BerandaIndie Mania
Rabu, 9 Okt 2018 15:00

Kenapa Kaset Pita dan Piringan Hitam Masih Punya Penggemar Hingga Kini?

Vinyl dan alat pemutarnya. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Seiring perubahan zaman, kaset pita dan vinyl dianggap kuno dan menjadi barang langka. Namun, rupanya bentuk rilisan fisik itu justru menjadi "edisi khusus" yang banyak diburu masyarakat. Kok bisa?

Inibaru.id – Bagi sebagian orang, rilisan fisik seperti kaset pita dan vinyl barangkali dianggap sebagai barang antik. Padahal, nggak begitu, lo. Kendati sudah tergerus oleh rilisan fisik modern seperti CD/DVD dan aplikasi streaming, peminat kaset pita dan vinyl masih banyak.

Perlu kamu tahu, kendati memiliki bentuk fisik, CD dan DVD termasuk rekaman digital. Sementara, kaset pita dan vinyl adalah rekaman analog yang bekerja secara mekanis dan nggak membutuhkan media optik yang menerjemahkan data biner.

Nah, menyoal tentang kaset pita dan vinyl itu, kenapa, ya, para kolektor masih menyukai keduanya?

Bukti Sejarah

Brury Prasetyo, salah seorang penggagas Komunitas Lapak024, mengatakan, kaset pita dan vinyl merupakan bukti otentik dari sejarah. Dulu, orang mendengarkan musik melalui vinyl, dan pemutaran musik dari radio pun berasal dari vinyl. Selain itu, kaset pita dan vinyl juga memudahkan masyarakat untuk memetakan musik di era tertentu.

“Maka dari itu, kalau ada vinyl yang harganya sampai jutaan, ya, nggak apa-apa. Itu, kan, barang langka,” tuturnya.

Dia bercerita, Seorang rekannya suatu kali pernah menjual vinyl berisi proklamasi seharga Rp 12 juta tanpa ditawar. Yap, harga itu bisa dibilang wajar kalau menilik nilai historisnya.

Paling Awet

Menurut Brury, vinyl atau piringan hitam adalah salah satu rilisan fisik paling awet dalam sejarah. Vinyl nggak akan rusak kecuali piringannya tergores oleh benda tajam.

Selain vinyl, kaset pita juga termasuk rilisan fisik yang cukup awet dengan kualitas yang bisa jadi nggak banyak berubah. Dia menerangkan bahwa kaset pita yang berjamur pun masih bisa bisa dibersihkan.

Brury, salah seorang penggagas Komunitas Lapak024. Brury juga merupakan pemilik Come Store, toko rilisan fisik di Semarang. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Saking sukanya dengan kaset pita dan vinyl, kini Brury sudah mengoleksi setidaknya 1.000 kaset pita dan 300 vinyl. Koleksi-koleksi ini sama sekali nggak dijual dan “haram” untuk dipinjamkan, lo.

Ketika ada musikus yang mengeluarkan album, Brury juga memprioritaskan pembelian kaset pita atau vinyl, bukan CD/DVD.

“Ada kolektor-kolektor yang sampai beli 3 kaset pita yang sama persis. Yang satu di-play, satu masuk koleksi, satunya buat barter. Kalau kolektor itu biasanya maunya ditukar, bukan dibeli,” kisahnya.

Identitas Musikus

Nggak berbeda dari Brury, Rinaldy Yulian Bagaskara, alumnus Universitas Dian Nuswantoro Semarang, juga menemukan keistimewaan kaset pita dan vinyl. Dia bisa melihat identitas sebuah band dari artwork, cover, packaging, dan aspek lain dari album yang dirilis.

“Itu juga bisa didigitalkan. Jadi nggak perlu lagi pakai aplikasi musik yang penuh iklan itu,” kelakar dia.

Yap, ada banyak kolektor rilisan fisik yang melakukan ripping a.k.a. merekam lagu agar menjadi bentuk digital. Bagi Brury dan Rinaldy, cara ini sah-sah saja karena mereka sudah membeli album. Agar lebih kekinian, ada musikus yang juga menyertakan barcode pada albumnya agar pembeli bisa sekaligus mengunduh lagu secara gratis.

Tertarik mengikuti jejak keduanya? Kamu bisa, kok menjadi kolektor seperti mereka. Pemutar vinyl dan kaset pita juga masih banyak dijual, kok! (Ayu S Irawati/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: