BerandaInspirasi Indonesia
Minggu, 4 Nov 2023 14:00

Lika-liku Khoirul Anhar Kembangkan Batik Sekar Arum

Khoirul Anhar pemilik produksi batik Sekar Arum. Karyanya memiliki ciri khas pada pewarnaan gradasi. (Inibaru.id/ Ayu Sasmita)

Batik Sekar Arum khas Demak disukai pelanggan karena pewarnaannya yang menarik. Di balik kesuksesan tersebut, ada Khoirul Anhar, sang pemilik, yang merintisnya dari nol. Bagaimana kisahnya?

Inibaru.id - Sekarang, Batik Sekar Arum telah memiliki banyak pelanggan setia. Bahkan, usaha dan jenama itu juga sudah dikenal luas oleh masyarakat Demak. Tapi, jauh sebelum berada pada titik ini, Khoirul Anhar, sang pemilik, harus melewati tantangan demi tantangan yang kini menjadi pengalaman berharga baginya.

Batik Sekar Arum dirintis pada 2014. Seperti kata Khoirul, memulai usaha batik tidak bisa dibilang mudah. Selain harus memiliki ketrampilan, ketekunan, dan taste yang tinggi, pengusaha batik juga harus punya modal besar untuk mengembangkan usahanya. Dahulu, untuk bisa mendapatkan dana sebagai kapital, lelaki 44 tahun itu sempat menjual motor kesayangannnya.

Bersama Basiroh, sang istri, Khoirul lalu membulatkan tekad untuk terus berusaha mengembangkan usahanya itu dengan membuat batik khas Kota Wali. Mulanya, warga Dukuh Kroya, RT 3 RW 1 Desa Gebang Arum, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak itu membuat batik tulis dengan pewarna alami yang diperoleh di sekitar rumahnya.

"Kali pertama memakai pewarna alam, seperti tumbuhan mahoni yang saya ambil di pinggir-pinggir jalan. Lalu, akar mangrove juga," katanya kepada Inibaru.id belum lama ini.

Basiroh, istri Khoirul Anhar, membantu proses pewarnaan batik tulis di rumahnya Dukuh Kroya, RT 3 RW 1 Desa Gebang Arum, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. (Inibaru.id/ Ayu Sasmita)

Menurut Khoirul, tantangan terbesar adalah memasarkan batik yang sudah dibuatnya. Dia melakukan berbagai upaya, termasuk menawarkan langsung ke instansi-instansi. Sayang hal itu tidak membuahkan hasil. Tapi penolakan demi penolakan tidak lantas membuatnya patah semangat. Dirinya selalu mempelajari setiap kesalahan dan menerima masukan.

"Dulu sempat door to door, tapi saya jadi nggak enak sendiri. Mereka menilai 'kok kayak gini bisa mahal ya'. Padahal saat itu saya menggunakan bahan pewarna alami," ujarnya.

Beralih ke Warna Terang

Beberapa batik hasil produksi batik Sekar Arum yang siap dipasarkan ke berbagai daerah dan mancanegara. (Inibaru.id/ Ayu Sasmita)

Gagal menjual batik tulis dengan pewarna alami, Khoirul kemudian beralih menggunakan pewarna kimia dengan ciri khas cetar dan terang. Kebetulan di wilayah pantura memang terkenal dengan pewarnaan seperti itu. Ya, mau tidak mau, Khoirul pun mengikuti selera pasaran.

Satu per satu batik yang dia buat dengan warna cerah itu pun akhirnya diminati masyarakat dan banyak terjual. Batik tulis yang dulunya mendapatkan penolakan, kini justru banyak dicari karena kualitas batik dan pewarnaannya yang khas.

Untuk memasarkannya, Khoirul bekerja sama dengan salah satu butik tersohor di Kabupaten Demak. Tidak hanya itu, Batik Sekar Arum juga banyak menerima pesanan dari luar daerah seperti Medan, Bekasi, Jakarta, Jawa Timur, Jepara, Lamongan, serta dari mancanegara seperti Singapura, Thailand, Taiwan, dan Amerika.

Desain Dijiplak

Khoirul Anhar dan pegawainya sedang melakukan proses mencanting batik. (Inibaru.id/ Ayu Sasmita)

Sudah berkembang sesuai harapan, benarkah ujian-ujian berhenti menerpa? Tentu saja tidak. Tantangan selanjutnya adalah soal penjiplakan. Pernah ada salah seorang pembeli menjiplak hasil karyanya. Motif batik yang dia buat digandakan menjadi batik printing dan diklaim begitu saja.

Perasaannya kala itu tentu saja kecewa, kesal, dan tidak percaya. Dia bahkan sudah mengajukan komplain dan mempertanyakan mengenai batik yang dijiplak itu. Namun, si pencuri karya tidak mau mengaku, sementara Khoirul yakin itu karya orisinalnya.

Waktu yang terbuang sia-sia untuk meladeni pembeli nakal membuat tumpukan pesanan Batik Sekar Arum menjadi tak tergarap. Lalu, dia memutuskan untuk mengikhlaskan batik yang kadung dicap orang tersebut. Dia hanya bisa berharap dan pasrah kelak, pencuri batiknya mendapatkan ganjaran setimpal.

Kini, Khoirul, pengusaha batik khas Demak ini semakin mantap menjalani bisnisnya. Dengan banyaknya tempaan yang pernah dia alami di masa lalu, menjadikan Batik Sekar Arum semakin berjaya dan makin dikenal masyarakat luas. (Ayu Sasmita/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: