BerandaHits
Jumat, 12 Feb 2026 13:01

Warga Terdampak Tanah Gerak Jangli Minta Direlokasi, Apa Kata Pemkot Semarang?

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat merespons tanah gerak di Jangli Tembalang. (Inibaru.id/ Sundara)

Pemkot Semarang buka suara terkait tanah gerak di Jangli, tengah mencari solusi terbaik termasuk opsi relokasi bagi warga terdampak.

Inibaru.id - Sudah sekitar satu pekan Sri Darningsih meninggalkan rumahnya yang terdampak tanah gerak di Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Untuk sementara waktu, dia dan keluarga terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya di Mranggen, Kabupaten Demak.

Kondisi rumah perempuan 47 tahun itu cukup memprihatinkan. Paku-paku terlepas dari kayu; bahkan sudah ada bagian yang runtuh. Menurut Sri, rumah itu sudah nggak layak huni karena bisa membahayakan keselamatan orang-orang yang tinggal di dalam.

"Rumah saya juga akan dibongkar untuk mengambil material yang bisa diselamatkan. Itu saja (yang diselamatkan), karena saya tidak ada barang berharga lain, kecuali pakaian yang kami kenakan sehari-hari," ujar Sri saat ditemui Inibaru.id, Rabu (11/2/2026).

Meski sudah mengungsi, hampir tiap hari dia mengaku masih datang ke Kampung Sekip. Bukan untuk menempati bangunan yang rawan bubrah tersebut, tapi sekadar memantau kondisi rumahnya yang terdampak tanah gerak.

Kemungkinan untuk Relokasi

Selain kehilangan tempat tinggal, dampak tanah gerak juga membuat Sri sulit fokus bekerja. Menurutnya, ketidakpastian tempat tinggal dan kekhawatiran terhadap kondisi rumahnya membuat perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja lepas di usaha katering memilih untuk mengambil cuti sementara waktu.

"Per jam, bahkan kadang 15 menit sekali, tanah di situ masih terasa bergerak. Suaranya kletek-kletek begitu. Jadi, semoga warga terdampak bisa direlokasi ke tempat yang lebih aman," harapnya. "Kalau tanah stabil dan rumah bisa dihuni, sebetulnya saya pilih bertahan, karena (rumah yang sekarang) dekat tempat kerja."

Rumah di Kampung Sekip yang terdampak tanah gerak terpaksa dirobohkan. (Inibaru.id/ Sundara)

Menanggapi permasalahan tanah gerak yang dihadapi warga Kampung Sekip, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengungkapkan, Pemkot tengah berupaya mencari solusi terbaik bagi warga terdampak, termasuk opsi relokasi.

"Kalau dipindahkan, direlokasi, harus ada tempat yang cukup. Lalu, perlakuan-perlakuan khusus juga harus diberikan," tuturnya saat dikonfirmasi di Balai Kota Semarang, Rabu (11/2).

Warga Belum Satu Suara

Agustin, sapaan akrabnya mengatakan, opsi untuk merelokasi masih terbuka lebar, tapi sejauh ini belum semua warga satu suara terkait opsi tersebut, sehingga keputusan untuk melakukan relokasi belum bulat; belum bisa diputuskan secara menyeluruh.

"Jadi, nanti didata sama Pak Lurah, yang mau dan menolak. Untuk tempat (relokasi), sudah ada beberapa alternatif," jelasnya. "Prioritas kami sekarang adalah keselamatan. Saya imbau, lebih baik untuk sementara warga di area tanah gerak pindah atau mengungsi ke lokasi yang lebih aman."

Sementara, untuk keamanan dan keselamatan, Agustin menambahkan, Pemkot telah meminta camat dan lurah untuk membuat sistem penjagaan atau piket di Kampung Sekip, sehingga permukiman itu tetap terpantau dan Pemkot juga bisa segera merespons jika terjadi hal-hal yang nggak diinginkan.

"Yang penting, saya sarankan untuk mengungsi dulu, karena relokasi juga perlu ada koordinasi khusus. Semoga anak-anak tetap bisa masuk sekolah," tandasnya.

Semoga Pemkot Semarang segera menemukan solusi bagi warga terdampak tanah gerak, ya Gez! (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Pertamina: Harga BBM Berpotensi Turun Bertahap Mulai Juli

27 Jun 2026

Barikan Sitinggil, Cara Warga Kriyan Merawat Jejak Ratu Kalinyamat Lewat Doa dan Kebersamaan

28 Jun 2026

Masyarakat Bisa Pilih Logo HUT Ke-81 RI, Pemerintah Buka Polling hingga 28 Juni

29 Jun 2026

Perusahaan Kereta Asal Swiss Lirik Indonesia sebagai Basis Produksi untuk Pasar Asia

30 Jun 2026

Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina DEX Turun Mulai 1 Juli 2026, Pertamax Tetap

1 Jul 2026

DJP Siap Terapkan Pajak E-Commerce Mulai 1 Juli 2026

1 Jul 2026

Mulai 1 Juli 2027, Empat Marketplace Resmi Pungut Pajak Pedagang Online

2 Jul 2026

Tabung CNG 3 Kg Segera Diuji, Diklaim Lebih Aman dari LPG

3 Jul 2026

Pemerintah Siapkan 39 Bandara Baru, Total Bandar Udara di Indonesia Bakal Jadi 296

4 Jul 2026

Belajar Langsung dari Mbah Atemo, Belasan Anak Muda Lestarikan Mainan Tradisional Berbahan Kertas Bekas

6 Jul 2026

Mengenal Bunga Edelweiss Jawa, Si "Bunga Abadi" yang Justru Terancam Punah

6 Jul 2026

Dikira Bahasa Gaul, "Anjir" Justru Kosakata Lama Nelayan Pantura

7 Jul 2026

Penelitian Terbaru Ungkap Fakta Baru Manusia Hobbit Flores

8 Jul 2026

Muhammadiyah Resmikan KucingMu, Kampanyekan Kepedulian terhadap Hewan

9 Jul 2026

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: