BerandaIndo Hayati
Sabtu, 9 Mar 2018 12:55

Walet Putih, Burung Penyuka Kebersihan

Burung Walet Putih (gambarkeren.co)

Nama walet memang sudah nggak asing di telinga setiap orang karena harga jual sarangnya yang tinggi. Menjadi walet dengan nilai ekonomis paling tinggi, walet putih ternyata sangat menyukai kebersihan, lo.

Inibaru.id – Burung walet oleh sebagian orang disebut juga lawet, menjadi salah satu jenis burung yang banyak diincar. Ini lantaran sarangnya yang berharga mahal. Berbeda dengan burung lainnya, sarang burung walet bisa dijadikan makanan yang bermanfaat bagi kesehatan bahkan untuk kecantikan kesehatan kulit. Nggak mengherankan jika sarang burung walet ini memiliki banyak peminat.

Burung walet memiliki beberapa jenis. Salah satunya burung walet putih. Menjadi maskot fauna Kabupaten Kebumen, burung walet putih memiliki nama ilmiah Collocalia fuciphagus yang termasuk spesies burung dari keluarga Apodidae, dari genus Collocalia. Dinamakan burung walet putih karena memiliki sarang berwarna putih.

Ciri dan Karakteristik

Mengutip Wikipedia, sulit untuk dibedakan dari jenis lain, burung walet putih memiliki tubuh berukuran agak kecil yaitu sekitar 12 cm. Bulunya berwarna cokelat kehitam-hitaman dengan bulu bagian bawah abu-abu atau cokelat. Matanya berwarna cokelat gelap. Sedangkan paruh dan kakinya berwarna  hitam. Ciri yang paling menonjol dari burung ini adalah bagian ekornya yang mempunyai belahan sedikit ke dalam. Burung walet putih ini juga memiliki lengking suara "tsyiir" yang khas.

Memiliki bentangan sayap hingga 25 cm, sayap walet putih ini lebih kaku dan terbangnya juga lebih kuat. Dengan memiliki sayap yang kuat dan tubuh yang ringan burung walet putih mampu menempuh jarak yang jauh. kecepatan terbang burung walet putih berkisar antara 100 km/ jam sampai 150 km/ jam. Dalam sehari burung walet putih mampu untuk terbang tanpa berhenti sama sekali. Wah, kuat sekali ya?

Baca juga:
Buah Duku Kalikajar yang Istimewa
Lestarikan Elang Brontok!

Selain itu, melansir laman sugek.net, ketika mencari makan, burung ini selalu bersama-sama dalam kelompoknya. Pada senja hari atau kadang-kadang sampai malam barulah burung ini pulang ke sarangnya. Saat mencari makan biasanya jarang berputar-putar di tempat yang rendah tetapi di lokasi lebih tinggi.

Ya, burung walet putih ini lebih suka berada di sekitar pohon-pohon tinggi seperti beringin untuk mencari semut dan tawon. Burung walet putih ini juga biasa terbang ke dalam air untuk mandi dan juga untuk minum dan kemudian akan terbang lagi.

Perlu kamu tahu juga, wallet putih ini daya penciumannya sangat tajam dan sangat menyukai aroma wewangian. Nggak hanya itu saja, wallet putih juga punya indera ke enam, lo. Apa itu? Yaitu sistem ekolokasi burung walet putih lebih tajam dari jenis burung walet lainnya. Seperti kelelawar, walet putih memiliki kemampuan mengeluarkan suara berfrekuensi tertentu untuk mendeteksi keberadaan benda (berburu) dan untuk menemukan sarang. Kemampuan ini memungkinkannya untuk terbang atau berburu di tempat yang gelap.

Selain itu, ekolokasi ini juga digunakan untuk berkomunikasi dan memberikan peringatan kepada walet lain agar nggak mendekati sarangnya.

Habitat dan Persebaran

Banyak terdapat di Asia Tenggara, di Indonesia burung walet putih sudah menyebar di beberapa pulau besar. Di antaranya yaitu  Pulau Jawa, Sumatra, Bali dan Kalimantan. Tersebar di ketinggian 2800 mdpl, Biasanya, sarang burung walet putih akan terlihat dalam celah-celah gua dan dinding langit-langit gua. Selain di gua, walet putih juga membuat sarang pada celah batu karang yang susah dicapai secara alami.

Nah, ketika membuat sarang, walet putih melakukannya dengan cara meletakkan liurnya hingga mengeras. Liurnya ini diproduksi bila suasana sudah mulai gelap, tenang, dan nyaman. Sarang yang hanya berkomposisi liur ini berwarna putih bersih dan bisa dimakan. Bersama kelompoknya, burung walet putih ini bersarang secara musiman, bergantung atas tempat bersarang yang sesuai pilihannya.

Perkembangbiakan

Mengutip mallojunior.blogspot.co.id, meski walet berkembang biak sepanjang tahun, namun kebanyakan berkembang biak dua kali dalam setahun. Paling sering biasanya menjelang musim hujan. Pasalnya, saat itu populasi serangga yang menjadi sumber makanan mereka sedang melimpah. Musim berbiak ini ditandai dengan banyaknya kawanan walet yang saling berkejaran dan mengeluarkan nyanyian untuk menarik hati lawan jenisnya.

Proses perkawinan biasanya berlangsung pada malam hari ketika walet telah kembali ke dalam gua atau rumah burung walet. Namun, ada kalanya walet melakukan perkawinan di udara yang berlangsung sangat cepat dan berulang-ulang hingga tiga kali.

Selanjutnya walet betina akan bertelur setelah 5-8 hari dari masa perkawinan. Telurnya berbentuk memanjang, bercangkang putih. Dalam satu kali masa bertelur, walet putih mampu menghasilkan dua butir telur. Interval keluarnya telur pertama dan kedua berselang 2-3 hari. Selanjutnya, telur-telur ini akan dierami selama 15-17 hari.

Baca juga:
Mengenal Lebih Dekat Terung Belanda, Buah Khas Pegunungan
Senarai Fauna Identitas Daerah di Jawa Tengah: Burung Branjangan, Maskot Sragen yang Kicauannya Digandrungi

Nah, setelah menetas, anak walet akan diasuh induknya sekitar 40 hari hingga siap terbang. Selanjutnya, anak walet mencari serangga makanannya bersama-sama dengan induk dan koloninya.

Oya, butung burung walet putih ini termasuk burung penjaga kebersihan, lo. Di sarangnya, nggak pernah dijumpai kotoran burung. Secara naluriah, sejak baru menetas atau piyik akan mundur ke bibir sarang untuk membuang kotoran, lalu kembali ke tengah sarang. Wah, kira-kira kamu kalah bersih nggak nih dari burung walet? (ALE/SA)

Klasifikasi ilmiah

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Apodiformes

Famili: Apodidae

Genus: Aerodramus

Spesies: Collocalia/Aerodramus fuciphagus

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: