BerandaHits
Rabu, 14 Jan 2020 11:52

Viral Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Ini Fakta yang Menyelimutinya

Kerajaan Keraton Agung Sejagat di Purworejo. (Merdeka Online)

Di Purworejo, Jawa Tengah, muncul Kerajaan Keraton Agung Sejagat yang mengklaim seluruh wilayah di dunia masuk dalam kekuasannya. Seperti apa sih fakta tentang Kerajaan yang menjadi buah bibir warganet ini?

Inibaru.id – Netizen dihebohkan dengan munculnya Kerajaan Keraton Agung Sejagat yang ada di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kerajaan ini bahkan sudah memiliki ratusan pengikut! Sebenarnya, seperti apa sih fakta terkait dengan kerajaan ini?

IDN Times, Senin (13/1/20) menulis, ada beberapa fakta unik tentang kerajaan yang dipimpin oleh yakni Sinuhun dan Kanjeng Ratu ini. Berikut adalah fakta-fakta tersebut.

Keraton Mengklaim Seluruh Wilayah di Dunia Sebagai Wilayah Kekuasannya

Pemimpin kerajaan yang ada di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan ini adalah Totok Santosa Hadiningrat yang dipanggil Sinuhun dan istrinya, Dyah Gitarja yang bergelar Kanjeng Ratu. Sinuhun mengklaim seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia yang masuk dalam wilayah kekuasaannya.

Sudah Diikuti Lebih dari 400 Orang

Pada 10-12 Januari 2020 lalu, keraton melakukan cara Wilujengan. Acara ini adalah perwujudan janji dari 500 tahun keruntuhan Kerajaan Majapahit pada 1518. Hanya saja, acara yang juga disertai dengan Kirab Budaya ini juga dilakukan untuk menyambut kembalinya Sri Maharatu (Maharaja) ke tanah Jawa.

Total, pengikut Keraton Agung Sejagat ini sudah mencapai 425 orang. Hanya saja, banyak warga yang menyebut para pengikut ini bukan warga dari Desa Pogung Jurutengah.

Meresahkan Warga Sekitar

Ternyata, keberadaan Keraton Agung Sejagat nggak mendapatkan sambutan hangat dari warga Desa Pogung Jurutengah. Salah seorang warga yang tinggal di dekat keraton tersbut, Jumeri, juga menyebut di desanya nggak ada sejarah keraton atau kerajaan sebelumnya.

“Tidak ada keraton dari dulu, adanya keraton jin di belakang sana. Kami merasa sangat terganggu, karena kegiatan mereka di tengah malam nyanyi-nyanyi sambil tepuk tangan, jadi suaranya membuat warga terganggu. Saya sudah ingatkan 3 kali itu,” tegas Jumeri.

Mendapatkan Respons Ganjar Pranowo

Keberadaan Keraton Agung Sejagat ternyata mendapatkan respons Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ganjar pun meminta perguruan tinggi untuk melakukan penelitian untuk membuktikan klaim dari keraton tersebut.

“Sebaiknya bicara dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, agar bisa diketahui, syukur-syukur ada perguruan tinggi yang mendampingi. Kalau ada seluruh dokumen (Kraton Agung Sejagat), lebih baik. Bisa untuk didiskusikan agar teruji,” ucap Ganjar.

Pemkab Purworejo Diminta untuk Mengeluarkan Klarifikasi

Nggak hanya meminta adanya penelitian terkait dengan keraton ini, Ganjar juga meminta Pemkab Purworejo untuk melakukan komunikasi dengan pemimpin keraton tersebut demi mengatasi keresahan masyarakat.

“Pemerintah (Kabupaten) Purworejo harus memberikan perlindungan kepada masyarakatnya, meminta klarifikasi sehingga bisa jadi jelas,” minta Ganjar.

Kalau menurut Millens, keberadaan keraton ini sebaiknya perlu ditanggapi dengan serius nggak sih? (IB09/E06)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: