BerandaHits
Jumat, 25 Nov 2021 11:34

Nggak Harus Bayar Buat Ngehancurin Barang, Ada Lo Cara Self-Healing Gratis

Nggak Harus Bayar Buat Ngehancurin Barang, Ada Lo Cara Self-Healing Gratis

Self-healing dengan membayar ruangan untuk menghancurkan barang. Ternyata ada yang gratis. (YouTube/Gritte Agatha)

Di media sosial, sedang ramai Break Room alias ruangan yang bisa kamu sewa untuk meluapkan emosi. Padahal, sebenarnya ada lo cara self-healing gratis buat kamu. Apa saja, ya?

Inibaru.id – Nggak hanya kesehatan fisik, kini banyak orang yang juga memperhatikan kesehatan mental. Nah, biar nggak sampai jadi penyakit psikis, banyak orang yang mencari self-healing. Untungnya sih ya, sebenarnya ada banyak cara self-healing gratis, Millens.

Soal self-healing ini, awalnya viral gara-gara ada akun di media sosial yang menawarkan tempat self-healing, sebenarnya sih lebih mirip ke tempat melampiaskan emosi, di Ibu Kota. Istilah dari tempat ini adalah break room. Jadi, kamu bisa menghancurkan sejumlah benda di sini dengan tarif Rp 100 ribu selama 20 menit.

Meski sebentar, ada yang menyebut cara ini bisa membuatmu bisa melepaskan emosi negatif dan akhirnya membuat jiwamu jadi lebih lega. Kamu juga bakal diberi pengaman seperti helm atau kaca mata sehingga nggak mudah terluka, deh.

Nah, tempat self-healing berbayar ini pun memicu kontroversi. Ada yang menyebut hal ini sebenarnya nggak cocok untuk dijadikan tempat self-healing dan justru buruk bagi kesehatan mental. Ada pula yang menyebut ada sejumlah cara untuk self-healing tanpa harus membayar.

Kalau soal cara self-healing gratis, sebenarnya kita juga punya lo daftarnya. Yuk, simak.

Pergilah ke Pantai atau Menikmati Pemandangan Alam Lainnya

Pemandangan alam bisa membuat kesehatan mental membaik. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Pernah nggak kamu mendengar istilah orang-orang yang stres bisa jadi karena kurang piknik? Eh, ini beneran, lo. Kalau di tempatmu dekat dengan pantai, apalagi ada pantai yang gratis dan bagus, datang deh ke sana. Nggak ngapa-ngapain di sana, cuma duduk, santai, sembari menikmati suara deburan ombak dan angin laut yang terasa lengket bisa membuatmu tenang. Self-healing banget deh.

Kalaupun harus berbayar dan nggak mahal, nggak ada salahnya dicoba kok. Apalagi jika pantainya indah, tenang, nggak ramai, dan menawarkan pemandangan matahari terbit atau sunset indah.

Selain pantai, pemandangan alam lain seperti sawah, pegunungan, atau bahkan jalan-jalan di area hutan juga nggak ada salahnya dilakukan, lo. Bakal bagus buat kesehatan mentalmu, pokoknya.

Mencuci Piring

Cuci piring bisa jadi self-healing. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Menurut para peneliti dari Florida State University, mencuci piring bisa membuatmu menurunkan stres dengan signifikan. Gerakan mencuci yang berulang ternyata bisa mengalihkan pikiranmu dari berbagai beban. Selain itu, saat kamu menemukan seluruh cucian seperti gelas, piring, dan lain-lain bersih, ada rasa lega yang bisa kamu dapatkan.

Jemur Kasur, deh!

Jemur kasur dan memukulnya bisa jadi self-healing. (Boombastis)

Bukan soal menjemur kasurnya yang membuatmu jadi lebih tenang, meskipun nantinya kamu bakal merasa enak saat tidur di kasur yang baru dijemur. Nah, kalau kamu butuh pelampiasan emosi gratis, bisa kok memukul kasur dengan pemukul rotan itu. Lakukan sampai debu-debu di kasur yang dijemur ini hilang, ya. Beneran gratis!

Nangis dan Dipeluk Orang Terdekat

Nangis sembari dipeluk orang terdekat bisa jadi self healing. (Flickr/ Albert Dobrin)

Kalau beban pikiranmu cukup berat, nggak usah ragu menangis, baik itu menangis sendiri atau sembari bercerita dengan orang-orang terdekat. Kalau kamu ada pasangan, anggota keluarga, atau bahkan teman, jangan ragu untuk minta dipeluk ya.

Jangan mikir aneh-aneh dulu. Pelukan bisa memperbaiki mood-mu, lo, Millens. Apalagi jika dilakukan dengan orang yang dipercaya. Kamu juga bisa membuat hubungan dengan orang terdekatmu semakin baik deh.

Kalau kamu, lebih suka melakukan self-healing gratis yang mana, nih, Millens? (Hip/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Ihwal Mula Kampung Larangan di Sukoharjo, 'Zona Merah' yang Pantang Dimasuki Bumiputra

12 Apr 2025

Lagu "You'll be in My Heart" Viral; Mengapa Baru Sekarang?

12 Apr 2025

Demi Keamanan Data Pribadi, Menkomdigi Sarankan Pengguna Ponsel Beralih ke eSIM

12 Apr 2025

Bikin Resah Pengguna Jalan, Truk Sampah Rusak di Kota Semarang Bakal Diperbaiki

12 Apr 2025

Ketika Pekerjaan Nggak Sesuai Dream Job; Bukan Akhir Segalanya!

12 Apr 2025

Lindungi Masyarakat, KKI Cabut Hak Praktik Dokter Tersangka Pelecehan Seksual secara Permanen

12 Apr 2025

Mengenal Getuk Kethek, Apakah Terkait dengan Monyet?

13 Apr 2025

Di Balik Mitos Suami Nggak Boleh Membunuh Hewan saat Istri sedang Hamil

13 Apr 2025

Kisah Kampung Laut di Cilacap; Dulu Permukiman Prajurit Mataram

13 Apr 2025

Mengapa Manusia Takut Ular?

13 Apr 2025

Nilai Tukar Rupiah Lebih Tinggi, Kita Bisa Liburan Murah di Negara-Negara Ini

13 Apr 2025

Perlu Nggak sih Matikan AC Sebelum Matikan Mesin Mobil?

14 Apr 2025

Antrean Panjang Fenomena 'War' Emas; Fomo atau Memang Melek Investasi?

14 Apr 2025

Tentang Mbah Alian, Inspirasi Nama Kecamatan Ngaliyan di Kota Semarang

14 Apr 2025

Mengenal Oman, Negeri Kaya Tanpa Gedung Pencakar Angkasa

14 Apr 2025

Farikha Sukrotun, Wasit Internasional Bulu Tangkis yang Berawal dari Kasir Toko Bangunan Kudus

14 Apr 2025

Haruskah Tetap Bekerja saat Masalah Pribadi Mengganggu Mood?

14 Apr 2025

Grebeg Getuk 2025 Sukses Meriahkan Hari Jadi ke-1.119 Kota Magelang

14 Apr 2025

Tradisi Bawa Kopi dan Santan dalam Pendakian Gunung Sumbing, Untuk Apa?

15 Apr 2025

Keindahan yang Menakutkan, Salju Turun saat Sakura Mekar di Korea Selatan

15 Apr 2025