BerandaInspirasi Indonesia
Jumat, 22 Jul 2021 17:01

Lebih Dekat dengan Asem Kawak, Komunitas Penjual Barang Antik yang Kerap Ganti Nama dan Lokasi

Beberapa contoh barang antik yang dijual oleh pedagang di Asem Kawak. (Inibaru.id/Bayu N)

Setelah berganti nama beberapa kali, kini komunitas pedagang barang antik menamai dirinya sebagai Asem Kawak atau Antikan Semarang Kawasan Kota Lama. Di gedung GIK yang berada di belakang Gereja Blenduk ini, berbagai barang antik dari pelbagai penjuru Indonesia dijual.

Inibaru.id - Di salah satu sudut Kota Lama Semarang, tepatnya di dalam gedung Galeri Industri Kreatif (GIK), deretan lapak dagang berbaris rapi. Pelbagai barang antik tampak memenuhi sudut tempat ini. Sebagian disimpan di balik etalase kaca, sebagian digantung, beberapa lagi ditata rapi di meja atau pun di lantai.

Masyarakat sekitar biasa menyebutnya sebagai Pasar Klitikan. Meski demikian, tempat ini punya nama khusus, lo, yakni Asem Kawak (Antikan Semarang Kawasan Kota Lama) yang merupakan nama dari komunitas tempat para pedagang barang antik berkumpul.

Sebelum menjadi Asem Kawak. komunitas dagang barang antik sempat bernama Kokakola dan Padangrani. (Inibaru.id/ Bayu N)

Dalam perjalanannya sejak 2011 hingga sekarang, komunitas ini mengalami beberapa kali pergantian nama.

"Awalnya dinamai Komunitas Klithikan Kota Lama (Kokakola), terus berganti lagi jadi Paguyuban Pedagang Barang Seni (Padangrani) pada tahun 2014," ungkap Untoro Subchi, salah seorang pedagang Asem Kawak belum lama ini.

Ternyata nggak cuma namanya yang beberapa kali mengalami pergantian, Millens. Lokasi dagang komunitas yang terdiri dari sekitar 30 pedagang ini juga beberapa kali mesti pindah. Kini, mereka ditempatkan di GIK oleh Pemerintah Kota Semarang dua tahun lalu.

Tampak luar pintu GIK, tempat para pedagang barang antik Asem Kawak kini menggelar lapaknya. (Inibaru.id/Bayu N)

"Sempat di Kedungmundu, Gajahmada, sama di Perbalan,” kata Untoro di sela-sela menunggu pelanggan datang.

Menurut Untoro, pemberian lokasi dagang yang tetap ini cukup menguntungkan karena masyarakat jadi tahu harus ke mana apabila ingin mencari barang antik. Dirinya juga bersyukur karena nggak perlu takut kehujanan dan kepanasan seperti ketika menggelar lapak di sepanjang jalan taman Srigunting.

Hasil Berburu Bertahun-tahun

Di Asem Kawak, kamu bisa menemukan pelbagai barang antik, lo. Uang lawas, keramik, pedang, patung, bahkan hingga foto, kamera lawas, dan kaset pita ada di sini. Tiap pedagang memiliki koleksinya masing-masing.

Koleksi barang antik yang dijual di Asem Kawak biasanya merupakan hasil berburu selama bertahun-tahun. (Inibaru.id/Bayu N)

Gondrong, salah satu pedagang di Asem Kawak mengaku bahwa dagangannya merupakan hasil dari berburu selama bertahun-tahun.

"Ada banyak banget barang antik (di Asem Kawak). Dari penjuru Indonesia ada, makanya banyak juga orang dari luar kota yang nyari barang antik di sini,” ucap lelaki yang suka mengumpulkan kaset pita itu.

Gondrong juga menambahkan kalau dalam proses berburunya ini, dirinya sampai harus menyambangi pasar-pasar klitikan lain yang ada di luar kota. Semuanya untuk dijual lagi.

Meski punya berbagai barang antik, para pedagang Asem Kawak biasanya mengutamakan bisnis. (Inibaru.id/Bayu N)

"Dijual lagi soalnya saya nggak suka mengoleksi barang. Pokoknya buat bisnis,” katanya terkekeh.

Menurut saya, keberadaan pasar barang antik ini melengkapi citra kuno Kota Lama. Vibe vintage-nya dapat banget deh!

Eh, kamu sudah pernah ke pasar barang antik ini belum, Millens? (Bayu N/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: