BerandaHits
Rabu, 7 Des 2021 12:48

Yang Tersisa dari Erupsi Semeru; Misteri Truk Kosong dan Tanda-tanda Sebelum Letusan

Ada banyak cerita dan misteri yang tersisa dari erupsi Semeru. (Pikiran Rakyat/Deasy Rafianty /BPBD Provinsi Jawa Timur)

Nggak hanya jumlah korban meninggal dan hilang, masyarakat juga memperhatikan misteri dari erupsi semeru seperti truk kosong yang ditinggalkan saat erupsi hingga tanda-tanda sebelumnya. Apa saja, ya?

Inibaru.id – Erupsi Semeru menyisakan duka. Per Senin (6/12/2021) malam, setidaknya, 22 orang dipastikan meninggal dunia, 27 masih hilang, dan 2.004 orang harus tinggal di pengungsian. Selain itu, banyak misteri yang belum terpecahkan dari erupsi kemarin yang masih jadi pembahasan banyak orang.

Yang lebih mengenaskan, ada banyak korban meninggal dunia yang masih belum bisa diidentifikasi karena kondisi tubuh yang terkena awan panas. Bahkan, sebenarnya lebih dari 5 ribu jiwa terdampak bencana ini.

“Jumlah korban meninggal per 17.30 WIB adalah 22 orang, 13 sudah dikenali, tujuh proses identifikasi, 12 sudah teridentifikasi itu sudah dimakamkan,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari, Senin (6/12).

Misteri Truk Kosong

Selain jumlah korban yang terus bertambah, warganet juga banyak yang membahas tentang misteri truk kosong. Truk-truk ini bisa dilihat di banyak gambar atau video yang diambil di Desa Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur. Namun, ada truk yang jadi perbincangan banyak orang, yakni yang dikemudikan Guntur Handoko dan Bagong saat erupsi berlangsung.

Misteri truk kosong sisa erupsi Semeru juga masih jadi perbincangan banyak orang. (Etindonesia/Trisnadi/AP Photo)

“Pelat nomor dan truknya sudah ditemukan, namun orangnya masih belum,” ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana dareah (BPBD) Jember Heru Widagdo, Senin (6/12).

Guntur dan Bagong sama-sama berasal dari Kecamatan Jombang, Jember. Keduanya masuk dalam daftar orang hilang sejak erupsi Semeru pada Sabtu (4/12) lalu. Keduanya sedang berada di dalam truk yang mengangkut pasir dari sungai yang ada di wilayah Desa Sumberwuluh.

Usai erupsi, yang tersisa hanya truk tersebut. Keduanya hingga kini raib nggak berbekas. Pencarian keduanya pun masih dilakukan hingga sekarang.

Ada Tanda-Tanda Erupsi Sebelumnya?        

Sebenarnya ya, erupsi Semeru nggak tiba-tiba muncul begitu saja. Warga Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, salah satu wilayah paling parah terdampak erupsi, mengaku sudah melihat tanda-tandanya.

Marsid, warga desa tersebut, mengaku sebelum erupsi air di wilayahnya berubah jadi keruh. Warga tahu kalau hal ini adalah tanda-tanda kalau lahar bakal turun. Apalagi, sebelumnya hujan terus.

Dia menyebut air keruh ini adalah tanda kalau di daerah hulu sungai sudah ada pencemaran abu letusan. Selain itu, warga juga sudah melihat goresan lava putih di gunung beberapa hari sebelumnya. Hal ini membuat banyak warga sudah bersiap untuk melakukan evakuasi.

Warga mengaku sudah melihat tanda erupsi sebelumnya. (Genpi/Antara/Umarul Faruq)

“Saya sempat melihat awan panas. Waktu itu alirannya masih kecil. Kalau keluarga saya sudah mengungsi. Saya masih di sini melihat datangnya, tapi sudah ada sepeda motor buat kabur,” terang Musid, warga lainnya.

Masalahnya, warga mengeluhkan pemerintah nggak mengeluarkan peringatan atau imbauan untuk waspada. Hal inilah yang membuat banyak korban ditemukan usai erupsi.

Sudah Ada Peringatan dari PVMBG, Tapi Diabaikan

Yang lebih ironis, sebenarnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah mengeluarkan peringatan dini sebelum erupsi terjadi. Hal ini diungkap Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Eko Budi Lelono, Senin (6/12). Sayangnya, Eko menyebut pihak BPBD dan pemerintah daerah di wilayah Semeru nggak menanggapi dengan serius.

Dia menyebut PVMBG sudah memberikan peta rawan bencana yang termasuk dalam sistem peringatan dini kepada BPBD dan pemerintah setempat. PVMBG juga sudah merekomendasikan area-area yang kini terdampak erupsi untuk disterilkan dulu.

Semoga menjadi evaluasi pemerintah daerah ya, agar akibat bencana ini bisa diminimalisasi, Millens. (Cnn,Kom/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: