BerandaHits
Jumat, 13 Jun 2024 11:00

Permintaan Tusuk Satai Jelang Iduladha Naik, Produsen Kebut Produksi

Produsen tusuk satai kebanjiran pesanan jelang Iduladha 2024. (FB/Jepara Hari Ini)

Permintaan tusuk satai jelang Iduladha 2024 meningkat dari 50-100 persen. Bagaimana cara produsen tusuk satai menyikapinya?

Inibaru.id – Tinggal hitungan hari, kita akan merayakan hari raya Iduladha 2024. Pada hari tersebut dan beberapa hari setelahnya, biasanya stok daging akan melimpah di dapur. Kamu juga akan lebih mudah menemukan tusuk satai di sana.

Omong-omong soal tusuk satai, ada satu wilayah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang sudah populer jadi produsen tusuk satai. Wilayah tersebut adalah Desa Kendengsidialit, Kecamatan Welahan. Salah seorang produsen tusuk satai yang bisa kamu datangi di sana adalah Bonasih.

Ketika memasuki halaman rumah perempuan berusia 50 tahun tersebut, bakal terlihat cukup banyak potongan bambu yang tengah dijemur. Begitu melirik dekat dengan dinding rumahnya, kamu bakal melihat ribuan tusuk satai berjejer dengan berbagai variasi ukuran.

Tusuk-tusuk satai ini dia garap sendiri dari awal. Potongan bambu dia gergaji agar jadi batang yang lebih tipis. Setelah itu, dia memotong-motongnya dengan golok dan pisau menjadi tusuk sate yang tipis namun cukup kuat untuk ditusukkan ke daging. Proses penjemuran tusuk satai yang sudah dia garap sebelumnya bakal membuat kadar air di dalam tusuk satai berkurang dan akhirnya membuatnya jadi lebih kuat.

Biasanya, Bonasih hanya membuat dua ribu atau tiga ribu tusuk satai dalam sehari. Tapi, dalam beberapa hari terakhir, dia menambah produksi satai tusuknya hampir 100 persen.

Bonasih saat menjemur tusuk satai yang baru dia garap. (Betanews/Umi Nurfaizah)

“Permintaan tusuk satai menjelang Iduladha naik. Akhirnya saya kebut per hari empat ribu tusuk,” ujarnya sebagaimana dilansir dari Murianews, Sabtu (8/6/2024).

Sebagaimana hukum ekonomi, seiring dengan meningkatnya permintaan, harga dari suatu barang juga akan ikut naik. Hal inilah yang dirasakan Bonasih. Jika biasanya dia hanya bisa mendapatkan harga Rp6.500 sampai Rp7.000 untuk setiap seribu tusuk satai yang dia jual, kini dia bisa menjualnya sedikit lebih mahal.

“Di hari biasa Rp6.500, kalau lagi mahal Rp7 ribu. Tapi jelang Iduladha ini, saya jual Rp8 ribu,” lanjutnya.

Selain kuat, ada hal lain yang bikin tusuk-tusuk satai buatan Bonasih terus dicari, yaitu bisa dipakai untuk menusuk berbagai macam makanan seperti sempolan dan bakso. Oleh karena itulah tusuk satainya nggak hanya dicari saat stok daging melimpah seperti Iduladha sekarang ini.

Tusuk-tusuk satai ini dia jual di pasar desa. Meski begitu, banyak pula orang yang datang langsung ke rumah untuk membelinya. Yang pasti, meski pekerjaannya cukup menguras tenaga dan waktu, Bonasih bahagia karena tusuk-tusuk satainya nggak pernah sepi pembeli. Kamu sudah ada stok tusuk sate belum, Millens? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: