BerandaHits
Minggu, 18 Sep 2021 09:55

Pekalongan, Cirebon, Surabaya, dan Semarang Bakal Tenggelam?

Kota-kota di pesisir utara Jawa seperti Pekalongan, Cirebon, Surabaya, dan Semarang bakal tenggelam. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Menurut para peneliti dari BRIN, kota-kota di pesisir utara Jawa seperti Pekalongan, Cirebon, Surabaya, dan Semarang bakal tenggelam. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini. Apa saja ya?

Inibaru.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap fakta mengejutkan terkait dengan kondisi tanah di daerah pesisir utara Jawa. Sejumlah kota besar dan penting seperti Pekalongan, Cirebon, Surabaya, serta Semarang bakal tenggelam! Penyebabnya adalah penurunan permukaan tanah yang cukup ekstrem.

Peneliti ahli utama dari BRIN Eddy Hermawan menyebut pesisir utara jawa memang rawan untuk tenggelam. Dampaknya bahkan sudah mulai bisa dirasakan mulai sekarang.

“Cirebon, Pekalongan, Semarang, dan Surabaya adalah kota-kota pesisir utara Jawa yang paling rawan terhadap penurunan tanah ekstrem hingga tahun 2050,” ujar Eddy, Kamis (16/9/2021).

Ada banyak faktor yang membuat permukaan tanah di pesisir utara Jawa terus tenggelam. Yang pertama, kondisi morfologi wilayah tersebut yang cenderung datar. Hal ini memudahkan pembangunan infrastruktur jalan. Dampaknya, pembangunan pun dilakukan dengan masif di sana. Karena alasan ini pulalah lebih banyak pusat perekonomian yang ada di utara Jawa.

Meski bagus dari sisi ekonomi, hal ini berdampak buruk bagi permukaan tanah di sana. Beban yang didapat permukaan tanah sangatlah besar. Kondisi ini ikut membuat permukaan tanah di pesisir utara Jawa akhirnya menurun.

Selain naiknya permukaan air laut, tanah di pesisir utara Jawa ambles secara ekstrem sehingga membuat kota-kotanya rentan tenggelam. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Alasan kedua yang menjadi penyebab kondisi ini adalah penggunaan air tanah yang sangat masif di wilayah tersebut. Nggak hanya air tanah dangkal yang dipakai masyarakat, tapi juga air tanah yang lebih dalam. Air ini disedot habis-habisan untuk kebutuhan industri dan lain-lain. Tanpa disadari, hal ini ikut berdampak pada menurunnya tanah di pesisir utara Jawa.

“Upaya mitigasi dengan kebijakan penggunaan air tanah, penanaman mangrove, dan pencegahan perusakan lingkungan harus segera dilakukan,” terang Eddy.

Sementara itu, peneliti ahli utama Bidang Teknologi Penginderaan Jauh BRIN Rokhis Khomarudin menjelaskan risiko dari penurunan permukaan tanah ini yang nggak bisa dibiarkan begitu saja.

“Saat ini dampaknya belum terlalu terasa, namun risiko turunnya permukaan tanah jelas membawa kerugian besar, baik dari sisi sosial maupun ekonomi,” tegas Rokhis, Kamis (16/9).

Omong-omong, wilayah Pekalongan mengalami penurunan permukaan tanah sekitar 2,1 – 11 cm per tahun. Kota Semarang mengalami penurunan 0,9 - cm per tahun. DKI Jakarta mengalami penurunan 0,1 – 8 cm per tahun, Cirebon 0,3 – 4 cm per tahun, dan Surabaya mengalami penurunan 0,3 – 4,3 cm per tahun.

Selain karena faktor-faktor yang disebutkan sebelumnya, Rokhis menyoroti hasil laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2021 yang menyebut Asia Tenggara rentan tenggelam jika dibandingkan dengan wilayah lain di dunia akibat perubahan iklim, mencairnya es kutub, pergeseran tektonik, hingga penyusutan air tanah.

“Ini membuat kejadian banjir lebih sering di daerah pantai,” ungkap Pakar Iklim dan Meteorologi BRIN Edvin Aldrian.

Duh, semoga saja ada penanganan lebih baik agar nggak lebih banyak wilayah di Indonesia yang tenggelam, ya Millens? (Kom/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: