BerandaHits
Rabu, 11 Jun 2024 19:55

Terbagi Dua Kubu, Apa Alasan Ormas Agama Menerima dan Menolak Izin Kelola Tambang?

NU sudah mengajukan izin, tapi sejumlah ormas lain justru menolak pengelolaan tambang di Indonesia. (Niaga.asia)

Sejauh ini hanya Nahdlatul Ulama (NU) yang mengajukan izin kelola tambang ke pemerintah, sementara ormas-ormas keagamaan lain justru menolak. Apa alasannya, ya?

Inibaru.id – Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara yang baru saja diluncurkan bikin kontroversi. Pasalnya, dalam aturan tersebut, ormas keagamaan bakal dapat prioritas jika meminta izin untuk mengelola Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK). Singkatnya, lewat aturan tersebut, ormas agama boleh kelola tambang di Indonesia, Millens.

Meski punya maksud baik agar ormas keagamaan jadi punya pemasukan, nyatanya ide ini justru jadi kontroversi. Banyak yang menolak, bahkan dari pihak ormas agama sendiri. Satu-satunya ormas agama yang sudah mengajukan izin kelola tambang barulah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum PBNU Yahya Cholil. Alasan utamanya sederhana, yaitu mereka membutuhkannya untuk operasional ormas.

“Kalau pemerintah memberi peluang, ya kami tangkap. Kan kami sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan butuh untuk mengelola, mengurus berbagai hajat agama dan hajat kemasyarakatan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, pertanian, dan lain-lain,” ucap Yahya sebagaimana dinukil dari Kompas, Kamis, (6/6/2024).

Di sisi lain, ormas Islam Muhammadiyah justru memilih untuk nggak tergesa-gesa menerima kebijakan pemerintah tersebut. Mereka masih pengin melihat sisi positif dan negatifnya.

“Ini kan persoalan yang krusial ya, tentu Muhammadiyah nggak pengin tergesa-gesa. Kami mau lihat dulu dari sisi positif dan negatifnya sekaligus kemampuan kami dalam bidang itu,” ungap Ketua PP Muhammadiyah Saad Ibrahim sebagaimana dinukil dari Kompas, Rabu (5/6).

Mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin. (Mediaindonesia)

Meski begitu banyak pihak memprediksi Muhammadiyah nggak akan sejalan dengan NU terkait kebijakan ini. Apalagi, mantan ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin dengan tegas meminta Muhammadiyah menolaknya. Menurutnya, lebih banyak hal mudharat (negatif) yang akan didapat Muhammadiyah jika ikutan mengelola pertambangan.

Hal serupa diungkap Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Konferensi wali gereja Indonesia (KWI), dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Mereka bahkan lebih tegas menolak tawaran tersebut karena menganggap pengelolaan tambah berisiko menyebabkan konflik agraria dengan masyarakat. Khusus untuk PGI, mereka hanya pengin fokus pada pembinaan umat saja.

“KWI nggak berminat untuk mengambil tawaran tersebut, karena Gereja Katolik setia dengan prinsip bahwa pertumbuhan ekonomi nggak boleh mengorbankan hidup masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup,” ucap penurus KWI Marthen Jenarut.

Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) juga dengan tegas memilih untuk nggak mengajukan izin kelola tambang. Alasannya, sejak Konfensi 1996, HKBP bertanggungjawab menjaga lingkungan agar nggak dieksploitasi manusia atas nama pembangunan.

Sejauh ini, lebih banyak ormas agama yang menolak pengelolaan tambang ya. Kalau menurut kamu sendiri, baiknya ditolak apa diterima saja nih, Millens? (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: