BerandaInspirasi Indonesia
Rabu, 10 Mar 2026 13:49

Ramadan dalam Kepedulian, Ibu Profesional Semarang Gelar Program 'Berbagi Tanpa Sekat'

Suasana Program 'Berbagi Tanpa Sekat' yang digelar di Masjid Diponegoro Pleburan (Dok Komunitas Ibu Profesional Semarang)

Melalui donasi paket berbuka puasa dan bazar pakaian preloved dengan konsep bayar seikhlasnya, Ibu Profesional Semarang menggelar kegiatan sosial untuk menghadirkan ruang berbagi yang hangat sekaligus menumbuhkan budaya kepedulian di tengah masyarakat.

Inibaru.id - Ramadan selalu datang membawa suasana yang berbeda. Bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tapi juga upaya untuk melatih kepekaan terhadap kehidupan di sekitar kita.

Di pelbagai sudut kota, ada keluarga yang berbuka dengan hidangan sederhana, ibu yang harus membagi lauk agar cukup untuk anak-anaknya. atau orang tua yang ingin membelikan baju lebaran untuk keluarganya tapi harus menahan keinginan itu karena kondisi keuangan belum memungkinkan.

Kisah-kisah ini nggak selalu terlihat, tapi mereka nyata dan ada di sekitar kita. Kesadaran itulah yang mendorong Ibu Profesional Semarang, komunitas yang berkomitmen pada penguatan perempuan dan anak, menghadirkan sebuah kegiatan sosial bertajuk “Berbagi Tanpa Sekat".

Kegiatan yang merupakan bagian dari KLiK (Kenali, Lindungi, Katakan No Bullying), program khusus dalam komunitas tersebut, itu digelar di Masjid Diponegoro Pleburan, Kota Semarang, pada Sabtu (7/3/2026).

Melalui kegiatan yang mengusung tagline “Layak Pakai Layak Bahagia”, sekitar 250 anggota Ibu Profesional Semarang bersama masyarakat umum diajak untuk berbagi dalam bentuk donasi paket berbuka puasa serta pakaian layak pakai.

Pakaian Bekas, Harga Bebas

Pembagian paket berbuka puasa oleh Komunitas Ibu Profesional Semarang (Inibaru.id/ Marita Ningtyas)

Konsep donasi yang digunakan sangat terbuka. Maksudnya, nggak ada nominal tertentu sebagai patokan. Para donatur dipersilakan memberikan sumbangan sesuai dengan batas kemampuan dan keikhlasan masing-masing, karena yang terpenting adalah niat baik untuk membantu, bukan seberapa besar nominalnya.

Ketua Panitia sekaligus Penggerak KLiK Ibu Profesional Semarang Nur Rahma Wahyu menyampaikan bahwa penggalangan donasi tersebut berhasil terkumpul dana sebesar Rp3.760.000.

“Dari donasi tersebut kami menyiapkan 100 paket berbuka puasa untuk ibu dan anak dhuafa serta masyarakat sekitar yang membutuhkan. Sebagian dana juga kami salurkan sebagai infak untuk masjid,” jelasnya.

Setiap paket berbuka puasa diperkirakan bernilai sekitar Rp35 ribu, berisikan nasi kotak, air mineral, serta takjil yang layak dan bergizi. Selain pembagian paket berbuka, kegiatan ini juga menghadirkan donasi pakaian layak pakai yang dikumpulkan dari anggota komunitas maupun masyarakat.

Puluhan kotak berisi pakaian yang masih bersih dan dalam kondisi baik kemudian ditata di halaman Masjid Diponegoro Pleburan. Warga yang datang dipersilakan memilih pakaian yang mereka butuhkan. Bayarnya seikhlasnya, karena nggak ada patokan harga untuk menebus pakaian preloved tersebut.

Sejuta Cinta Ibu Profesional Semarang

Bazar bayar seikhlasnya dari Komunitas Ibu Profesional Semarang (Inibaru.id/ Marita Ningtyas)

Pengunjung yang didominasi warga sekitar pun segera memburu busana idaman mereka dengan mimik muka semringah. Ada ibu yang menggandeng anak-anak mereka untuk mematut pakaian yang diinginkan. Ada pula bapak-bapak yang memilihkan pakaian untuk istri dan anaknya.

Karena sulit dipercaya, nggak sedikit pengunjung yang saat berada di depan meja kasir kembali memastikan apakah benar mereka boleh membayar dengan harga suka-suka untuk tiap pakaian yang dibeli. Dengan ramah, para sukarelawan dari Ibu Profesional Semarang pun mengiyakannya.

Sekretaris Regional Ibu Profesional Semarang Rovanty Frizdew memastikan bahwa semua pakaian memang bisa dibeli dengan harga bebas. Konsep ini sengaja dipilih untuk menjaga nilai keberlanjutan dari program tersebut.

“Kami ingin mengajak setiap orang menakar kebutuhan dan kemampuannya masing-masing. Dengan begitu, lingkaran kepedulian ini tidak berhenti di satu titik,” ujarnya.

Hasil penjualan pakaian tersebut, dia menambahkan, nantinya akan kembali disalurkan melalui gerakan sosial Sejuta Cinta Ibu Profesional Semarang.

Bukan Program Perdana

Panitia Berbagi Tanpa Sekat. (Dok Ibu Profesional Semarang)

Dari penjualan pakaian preloved pantas pakai tersebut, Rovanty mengatakan, terkumpul dana sebesar Rp1.021.000. Menurutnya, dana yang terkumpul ini akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial yang akan mereka selenggarakan berikutnya.

Program “Berbagi Tanpa Sekat”, lanjutnya, sejatinya bukanlah hal baru bagi komunitas ini. Pada 2018 dan 2019, kegiatan serupa juga rutin dilaksanakan setiap Ramadan. Namun, pada 2020 kegiatan tersebut sempat terhenti karena pandemi Covid-19.

"Nah, tahun 2026 ini kemudian menjadi momentum untuk kembali menghidupkan semangat berbagi itu," terangnya.

Bagi Ibu Profesional Semarang, kegiatan ini bukan sekadar tentang berbagi makanan atau pakaian. Lebih dari itu, Rovanty mengungkapkan, program tersebut juga menjadi upaya untuk menumbuhkan budaya kepedulian di tengah masyarakat.

"Ramadan bukan hanya tentang menahan diri, tetapi juga tentang membuka hati, agar semakin peka terhadap sesama," tutupnya.

Dari langkah-langkah kecil seperti inilah lingkaran kebaikan bisa terus melebar dan menyebar lebih luas. Kalau kata Ibu Profesional: Berakar pada nilai, bertumbuh bersama, dan berdampak bagi dunia. Keren! (Marita Ningtyas/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: