BerandaHits
Kamis, 11 Mar 2026 09:01

Skjolden, Desa Tepi Pantai di Norwegia yang Berjarak 200 Kilometer dari Samudra

Pemandangan Skjolden dengan laut fjord yang memanjang sejauh 200 km dari lautan lepas. (Sognefjord.no)

Jika dilihat di peta, Skjolden terletak di tengah-tengah daratan Norwegia dan dikelilingi pegunungan. Siapa sangka, desa ini sebenarnya berbatasan langsung dengan laut, lo!

Inibaru.id – Kalau melihat peta, biasanya desa yang berada di tepi laut identik dengan wilayah pesisir yang langsung menghadap samudra. Namun di Norwegia ada sebuah desa kecil yang unik: sangat jauh dari laut lepas, tetapi tetap berada di tepi laut. Nama desa itu adalah Skjolden.

Terletak di wilayah Luster, Norwegia Barat, Skjolden berada di ujung sebuah fjord, semacam teluk yang sangat panjang, bernama Sognefjord. Kebetulan, fjord ini adalah yang terpanjang sekaligus terdalam di Norwegia. Panjangnya mencapai sekitar 205 kilometer dari laut terbuka hingga ke titik paling dalamnya, yaitu Skjolden.

Artinya, untuk mencapai desa ini lewat laut, kapal harus menyusuri fjord sejauh ratusan kilometer ke pedalaman. Kalau membandingkannya dengan jarak kota di Indonesia, setara dengan jarak Jakarta sampai Cirebon, Gez! Jauh banget, kan?

Itulah yang membuat Skjolden terasa unik. Meski secara teknis berada di tepi laut, desa ini sebenarnya jauh dari garis pantai samudra. Di sekelilingnya bukan hamparan pantai luas, melainkan pegunungan curam, lembah hijau, dan air fjord yang tenang seperti danau raksasa.

Desa Kecil di Ujung “Raja Fjord”

Sognefjord sering dijuluki “King of the Fjords” karena ukuran dan keindahannya. Dari laut sisi barat Norwegia, fjord ini menembus daratan hingga ratusan kilometer, melewati banyak cabang fjord sebelum akhirnya berakhir di Skjolden.

Desa yang luasnya hanya sekitar setengah kilometer persegi ini dihuni oleh kurang dari 300 orang. Meski kecil, posisinya sangat strategis karena berada di titik pertemuan beberapa lembah dan dekat dengan pegunungan Hurrungane.

Lokasi Skjolden yang terkesan berada di tengah-tengah daratan, meski sebenarnya berada di tepi laut.(Google Maps).

Banyak wisatawan yang datang ke Skjolden justru melalui kapal pesiar. Kapal tersebut perlahan menyusuri fjord selama berjam-jam, melewati tebing tinggi, air terjun, dan rumah kayu khas Norwegia sebelum akhirnya tiba di desa kecil ini. Perjalanan masuk ke fjord sering dianggap sebagai bagian paling spektakuler dari pengalaman berkunjung ke sana.

Gerbang Menuju Alam Liar Norwegia

Skjolden sebenarnya merupakan pintu masuk menuju kawasan alam liar Norwegia. Dari desa ini, pengunjung bisa menjelajahi beberapa taman nasional terkenal seperti Jotunheimen, Breheimen, dan Jostedalsbreen.

Tak jauh dari sana juga terdapat Nigardsbreen, salah satu cabang gletser dari Jostedalsbreen yang merupakan gletser terbesar di daratan Eropa. Selain itu, wisatawan juga bisa mendaki bukit, melihat air terjun, atau sekadar berjalan santai di tepi fjord sambil menikmati pemandangan pegunungan yang dramatis.

Sunyi, Tapi Memikat

Jika dibandingkan dengan kota-kota wisata besar, Skjolden mungkin terasa sangat sepi. Namun justru di situlah daya tariknya. Desa ini menawarkan suasana yang benar-benar tenang seperti air fjord berwarna hijau kebiruan, rumah kayu kecil di tepi perairan yang tenang, dan pegunungan tinggi yang mengelilingi desa seperti benteng alami.

Skjolden membuktikan bahwa “desa tepi laut” tidak selalu berarti pantai yang menghadap samudra. Di tempat ini, laut justru masuk jauh ke pedalaman melalui fjord, menciptakan lanskap yang unik dan jarang ditemukan di tempat lain di dunia. Tertarik melihatnya langsung, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: