BerandaHits
Jumat, 11 Apr 2019 14:45

Sederet Kasus Kekerasan yang Pernah Mencoreng Dunia Pendidikan Indonesia

Kekerasan juga banyak terjadi di dunia pendidikan Indonesia. (Pixabay)

Dulu sempat viral guru SMK di Purwokerto Jawa Tengah yang dipolisikan setelah menampar 9 murid gegara nggak mengerjakan tugas. Mirisnya itu bukan kasus terakhir. Semacam pengulangan, masih banyak aksi kekerasan yang terjadi di sekolah. Pelaku nggak melulu guru, tapi juga murid. Berikut adalah sederet kasus kekerasan yang pernah menodai citra pendidikan di Indonesia.

Inibaru.id - Miris rasanya mendapati maraknya kasus-kasus kekerasan anak sekolah. Minggu ini Indonesia digemparkan kasus perudungan dan penganiayaan yang dialami oleh pelajar SMP bernama Audrey. Tragisnya, tindakan di luar batas yang menimpanya justru dilakukan oleh 12 pelajar SMA. Masih banyak kasus serupa yang terjadi. Termasuk, kasus yang sempat booming berikut.

1. Pelajar Mengeroyok cleaning service di SMPN 2 Talesong

Pertengahan Februari tahun ini, masyarakat digegerkan dengan berita penganiayaan yang dialami oleh seorang cleaning service di Talakar, Sulawesi Selatan. Satu hal yang membuat miris dari kasus tersebut adalah empat pelakunya masih berstatus siswa di SMPN 2 Talesong dan seorang wali murid. Selain menganiaya secara fisik, para pelajar tersebut juga melakukan pelecehan verbal. Meskipun berujung damai, tindakan para pelaku tetap saja menjadi sorotan publik. Terlebih lagi pengeroyokan ini dilakukan atas perintah dari orang tua dari salah seorang murid.

2. Pengeroyokan Senior Terhadap Junior yang Berujung Kematian di ATKP Makassar

Aldama Putra Pangkolan atau yang akrab disapa Aldama dinyatakan tewas akibat penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya. Taruna tingkat satu tersebut meregang nyawa setelah dianiaya oleh Rusdi, seniornya. Kejadian seperti ini sebenarnya bukan lagi hal asing. Sebab, tindak penganiayaan berkedok senioritas di lingkungan pendidikan berbasis militer dan sekolah kedinasan masih cukup tinggi. Sebelum Aldama sudah ada beberapa korban yang meregang nyawa akibat senioritas.

3. Penganiayaan Terhadap Guru di Berbagai Daerah

Soal penganiayaan terhadap guru sebenarnya bukan lagi isu yang mencengangkan. Sebab, beberapa bulan terakhir, kasus seperti ini sering viral di berbagai media. Salah satunya, pelemparan kursi oleh siswa berinisial EY di SMAN 1 Kubu Raya, Kalimantan Barat kepada seorang guru, Rahayu pada 2017 lalu. Aksi nekat ini dilakukan lantaran EY nggak terima dengan hasil rapor yang menunjukkan bahwa dia harus tinggal kelas. Akibatnya, Rahayu mengalami luka memar sementara EY dijerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHP.

Ada juga kasus kematian Budi, seorang guru kesenian honorer di Sampang, Madura. Dia tewas setelah dianiaya siswa berinisial HI. Menurut informasi, HI memukuli Budi lantaran nggak terima ditegur. Hmmm, sungguh memprihatinkan ya, Millens!

4. Guru Cubit Siswa Berakhir Dipenjara

Bukan tanpa alasan, Nurmayani (Guru SMPN 1 Bantaeng, Sulawesi Selatan) mencubit kedua siswinya lantaran bermain air kotor sehingga mukena di Mushola sekolah. Orang tua kedua siswi tersebut akhirnya mempidanakan sang guru.

Senasib dengan Nurmayani, Samhudi (Guru SMP Raden Ahmad, Sidoharjo) pun sempat diperkarakan karena mencubit tangan siswanya yang mangkir salat Duha. Kasus ini pun berakhir damai.

5. Pelecehan Seksual di Institusi Pendidikan

Untuk kasus yang satu ini adalah kasus yang lazim terjadi di hampir semua tingkatan pendidikan. Mulai dari tingkat dasar hingga bangku perkuliahan. Seperti yang belum lama ini terendus medio Maret lalu seorang mahasiswi PTN ternama di Semarang menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum dosen.

Kejadian pahit serupa juga menimpa tiga siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Semarang akhir 2018 lalu. Mereka menjadi korban perbuatan bejat oknum guru di sana. Hmm, kalau ngomongin kasus pelecehan seksual memang nggak akan ada habisnya.

Selain kasus-kasus di atas, ada juga berita tentang para pelajar yang bersikap kurang ajar pada guru di dalam kelas. Hampir semuanya berakhir damai setelah kasus tersebut meluas. Polanya pun bisa ditebak; nantang, viral, minta maaf, selesai. Semoga guru dan siswa di negeri ini bisa menjunjung tinggi nilai-nilai moral sehingga nggak perlu lagi kasus-kasus yang meresahkan. Semoga! (IB23/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: