Iduladha, Gimana Nasib Pelapak Hewan Kurban di Tengah PPKM Kota Semarang?

PPKM di Kota Semarang masih diberlakukan menjelang Iduladha. Namun, pelapak hewan kurban dadakan di sejumlah sudut di Kota Lunpia agaknya memilih tetap melayani pembeli, Gimana hasil yang mereka dapatkan?  

Inibaru.id - Perayaan Iduladha, hari raya terbesar kedua bagi orang Islam, sudah di depan mata. Seperti tahun-tahun sebelumnya, lapak-lapak hewan kurban dadakan juga sudah didirikan di sejumlah titik di Kota Semarang, Jawa Tengah, tahun ini. Mereka seolah nggak peduli kendati Pemkot tengah menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Agaknya para pelapak tersebut memang nggak punya pilihan lain. Ini merupakan hajat sekali dalam setahun. Beberapa pelapak bahkan sukarela memindahkan "rumah" mereka ke tenda, berdekatan dengan kandang-kandang semipermanen yang umumnya didirikan di pinggir jalan.

Zaenuri, misalnya. Lelaki paruh baya yang berjualan hewan kurban di Jalan Tirto Agung, Kecamatan Tembalang, itu tampak tetap menggelar dagangan di tempat biasanya. Dia mengaku nggak takut nggak punya pembeli lantaran seluruh kegiatan masyarakat dihentikan di Kota Lunpia. Dia bahkan mengaku, omzetnya nggak banyak berubah.

“Ada corona atau nggak, kurang lebih sami mawon (sama saja)," kata Zaenuri, sembari melayani pelanggan yang tengah melihat-lihat kambing. "Namanya hewan kurban itu kan tetap dibutuhkan setiap tahunya. Jadi, ya pasti ada yang beli!”

Hingga Jumat (16/7/2021), dia mengaku sudah ada 10 domba dan 7 kambing yang dibawa pulang pembeli, padahal dia baru mangkal di tempat tersebut selama lima hari. Hm, laris manis sekali!

Laiknya Zaenuri, keuntungan berlipat juga telah diperoleh Kevin menjelang momen Iduladha tahun ini. Dia yang telah membuka dagangan selama tiga bulan terakhir di salah satu sisi Jalan Dewi Sartika, Gunungpati itu mengaku telah melepas ratusan kambing dan beberapa ekor sapi.

“Alhamdulilah. Sudah ada sekitar 130 kambing dan enam sapi yang laku. Paling mahal harganya Rp 30 juta; sapi berbobot 900 kilogram,” ujar pengusaha muda yang menggelar dagangan di lapak berukuran 25 x 7 meter tersebut.

Oya, selama pandemi, Kevin merasa ada sedikit pergeseran tren di masyarakat. Jika sebelumnya banyak pembeli memilih datang langsung ke lapak, kini 50 persen pembeli memilih bertransaksi lewat jalur online. Terlebih, adanya PPKM di Kota Semarang membuat banyak akses jalan ditutup.

Wah, berkah Iduladha. Semoga pandemi segera berlalu dan rezeki mereka yang mengais keuntungan dari hewan kurban bisa semakin bertambah. Selamat berkurban, Millens! (Triawanda Tirta Aditya/E03)