BerandaInspirasi Indonesia
Kamis, 9 Jul 2025 13:06

Aktivitas Lari di Pati Lebih Termotivasi bersama Komunitas Pergilari

Lari bareng Pergilari bisa jadi opsi yang pas saat butuh teman lari di Pati. (Dok Pergilari)

Ingin mulai lari tapi bingung sama siapa dan mulai dari mana? Komunitas Pergilari di Pati cocok untuk pelari pemula maupun yang sudah berpengalaman. Gratis, terbuka, dan suportif!

Inibaru.id - Dalam beberapa tahun terakhir, berlari menjadi salah satu aktivitas yang digemari masyarakat, mulai dari muda hingga tua. Praktis, murah (asalkan nggak pakai outfit serba mewah), dan bisa dilakukan kapan saja menjadi alasan utama mengapa kegiatan ini mudah digemari.

Sebagian pelari melakoni aktivitas ini untuk alasan kesehatan dan kebugaran, meski nggak sedikit pula yang melakukannya demi memenuhi feed di Instagram atau konten Tiktok. Terlepas dari alasan apa pun yang mereka emban, berlari tetaplah membutuhkan niat dan motivasi yang kuat.

Ada yang merasa lebih nyaman melakukan aktivitas lari seorang diri. Namun, nggak sedikit pula yang memilih melakoninya secara bersama. Alasannya, biar ada yang mendukung dan memotivasi saat keinginan berlari mulai mengendur.

Yap, kebanyakan pelari memang cuma kuat di awal. Beberapa waktu berjalan, empuknya kasur biasanya terasa jauh lebih nyaman menjelang jadwal mengencangkan tali sepatu. Maka, teman menjadi faktor penting untuk para pelari jenis ini.

Nah, buat kamu yang termasuk "spesies" pelari sosial yang perlu barengan agar termotivasi, kamu perlu bergabung dengan komunitas lari di sekitarmu. Kalau sedang berada di Kabupaten Pati, komunitas Pergilari mungkin bisa menjadi wadah yang pas untukmu.

Komunitas ini hadir buat siapa saja yang pengin mulai hidup sehat lewat lari, tanpa harus jago atau merasa malu karena masih pemula.

Kegembiraan terpancar kuat di wajah para pelari di event Pergilari Pati. (Dok Pergilari)

Didirikan pada 5 Juni 2024, komunitas Pergilari baru saja merayakan ulang tahun pertamanya. Meskipun usianya masih muda, komunitas ini udah punya banyak anggota dari berbagai latar belakang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

“Kemarin kami baru saja adakan gala dinner buat perayaan anniversary yang pertama di salah satu kafe terkenal di Pati lo, Mbak! ungkap Revaldy Desta Valiantza, founder Pergilari.

Lelaki 31 tahun asal Tlogowungu itu menjelaskan, Pergilari dibentuk sebagai ruang terbuka bagi siapa saja yang pengin mulai lari tanpa rasa minder.

“Terbuka untuk umum, gratis, dan siapa saja boleh gabung. Cara gabungnya gampang, tinggal masuk grup via link yang ada di bio Instagram @pergilari.id,” tambahnya.

Salah satu anggota yang merasakan langsung manfaat bergabung di Pergilari adalah Diki Eko, pemuda asal Pati yang kali pertama ikut lari bareng pada awal Januari lalu.

“Awalnya iseng doang sih, nemu link komunitasnya di Instagram. Eh, pas cobain lari bareng, kok asyik ya? Malah keterusan sampai sekarang, haha,” ujar Diki sambil tertawa.

Lari bareng, senyum bareng, sehat bareng! (Dok. Pergilari)

Semenjak rutin ikut kegiatan Pergilari, Diki merasa hidupnya jadi lebih produktif. Kalau dulu dia cuma lari dua minggu sekali, sekarang seminggu bisa sampai tiga kali.

“Tidurku lebih nyenyak. Badan juga lebih segar. Dan yang paling penting, sekarang aku jadi suka lari,” akunya.

Selain itu, dia juga senang bisa mendapatkan teman baru dari komunitas lari yang kerap menggelar event lari keliling kota ini.

“Buat pemula kayak aku, komunitas ini cocok banget. Nggak ada yang nge-judge karena masih newbie, semua saling dukung di sini," ucap Diki. "Rute larinya juga ganti-ganti tiap minggu, jadi nggak bosen, deh!”

Komunitas yang menarik, bukan? Yakinlah bahwa perubahan besar acapkali dimulai dari langkah sederhana seperti sepasang sepatu, jalanan kota, dan teman-teman yang mau nemeninmu bergerak.

Di Pergilari, semua itu ada. Tinggal kamu yang tentukan, mau ikut lari bareng Pergilari kapan? (Rizki Arganingsih/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: