BerandaHits
Jumat, 29 Mei 2025 15:56

Pendampingan Pasien dan Cek Kesehatan Gratis; Upaya Pemerintah Tekan Kasus TBC di Indonesia

Wakil Menteri Kesehatan Prof Dante Saksono Harbuwono, memaparkan data mengenai perkembangan kasus TBC di Indonesia dalam Forum Public Hearing bertajuk “Negara Beri Bukti, Masyarakat Terima Hasil”, Rabu (28/5). (Kemenkes)

Indonesia tengah mempercepat penanggulangan TBC dengan melibatkan kader kesehatan dan memperluas jangkauan cek kesehatan gratis (CKG). Langkah ini jadi kunci untuk mengurangi kasus TBC yang saat ini masih sangat tinggi di tanah air.


Inibaru.id – Meski Indonesia dikenal kaya budaya dan tradisi, di balik itu tersimpan fakta yang memprihatinkan: negeri ini menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus Tuberkulosis (TBC), hanya kalah dari India.

Namun, pemerintah nggak tinggal diam. Lewat peran kader kesehatan dan program cek kesehatan gratis (CKG), langkah nyata untuk mempercepat penanggulangan TBC terus digenjot.

Wakil Menteri Kesehatan, Prof Dante Saksono Harbuwono, memaparkan data yang cukup mengkhawatirkan: setiap tahunnya, diperkirakan ada 1.090.000 kasus baru TBC di Indonesia.

Sementara itu, sepanjang tahun ini, Indonesia mengidentifikasi sekitar 900 ribu kasus penderita.

“Tantangan selanjutnya adalah memastikan pasien yang sudah teridentifikasi segera mendapatkan pengobatan yang tuntas,” ujar Prof Dante dalam Forum Public Hearing bertajuk “Negara Beri Bukti, Masyarakat Terima Hasil”, Rabu (28/5).

Pengobatan TBC umumnya memakan waktu enam hingga sembilan bulan. Namun, Prof Dante mengungkapkan bahwa kini pemerintah telah menyiapkan obat dengan durasi pengobatan yang lebih singkat, yakni hanya enam bulan.

Di lapangan, kader TBC memegang peran penting. Mereka bertugas mendampingi pasien agar pengobatan berjalan lancar, sekaligus mendeteksi dan mengidentifikasi kontak erat pasien, mulai dari keluarga hingga lingkungan sekitar.

Jika ditemukan kasus, pasien akan segera diarahkan untuk memulai pengobatan. Langkah ini sejalan dengan target penurunan prevalensi TBC di Indonesia, yang tak hanya mengandalkan deteksi dini, tapi juga edukasi soal pentingnya menyelesaikan pengobatan sampai tuntas.

“Pengendalian TBC tidak mungkin dilakukan hanya oleh negara. Pelibatan lintas sektor, khususnya masyarakat melalui kader TBC, menjadi strategi utama,” tegas Prof. Dante.

CKG Digulirkan

Program CKG berhasil menjangkau 6,9 juta masyarakat di berbagai daerah. (via Alodokter)

Selain penguatan kader TBC, pemerintah juga gencar menggulirkan program CKG yang diluncurkan sejak 10 Februari 2025. Dalam waktu singkat, program ini telah menjangkau lebih dari 6,9 juta warga di berbagai daerah.

Sebelum CKG hadir, hanya 39,8 persen masyarakat yang rutin memeriksakan kesehatan. Sementara itu, 60,2 persen lainnya belum pernah periksa sama sekali, sehingga berisiko terlambat terdiagnosis penyakit kronis.

Program ini penting, mengingat deteksi dini dapat menghindarkan biaya pengobatan yang membengkak untuk penyakit seperti gagal ginjal, jantung, diabetes, hingga kanker.

Nggak hanya untuk orang dewasa, CKG juga menyasar kelompok rentan, seperti bayi, balita, dan anak sekolah. Tujuannya? Menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

“Dengan pemeriksaan kesehatan sejak dini, anak-anak kita akan tumbuh sehat secara fisik dan mental. Ini adalah investasi masa depan bangsa,” tegas Prof Dante.

Indri Meti, salah satu penerima manfaat CKG, mengaku bersyukur atas adanya layanan ini. “Lewat CKG, saya bisa tahu kondisi kesehatan saya, mulai dari tekanan darah, jantung, hingga gigi. Terima kasih kepada pemerintah,” ujarnya.

Dalam forum Public Hearing yang sama, Kepala Komunikasi Kepresidenan PCO, Hasan Hasbi, menegaskan bahwa kegiatan ini nggak sekadar ajang formalitas. Dia menyebut forum ini sebagai wadah transparansi pemerintah sekaligus ruang dialog antara masyarakat dan pembuat kebijakan.

“Kami memfasilitasi dialog antara penerima manfaat dengan para pembuat kebijakan. Tujuannya agar umpan balik bisa diterima langsung dan perbaikan program bisa segera dilakukan,” kata Hasan.

Nggak lupa, Hasan menekankan pentingnya forum semacam ini untuk meluruskan kesalahpahaman di masyarakat terkait berbagai program pemerintah.

Semoga masyarakat benar-benar bisa merasakan manfaat program kesehatan yang digagas pemerintah ini ya, Millens. (Siti Zumrokhatun/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: