralah, istilahnya begitu, dan menang,” kata Irene Angela.

Ide pembuatan video berasal dari pengalaman Irene dan tim saat menjadi sukarelawan di Cisarua Refugee Learning Center di Cisarua, Bogor, yang kini menjadi tempat belajar anak-anak pengungsi dari Pakistan, Afganistan, Arab Saudi, dan beberapa negara lain.

Empat mahasiswa tersebut menggarap video dalam waktu sekitar dua setengah bulan, dimulai dari proses pembuatan konsep, pengambilan gambar, hingga penyuntingan.

Mereka mengakui bahwa proses penggarapan video tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mereka. Pasalnya, mereka dapat bertemu dan berinteraksi langsung dengan para pengungsi yang memiliki beragam latar belakang.

Baca juga: Voca Erudita, Menang Ajang Internasional dan Ikut Konser Misi Budaya di Spanyol

“Anak-anak pengungsi menurut kami tidak sebaiknya diberikan detention atau seperti dikekang karena mereka anak-anak dan remaja. Seharusnya mereka bisa tetap mendapatkan haknya untuk mendapatkan pendidikan. Samalah seperti anak-anak yang lainnya,” tambah Anggi Nurqonita.

Perlu diketahui, para pemenang lomba ini dianugerahi piagam penghargaan di Amerika Serikat. Irene dan Anggi mewakili timnya untuk menerima penghargaan tersebut. Para pemenang mendapatkan beasiswa untuk mengikuti program kepemimpinan selama dua minggu di Hood College di Frederick, Maryland, AS. Selain itu, mereka mendapatkan pelatihan dan diikutsertakan dalam sidang simulasi PBB sebagai delegasi dari Indonesia.

Kabar bagusnya, mereka berencana melanjutkan proyeknya melalui web yang juga fokus untuk memberikan bantuan dalam bentuk pendidikan kepada para pengungsi di Indonesia. Situs itu tidak hanya sebagai penyedia bantuan bagi yang membutuhkan, namun juga bisa menerima berbagai bantuan dari berbagai pihak. (PA/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: