BerandaHits
Selasa, 29 Des 2025 13:01

UMK Ditetapkan, Gubernur Jateng: Upah Minimum untuk Masa Kerja Kurang dari Satu Tahun

Ilustrasi: Gubernur Jawa Tengah menegaskan bahwa upah minimum yang baru saja ditetapkan hanya diperuntukkan bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun. (Unsplash/Mufid Majnun)

Kota Semarang kembali menjadi daerah dengan UMK tertinggi di Jawa Tengah. Dalam pengumumannya, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa upah minimum hanya berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

Inibaru.id - Menjelang pergantian tahun, pemerintah daerah resmi mengumumkan upah minimum provinsi, kota, dan kabupaten pekan ini. Untuk wilayah Jawa Tengah, Kota Semarang kembali menjadi daerah dengan upah minimum tertinggi untuk periode 2026.

Pemprov Jatengh menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) Semarang sebesar Rp3.701.709, naik sekitar 7,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penetapan ini menegaskan posisi ibu kota provinsi tersebut sebagai wilayah dengan standar upah paling tinggi se-Jateng.

Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP), Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP), Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), serta Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Jawa Tengah 2026 diumumkan langsung oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Bertempat di Kantor Gubernur, Kota Semarang, Rabu (24/12/2025), Luthfi menyampaikan bahwa kebijakan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/504 untuk UMP dan UMSP. Sementara, untuk UMK dan UMSK melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/505.

UMP sebesar Rp2,3 Juta

Berdasarkan keputusan tersebut, Luthfi mengatakan UMP Jawa Tengah 2026 ditetapkan sebesar Rp2.327.386,07 atau naik Rp158.037,07 (7,28 persen) dari UMP 2025 yang berada di angka Rp2.169.349,00.

Kenaikan ini dihitung berdasarkan formula pengupahan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Pemprov mempertimbangkan inflasi Jateng sebesar 2,65 persen, pertumbuhan ekonomi 5,15 persen, serta nilai alfa 0,90.

“Nilai alfa 0,90 ini tidak ditentukan secara sembarangan, tetapi melalui perhitungan dan parameter yang jelas,” tegas Luthfi.

Selain UMP, Pemprov juga menetapkan UMSP 2026 pada 11 sektor industri, di antaranya industri tepung terigu, gula pasir, alas kaki, kosmetik, hingga produk farmasi untuk manusia. Besaran UMSP ditetapkan lebih tinggi dari UMP, menyesuaikan karakteristik serta kemampuan masing-masing sektor industri.

Pemda Wajib Mengacu UMK

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, penetapan UMK 2026 mempertimbangkan inflasi, pertumbuhan emonomi, dan nilai alfa. (Jatengprov)

Sementara itu, Luthfi menjelaskan, penetapan UMK 2026 dilakukan dengan mempertimbangkan inflasi provinsi, pertumbuhan ekonomi di masing-masing kabupaten/kota, serta nilai alfa yang bervariasi antarwilayah.

Hasilnya, UMK di Jateng menunjukkan rentang yang cukup lebar, dari yang terendah pada kisaran Rp2,3 jutaan hingga yang tertinggi di atas Rp3,7 juta. Selain Kota Semarang, daerah dengan UMK relatif tinggi antara lain Kabupaten Demak sebesar Rp3.122.805 dan Kabupaten Kendal sebesar Rp2.992.994.

Di samping UMK, pemerintah provinsi juga menetapkan UMSK 2026 pada 33 sektor di lima daerah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Demak, Cilacap, dan Tegal.

Luthfi menegaskan bahwa kebijakan pengupahan, khususnya penetapan upah minimum, merupakan bagian dari program strategis nasional. Maka, pemda wajib berpedoman pada kebijakan pengupahan dari pemerintah pusat, dengan tujuan memberikan perlindungan bagi pekerja sekaligus kepastian hukum bagi dunia usaha.

Upah Minumum untuk Pekerja Baru

Luthfi mengingatkan, upah minimum hanya berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Sementara, untuk pekerja dengan masa kerja satu tahun atau lebih, perusahaan wajib menyusun dan menerapkan struktur serta skala upah dengan mempertimbangkan masa kerja, kompetensi, jabatan, dan kinerja.

“Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2026. Kami berharap seluruh perusahaan dapat mematuhi dan melaksanakan ketentuan ini sehingga perusahaan dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia berharap penetapan upah minimum ini mampu meningkatkan kesejahteraan buruh tanpa mengganggu kondusivitas wilayah dan iklim investasi di Jateng. Untuk mendukung kebijakan pengupahan ini, Pemprov juga menyiapkan berbagai kebijakan pendukung.

“Kami juga menyiapkan kebijakan pendukung, mulai dari koperasi buruh, transportasi, daycare, sampai perumahan buruh, supaya kebutuhan hidup buruh bisa lebih terjangkau dan efisien,” tandasnya.

Daftar UMP dan UMK Jawa Tengah 2026

UMP Jawa Tengah: Rp2.327.386,07

  1. Kabupaten Cilacap: Rp2.773.184,00
  2. Kabupaten Banyumas: Rp2.474.598,99
  3. Kabupaten Purbalingga: Rp2.474.721,94
  4. Kabupaten Banjarnegara: Rp2.327.813,08
  5. Kabupaten Kebumen: Rp2.400.000,00
  6. Kabupaten Purworejo: Rp2.401.961,91
  7. Kabupaten Wonosobo: Rp2.455.038,01
  8. Kabupaten Magelang: Rp2.607.790,00
  9. Kabupaten Boyolali: Rp2.537.949,00
  10. Kabupaten Klaten: Rp2.538.691,00
  11. Kabupaten Sukoharjo: Rp2.500.000,00
  12. Kabupaten Wonogiri: Rp2.335.126,00
  13. Kabupaten Karanganyar: Rp2.592.154,06
  14. Kabupaten Sragen: Rp2.337.700,00
  15. Kabupaten Grobogan: Rp2.399.186,00
  16. Kabupaten Blora: Rp2.345.695,00
  17. Kabupaten Rembang: Rp2.386.305,00
  18. Kabupaten Pati: Rp2.485.000,00
  19. Kabupaten Kudus: Rp2.818.585,00
  20. Kabupaten Jepara: Rp2.756.501,00
  21. Kabupaten Demak: Rp3.122.805,00 
  22. Kabupaten Semarang: Rp2.940.088,00
  23. Kabupaten Temanggung: Rp2.397.000,00 
  24. Kabupaten Kendal: Rp2.992.994,00
  25. Kabupaten Batang: Rp2.708.520,00 
  26. Kabupaten Pekalongan: Rp2.633.700,00 
  27. Kabupaten Pemalang: Rp2.433.254,00 
  28. Kabupaten Tegal: Rp2.484.162,00 
  29. Kabupaten Brebes: Rp2.400.350,47
  30. Kota Magelang: Rp2.429.285,00 
  31. Kota Surakarta: Rp2.570.000,00
  32. Kota Salatiga: Rp2.698.273,24 
  33. Kota Semarang: Rp3.701.709,00 
  34. Kota Pekalongan: Rp2.700.926,00 
  35. Kota Tegal: Rp2.526.510,00

Upah minimum sudah ditetapkan. Maka, menjadi kewajiban daerah dan perusahaan untuk menyesuaikannya. Benar begitu, Gez? (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Naik Lima Kali Lipat, Biaya Lepas Status WNI Resmi Naik Jadi Rp5 Juta, Ini Alasannya

5 Agu 2026

Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham KCIC untuk Restrukturisasi Utang Whoosh

6 Agu 2026

CoreWeave Investasi Miliaran Dolar AS, Bangun Tiga Pusat Data AI Pertama di Indonesia

7 Agu 2026

Wayang Beber, Wayang Tertua di Nusantara yang Masih Bertahan hingga Kini

8 Agu 2026

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: