BerandaInspirasi Indonesia
Rabu, 26 Agu 2025 19:04

Lestari Moerdijat: Revolusi Pendidikan Indonesia, Dari Ijazah Menuju Kesiapan Hidup

Lestari Moerdijat menekankan pentingnya menggeser tujuan pendidikan: dari sekadar melahirkan lulusan, menjadi generasi yang siap hidup di dunia nyata. (Inibaru.id)

Kolom khusus Lestari Moerdijat di Inibaru.id. Kolom ini ditulis oleh Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI dan anggota DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah. Dalam tulisannya kali ini, dia menyampaikan gagasan visioner tentang masa depan sekolah Indonesia yang seharusnya lebih fokus pada bekal kesiapan hidup, bukan semata-mata ijazah saja.

Inibaru.id - Bayangkan sebuah bangsa yang bangga mencetak ijazah, tapi gagal melahirkan manusia yang siap hidup. Kita merayakan kelulusan dengan toga, tapi lupa bertanya: apa yang sebenarnya mereka bawa ke medan kehidupan?

Data mengungkapkan kenyataan pahit. Di sektor vokasi, khususnya pendidikan SMK, angka pengangguran justru paling tinggi—7,28 juta orang pada Februari 2025, dengan dominasi lulusan SMK. Di Karawang, jantung industri besar, 9,48% lulusan SMK tetap menganggur meski ribuan perusahaan berdiri di sana. Apa artinya ijazah bila dunia kerja menolak mengetuk pintunya?

“Pendidikan tanpa arah ibarat kapal berlayar tanpa bintang penunjuk: ia bergerak, tapi tak pernah sampai.”

Kita sering menyalahkan murid karena tak memiliki keterampilan, padahal sistem pendidikan nasional lah yang gagal menjembatani kebutuhan industri dengan isi kurikulum. Dunia kerja menuntut literasi digital, komunikasi, kerja tim, dan daya adaptasi. Sementara sekolah masih sibuk dengan hafalan dan ujian kertas.

Ironisnya, akses pendidikan memang meluas, tapi kualitasnya rapuh. Rata-rata lama sekolah penduduk Indonesia hanya 9,22 tahun—setara SMP. Bahkan yang menempuh SMK sekalipun, banyak yang akhirnya menjadi bagian dari statistik pengangguran terbuka.

“Ijazah bisa memberi status, tapi hanya keterampilan hidup yang memberi masa depan.”

Vokasi Bermakna, Sinergi Bangsa

Kita butuh perubahan yang sistemik. Pendidikan vokasi tidak bisa lagi dipandang sebagai jalur kedua yang asal-asalan. Ia harus terhubung dengan industri, memiliki kurikulum yang hidup, praktik magang yang bermakna, serta sertifikasi kompetensi yang diakui. Tujuannya bukan sekadar menyiapkan pencari kerja, melainkan pencipta peluang.

Program sporadis seperti Gerakan 1.000 Anak Putus Sekolah SMK Berdaya patut diapresiasi. Namun tanpa pembaruan dari hulu ke hilir, semua itu hanya tambalan kecil di kapal yang sudah bocor.

“Bangsa yang gagal menata pendidikannya sedang menyiapkan generasi untuk menjadi penonton, bukan pelaku masa depan.”

Pendidikan bukan urusan satu lembaga. Ia menuntut dialog strategis antara pemerintah, legislatif, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi inilah yang akan melahirkan lulusan siap kerja dan siap hidup, yang tidak sekadar menunggu, tetapi mampu menentukan arah masa depannya.

Mari hentikan siklus pendidikan yang hanya menghasilkan lulusan di atas kertas. Kita harus menata ulang tujuan pendidikan: bukan sekadar lulus, tetapi benar-benar siap hidup.

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Belajar Langsung dari Mbah Atemo, Belasan Anak Muda Lestarikan Mainan Tradisional Berbahan Kertas Bekas

6 Jul 2026

Mengenal Bunga Edelweiss Jawa, Si "Bunga Abadi" yang Justru Terancam Punah

6 Jul 2026

Dikira Bahasa Gaul, "Anjir" Justru Kosakata Lama Nelayan Pantura

7 Jul 2026

Penelitian Terbaru Ungkap Fakta Baru Manusia Hobbit Flores

8 Jul 2026

Muhammadiyah Resmikan KucingMu, Kampanyekan Kepedulian terhadap Hewan

9 Jul 2026

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: