BerandaInspirasi Indonesia
Jumat, 2 Apr 2020 14:00

Kisah Inspiratif Pasangan Pemilik Warteg Sampah yang Sukses Kuliahkan Anak

Sarimin dan Suyatmi, pemilik warteg sampah. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Suyatmi dan Sarimin adalah pasangan yang mengelola warung makan yang terkenal dengan sebutan warteg sampah. Dalam kesibukannya berjualan nasi dan menjadi pengepul sampah, kedanya sukses membesarkan anak hingga bisa mengenyam bangku perguruan tinggi. Bagaimana kisahnya?

Inibaru.id - Mbah Min, panggilan akrab Sarimin pemilik warung makan yang populer dengan sebutan warteg sampah, pagi itu menyambut saya. Disebut warteg sampah karena lokasinya berada di tengah tumpukan sampah yang nggak jauh dari TPA Jatibarang Kota Semarang. Setiap hari, para pemulung serta pekerja dinas kebersihan kerap mampir di warung yang juga kediaman Mbah Min ini.

Suyatmi, istri Mbah Min juga ikut menyambut saya. Perempuan paruh baya ini bertugas memasak dan melayani pembeli. Di bangunan semipermanen yang nggak terlalu besar tersebut, mata saya menatap plakat lusuh di tengah meja warung. Di dinding juga tergantung karikatur Mbah Min dan suyatmi. Plakat dan karikatur tadi merupakan kenang-kenangan dari stasiun televisi swasta yang pernah meliput warteg ini.

“Jadi artis Mbak, artis sampah,” seloroh Sarimin saat saya menanyakan perihal penghargaan tersebut.

Siapa sangka warung ini sudah wira-wiri di beberapa saluran berita. Suyatmi bahkan sudah pernah diundang ke acara Deddy Corbuzier. Warung ini memang unik. Bukan cuma letaknya yang dekat dengan tempat pembuangan sampah, keunikan juga ada pada sistem pembayarannya.

Di sini nggak cuma uang tunai yang berlaku. Para pembeli yang sebagian besar adalah pemulung boleh membayar dengan sampah. Uang nggak ada, sampah belum dapat? Tenang, boleh nge-bon kok. Wah, menyenangkan sekali ya?

Meskipun sudah terkenal, Suyatmi dan Mbah Min tetaplah seseorang yang sederhana dan rendah hati. Mereka menerima semua orang dengan ramah dan apa adanya.

Berkat keramahannya, warungnya yang sederhana tetap ramai hingga kini. Suyatmi bahkan mengaku bahwa sering kehabisan sehingga beberapa pembelinya terpaksa menelan kekecewaan. Selain itu, pemberitaan tentang warungnya bikin masyarakat penasaran dan sengaja datang untuk mencoba bersantap di warungnya tersebut.

“Ya pada penasaran. Kalau ada tamu (dinas) yang ngurus sampah pada mampir nyobain makan di sini,” ungkapnya. Dia juga bercerita kalau Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pernah bersantap di warung ini sekitar empat tahun yang lalu.

Antarkan Anak Hingga Sukses

Keseharian Sarimin membantu sang istri berjualan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Apa pun pekerjaan yang pasangan istri suami ini lakukan, mereka senantiasa bersyukur. Berangkat merantau dari Rembang, keduanya meneruskan usaha sebagai pengepul sampah di Kota ATLAS.

Inovasi pasangan ini untuk membuka warung dan menerapkan pembayaran dengan sampah ini ternyata efektif untuk menarik pelanggannya yang rata-rata merupakan pemulung. Keuntungan usaha mereka nyatanya cukup untuk membiayai hidup mereka dan anak-anaknya.

FYI, pasangan ini memiliki dua orang anak, Millens. Anak tertuanya kini bekerja sebagai sopir truk di dinas kebersihan Kota Semarang, sementara si bungsu masih kuliah di Universitas Pandanaran.

“Saya dulu di sini cari sampah 2 tahun, kepengin anak-anak sukses,” suara perempuan 48 tahun ini bergetar.

Sebagai orang tua, Suyatmi dan suaminya selalu berharap agar anak-anaknya bisa lebih sukses darinya. Nggak heran, kebanggaan Suyatmi terus terpancar ketika menceritakan anak keduanya yang kini berkuliah sambil menjadi seorang penerjemah bahasa Inggris.

“Pokoknya yang penting anak-anak sukses,” tandasnya.

Wah, salut banget dengan perjuangan Suyatmi dan Sarimin ya, Millens! (Zulfa Anisah/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: