BerandaHits
Sabtu, 3 Jun 2022 11:23

Satu Desa di Kabupaten Semarang Darurat PMK!

Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. (Antara Foto/Yusuf Nugroho)

Sepertiga dari total lebih dari 700 ekor hewan ternak di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK)

Inibaru.id – Desa Kalisidi yang ada di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah berada dalam status darurat penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak. Total, sekitar 210 hewan ternak terinfeksi penyakit tersebut. Jumlah ini hampir sepertiga dari total 750 ekor jumlah hewan ternak berupa kambing dan sapi yang dipelihara 350 KK warga desa.

“Ada 210 ekor per 31 Mei 2022. Kemudian yang mati ada dua,” terang Kepala Desa Kalisidi Dimas Prayitno, Kamis (2/5/2022).

Sebanyak sembilan dusun di desa tersebut sudah melaporkan kasus PMK. Kebanyakan, hewan ternak yang terinfeksi ada di kandang bersama milik warga. Keberadaan kandang ini membuat penularan jadi sangat cepat.

“Karena komunal (kandangnya), Dinas menyampaikan satu kena, ya semuanya kena. Nggak bisa diungsikan,” lanjut Dimas.

Biasanya, hewan yang terinfeksi bakal menunjukkan gejalanya di mulut terlebih dahulu. Setelah itu, barulah gejalanya menjalar sampai ke bagian kaki dan akhirnya hewan tersebut mati kalau pemelihara nggak telaten mengurusnya.

Sebagai informasi, hewan yang terinfeksi PMK biasanya kesulitan untuk makan. Jadi, meski sudah disediakan pakan di depannya, hewan-hewan ini nggak mau mengonsumsinya. Hewan yang terkena PMK harus benar-benar terjaga asupan gizinya agar sistem imunnya membaik dan mampu sembuh.

Kini, hewan-hewan di Desa Kalisidi dilarang masuk kandang bersama untuk sementara demi memutus rantai penyebaran PMK.

Banyak hewan ternak yang terpapar PMK tidak bisa makan. (Detik/Eko Sudjarwo)

Tidak Bisa Dijadikan Hewan Kurban

Kasus PMK di berbagai daerah di Indonesia meresahkan karena dalam tempo sekitar satu bulan lagi, kita merayakan Hari Raya Kurban atau Iduladha. Jika banyak hewan ternak yang terinfeksi atau bahkan mati karena PMK, tentu hal ini bisa membuat perayaan Hari Raya Kurban bisa terganggu, Millens.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan sudah memastikan kalau hewan yang sudah terkena PMK dan menunjukkan gejala berat nggak sah buat dijadikan hewan kurban. Hal ini terungkap dalam Fatwa Nomor 32 tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban saat Kondisi Wabah PMK.

“Hewan yang terkena PMK dengan gejala klinis kategori berat seperti lepuh pada kuku hingga terlepas dan/atau menyebabkan pincang atau tidak bisa berjalan serta menyebabkan sangat kurus, hukumnya tidak sah dijadikan hewan kurban,” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh, Selasa (31/5).

Meski begitu, bila hewan yang terinfeksi sembuh dari PMK saat Hari Raya Kurban seperti pada 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, maka hewan tersebut masih dianggap sah untuk dikurbankan. Hal yang sama berlaku jika hewan mengalami gejala PMK ringan seperti lesu dan nggak nafsu makan, mengeluarkan air liur jauh lebih banyak dari biasanya, dan adanya celah pada kuku. Hewan ini hanya akan dilubangi pada telinganya atau dicap tubuhnya.

“Pelubangan pada telinga hewan dengan ear tag atau pemberian cap pada tubuhnya sebagai tanda hewan sudah divaksin atau sebagai identitasnya, tidak menghalangi keabsahan hewan kurban,” pungkas Asrorun.

Di tempatmu, apakah juga ada hewan yang terkena penyakit PMK, Millens? (Sol/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: